KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas kuasa-Nya, saya dapat menyelesaikan
makalah mengatasi masalah belajar. Melihat masalah yang sering dialami oleh
peserta didik maka saya ingin memberi solusi untuk mengatasi atau memecahkan
masalah belajar yang sering dialami para peserta didik.
Untuk mengatasi atau
memecahkan masalah tersebut maka perlu adanya pembinaan untuk peserta didik
yang mengalami permasalahan didalam belajarnya berupa bimbingan untuk
melahirkan peserta didik yang berkualitas. Maka perlunya peran guru yang
mengerti tentang pembinaan di sekolah.
Makalah ini akan
membahas tentang cara mengatasi masalah belajar peserta didik dalam belajarnya.
Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu saya
dalam menyelesaikan makalah ini.
Watampone, 31 Maret 2016
Arviana Agus
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tugas utama seorang guru adalah membelajarkan siswa.
Ini berarti bahwa bila guru mengajar, maka diharapkan siswa belajar. Namun
adakalahnya didalam kegiatan belajar mengajar di sekolah sering ditemukan
masalah-masalah yang berkenaan dengan belajar yang dialami siswa tersebut.
Masalah-masalah tersebut dipengaruhi oleh faktor internal yang berasal dari
dalam diri siswa sendiri dan juga oleh faktor eksternal yang berasal dari luar
siswa itu sendiri.
Masalah-masalah yang dialami oleh siswa apabila
tidak segera diatasi tentunya akan menghambat proses belajar siswa dan akan
berdampak pada pencapaian tujuan dari belajar tersebut. Siswa akan berhasil
dalam proses belajar apabila sisa itu tidak mempunyai masalah yang dapat
mempengaruhi proses belajarnya. Jika terdapat siswa yang mempunyai masalah dan permasalahan
siswa tersebut tidak segera ditemukan solusinya, siswa akan mengalami kegagalan
atau kesulitan belajar yang akan mengakibatkan rendah prestasinya/tidak lulus,
rendahnya prestasi belajar, minat belajar atau tidak dapat melanjutkan belajar.
Untuk itu, sebagai seorang guru ataupun pendidik kita harus mengetahui kondisi
siswa agar tercipta proses pembelajaran yang baik dan kondusif.
2.1 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan
yang dapat dirumuskan, antara lain :
1. Apa
pengertian belajar?
2. Apa
saja faktor-faktor yang mempengaruhi masalah belajar?
3. Bagaimana
menentukan siswa yang mengalami masalah belajar?
4. Bagaimana
cara mengenal dan mengatasi kesultan belajar siswa?
3.1 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penulisan
yang dapat dirumuskan, antara lain :
1. Untuk
mengetahui definisi masalah belajar.
2. Untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi belajar.
3. Untuk
mengetahui cara menentukan siswa yang mengalami masalah belajar.
4. Untuk
mengetahui cara mengenal dan mengatasi kesulitan belajar siswa.
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi masalah belajar
Masalah adalah ketidaksesuaian antara harapan dengan
kenyataan, ada yang melihat sebagai
tidak terpenuhinya kebutuhan seseorang, dan adapula yang mengartikannya sebagai
suatu hal yang tidak mengenakan. Prayitno (1985) mengemukakan bahwa masalah
adalah sesuatu yang tidak disukai adanya, menimbulkan kesulitan bagi diri
sendiri atau orang lain, ingin atau perlu dihilangkan. Sedangkan menurut
pengertian secara psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu
perubahan dalam tingkat laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya
dalam memenuhi kebutuhan lingkungannya.
Pengertian belajar dapat didefinisikan yaitu belajar alah sesuatu proses
yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkat laku yang baru
secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu ini sendiri dalam
interaksi dengan lingkungannya.
Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang
dialami oleh murid akan mengahambