Rabu, 27 April 2016

makalah cara mengatasi masalah belajar peserta didik dalam belajarnya

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas kuasa-Nya, saya dapat menyelesaikan makalah mengatasi masalah belajar. Melihat masalah yang sering dialami oleh peserta didik maka saya ingin memberi solusi untuk mengatasi atau memecahkan masalah belajar yang sering dialami para peserta didik.
Untuk mengatasi atau memecahkan masalah tersebut maka perlu adanya pembinaan untuk peserta didik yang mengalami permasalahan didalam belajarnya berupa bimbingan untuk melahirkan peserta didik yang berkualitas. Maka perlunya peran guru yang mengerti tentang pembinaan di sekolah.
Makalah ini akan membahas tentang cara mengatasi masalah belajar peserta didik dalam belajarnya. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini.

Watampone, 31 Maret 2016

Arviana Agus



DAFTAR ISI

                               
                                                                           

 






BAB 1 PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang

Tugas utama seorang guru adalah membelajarkan siswa. Ini berarti bahwa bila guru mengajar, maka diharapkan siswa belajar. Namun adakalahnya didalam kegiatan belajar mengajar di sekolah sering ditemukan masalah-masalah yang berkenaan dengan belajar yang dialami siswa tersebut. Masalah-masalah tersebut dipengaruhi oleh faktor internal yang berasal dari dalam diri siswa sendiri dan juga oleh faktor eksternal yang berasal dari luar siswa itu sendiri.
Masalah-masalah yang dialami oleh siswa apabila tidak segera diatasi tentunya akan menghambat proses belajar siswa dan akan berdampak pada pencapaian tujuan dari belajar tersebut. Siswa akan berhasil dalam proses belajar apabila sisa itu tidak mempunyai masalah yang dapat mempengaruhi proses belajarnya. Jika terdapat siswa yang mempunyai masalah dan permasalahan siswa tersebut tidak segera ditemukan solusinya, siswa akan mengalami kegagalan atau kesulitan belajar yang akan mengakibatkan rendah prestasinya/tidak lulus, rendahnya prestasi belajar, minat belajar atau tidak dapat melanjutkan belajar. Untuk itu, sebagai seorang guru ataupun pendidik kita harus mengetahui kondisi siswa agar tercipta proses pembelajaran yang baik dan kondusif.

2.1         Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan yang dapat dirumuskan, antara lain :
1.    Apa pengertian belajar?
2.    Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi masalah belajar?
3.    Bagaimana menentukan siswa yang mengalami masalah belajar?
4.    Bagaimana cara mengenal dan mengatasi kesultan belajar siswa?

3.1         Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penulisan yang dapat dirumuskan, antara lain :
1.    Untuk mengetahui definisi masalah belajar.
2.    Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi belajar.
3.    Untuk mengetahui cara menentukan siswa yang mengalami masalah belajar.
4.    Untuk mengetahui cara mengenal dan mengatasi kesulitan belajar siswa.





BAB II PEMBAHASAN


2.1         Definisi masalah belajar

Masalah adalah ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan, ada yang  melihat sebagai tidak terpenuhinya kebutuhan seseorang, dan adapula yang mengartikannya sebagai suatu hal yang tidak mengenakan. Prayitno (1985) mengemukakan bahwa masalah adalah sesuatu yang tidak disukai adanya, menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri atau orang lain, ingin atau perlu dihilangkan. Sedangkan menurut pengertian secara psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan dalam tingkat laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan lingkungannya.  Pengertian belajar dapat didefinisikan yaitu belajar alah sesuatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkat laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu ini sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid akan mengahambat kelancaran proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan dirinya yaitu berupa kelemahan. Kelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Masalah-masalah belajar ini tidak hanya dialami oleh murid-murid yang lambat saja dalam belajarnya, tetapi juga dapat meimpa murid-murod yang pandai atau cerdas.
Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Masalah-masalah belajar ini tidak hanya dialami oleh murid-murid yang lambat saja dalam belajarnya, tetapi juga dapat menimpah murid-murid yang pandai atau cerdas. Dalam interaksi belajarmengajar siswa merupakan kounci utama keberhasilan dilakukan. Proses belajar merupakan aktivitas psikis berkenaan dengan bahan belajar.

2.2         Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar

Faktor-faktor yang dialami dan dihayati oleh siswa dan hal ini akan sangat berpengaruhi tergadap proses belajar.
1.    Faktor-faktor internal belajar
Didalam belajar siswa menghadapi masalah-masalah belajar secara internal. Jika siswa tidak dapat mengatasi masalahnya, maka ia tidak dapat belajar dengan baik. Faktor-faktor internal masalah belajar pada siswa antara lain sebagai berikut :
a.    Sikap terhadap belajar
     Sikap merupakan kemampuan memberikan penilaian tentang sesuatu, yang membawa diri sesuai dengan penilaian. Adanya penilaian terhadap sesuatu memberikan sikap menerima, menolak atau mengabaikannya begitu saja. Selama melakukan proses pembelajaran sikap siswa akan menentukan hasil dari pembelajaran tersebut. Pemahaman siswa yang salah terhadap belajar akan membawa siswa kepada sikap yang salah dalam melakukan pembelajaran tersebut. Sikap siswa ini akan mempengaruhinya terhadap tindakan belajar. Siswa siswa yang salah akan membawa siswa merasa tidak peduli dengan belajar lagi. Akbiatnya tidak akan terjadi proses belajar yang kondusif.
b.    Motivasi belajar
     Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar. Selanjutnya mutu belajar akan menjadi rendah. Oleh karena ini motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus.
c.    Konsentrasi belajar
     Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya. Untuk memperkuat perhatian, guru perlu melakukan berbagai strategi belajar mengajar dan memperhatikan waktu belajar serta selingan istirahat yang perlu diperhatikan oleh guru ketika memulai proses belajar, sebaiknya guru tidak langsung melakukan pembelajaran, namun seorang guru harus memusatkan perhatian siswanya terlebih dahulu sehingga siswa siap untuk melakukan pembelajaran.
d.   Menyimpang perolehan hasil belajar
     Menyimpan perolehan hasil belajar merupakan kemampuan menyimpan isi pesan dan cara perolehan pesan-pesan dan cara perolehan pesan. Kemampuan menyimpan tersebut dapat berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Biasanya hasil belajar yang disimpan dalam jangkah waktu yang oanjang akan mudah dilupakan oleh siswa. Hal ini akan terjadi jikas siswa tidak membuka kembali bahan belajar yang telah diberikan oleh guru.
e.    Menggali hasil belajar yang tersimpan
     Menggali hasil belajar yang tersimpan merupakan proses mengaktifkan pesan yang telah diterima. Dalam hal ini siswa akan memperkuat pesan dengan cara mempelajari kembali atau mengalikannya dengan bahan lama. Hal ini siswa akan menggali dan membangkit dan menggali kembali pesan dan pengalaman lama untuk suatu ujuk hasil belajar.
2.    Faktor-faktor Eksternal belajar
     Program pembelajaran sebagai rekayasa pendidikan guru di seoklah merupakan faktor eksternal. Ditinjau dari segi siswa, maka ditemukan beberapa ekstenal yang berpengaruhi pada aktivitas belajar. Faktor-faktor eksternal tersebut adalah sebagai berikut :
1.    Guru sebagai pembina siswa belajar
Guru adalah pengajar yang mendidik. Ia tidak hanya mengajar bidang studi yang sesuai dengan keahliannya, tetapi juga menjadi menjadi pendidik pemuda generasi bangsa. Guru yang mengajar siswa adalah seorang pribadi yang tumbuh menjadi penyandang profesi bidang tertentu.
2.    Prasarana dan sarana belajar
Prasarana belajar meliputi sarana olahraga, gedung sekolah, ruang sekolah, tempat ibadah, ruang kesenian, dan peralatan olaraga. Sedangkan sarana pembelajaran meliputi buku pelajaran, buku bajaan, dan fasilitas laboratorium sekolah serta  berbagai media pembelajaran yan lain. Lengkapnya sarana dan prasarana merupakan kondisi pembelajaran yang baik.
3.    Kebijakan penilaian
Kebijakan penilaian merupakan proses belajar mencapai puncaknya pada hasil belajar siswa atau unjuk kerja siswa. Hasil belajar merupakan hasil proses belajar.
4.    Lingkungan sosial siswa disekolah
Tiap siswa dalam lingkungan sosial memiliki kedudukan, peranan dan tanggung jawab sosial tertentu. Dalam kehidupan tersebut terjadi pergaulan seperti hubungan sosial tertentu. Dalam kehidupan tersebut terjadi hubungan akrab kerjasama, kerja berkoperasi, berkompetensi atau bersaing.
5.    Kurikulum sekolah
Kurikulum yang berlaku disekolah adalah kurikulum nasional yang disahkan oleh pemerintah atau yayasan tuntutan kemajuan masyarakat.

2.3         Cara Menentukan Siswa Mengalami Masalah Belajar

Siswa yang belajar di sekolah merupakan skibat dari program pembelajaran guru. Guru berkempentingan untuk mendorong siswa aktif belajar. Dengan demikian sebagai pendidik generasi muda bangsa, guru berkewajiban mencari dan menemukan masalah-masalah belajar yang dhadapi siswa.
1.      Pengamatan perilaku belajar
2.      Analisis hasil belajar
3.      Tes hasil belajar

2.4         Mengenal Masalah Belajar Siswa

Dalam pelaksanaan tugas pembelajaran guru tidak hanya berkewajiban menyajikan materi pelajaran dan mengevaluasi siswa, akan tetapi juga bertanggungjawab terhadap pelaksanaan bimbimbangan belajar. Sebgai pembimbing belajar siswa, guru harusmmengadakan pendekatan intruksional bukan saja melalui pendekatan intruksional, akan tetapi dibarengi dengan pendekatan yang bersifat pribadi dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung.
Agar bimbingan belajar lebih terarah dalam upaya membantu siswa mengatasi masalah belajar, maka perlu diperhatikan langkah-langkah berikut ini :
1)      Identifikasi
2)      Diagnosis
3)      Prognosis
4)      Terapi atau pemberian bantuan
5)      Tindak lanjut

2.5         Usaha mengatasi masalah belajar

Dalam rangka usaha mengatasi masalah belajar tidak bisa diabaikan dengan kegiatan mencari faktor-faktor yang yang diduga sebagai penyebabnya. Karena itu, mencari sumber-sumber penyebab utama dan sumber-sumber penyebab penyerta lainnya, mutlak dilakukan secara akurat, efektif, dan efisien.
Secara garis besar, langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam rangka usaha mengatasi masalah belajar anak didik, dapat dilakukan dengan 6 tahap, yaitu pengumpulan data, pengolahan data, diagosis data, diagnosis, prognosis, treatment, dan evaluasi.
1.    Pengumpulan data
Untuk menemukan sumber penyebab kesulitan belajar, diperlukan banyak informasi. Untuk memperoleh informasi, maka perlu diadakan suatu pengamatan langsung yang disebut dengan pengumpulan data.
2.    Pengolahan data
Data yang telah terkumpul dari kegiatan tahap pertama tersebut, tidak ada artinya jika tidak diadakan pengolahan secara cermat. Semua data harus diolah dan dikaji untuk mengetahui secara pasti sebab-sebab kesulitan belajar yang duhadapi oleh anak.
3.    Diagnosis
Diagnosis adalah keputusan (penentuan) mengenai hasil dari pengolahan data.
4.    Prognosis
Prognosis artinya ramalan. Apa yang telah ditetapkan dalam tahap diagnosis,akan menjadi dasar utama dalam menyusun dan menetapkan ramalan mengenai bantuan apa yang harus diberikan kepadanya untuk membantu mengatasi masalahnya.
5.    Treatment/Perlakuan
Perlakuan adalah pemberian bantuan kepada anak yang bersangkutan  yang mengalami kesulitan belajar sesuai dengan program yang telah disusun pada tahap prognosis tersebut.
6.    Evaluasi
Evaluasi untuk mengetahui perlakuan yang telah diberikan berhasil dengan baik. Artinya ada kemajuan, yaitu anak dapat dibantu keluar dari lingkaran masalah kesulitan belajar, atau gagal atau berhasil perlakuan yang telah diberikan kepada anak, dapat diketahui sampai saejauh mana kebenaran jawaban anak terhadap item-item soal yangdiberikan dalam junkah tertentu melalui alat evaluasi berupa tes prestasi belajar.



BAB III PENUTUP


3.1         Kesimpulan

Kesulitan dalam pembelajaran atau belajar merupakan suatu hal yang sering ditemui oleh para penddik, terutama guru. Sebgai upaya untuk memberikan terapi terhadap permasalahan kesulitan belajar maka dapat ditempuh melalui berbagai media penanganan yang khusus intensif serta terpadu antara pendidik, siswa dan orang tua dirumah karena walau bagaimana pun juga sebagian waktu anak lebih banyak dihaniskan di rumah daripada di sekolah di bawah pengawasan orang tua.
Dalam hal ini pendidik yakni guru di sekolah dan orang tua di rumah dituntut untuk benar-benar mengerti akan tipe atau jenis masalah yang dihadapi oleh siswa/anak. Dengan memahami jenis makalah diharapkan pendidik mampu memberikan solusi  penanggulangan sesuai dengan masakah yang bersangkutan.

3.2         Saran

Untuk mengakhiri makalah ini ada beberapa saran yang perlu disampaikan antara lain :
1.    Kepada pihak sekolah
Kepala sekolah agar memebrikan bantuan terhadap setiap guru yang mimiliki siswa berkesulitan belajar dengan memenuhi kebutuhan belajar siswa baik fasilitas, media belajar termasuk lebih memperbanyak buku-buku perpustakaan baik buku pelajaran atau buku bacaan yangmenunjang belajar siswa serta mengadakan bimbingan di sekolah kepada siswa untuk memecahkan masalah yang dihadapan.
2.    Kepada guru
Guru agar selalu berupaya, mecari faktor-faktor dam membuat strategi dalam mengatasi kesulitan belajar siswa yang sudah dijalankan guru selama ini. Sebaiknya guru lebih meningkatkan dalam memberikan motivasi atau dorongan kepada siswa untuk lebih giat dalam belajar yang tepat.
3.    Kepada siswa
Kepada siswa dan siswi hendaknya mempunyaiperhatian terhadap dirinya sendiri misalnya apabila ada masalah yang sulit dipecahkan secara sendirian hendaknya berkonsultasi pada guru ataupun orang lain yang dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi.






DAFTAR PUSTAKA


·         Budianto, Unggul. 2015. Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Pendidikan Kewarganegaraan  Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri Bibis Bangunjiwo Kasihan Bantul. Penerbit PGSD FKIP Universitas PGRI Yogyakarta









Tidak ada komentar:

Posting Komentar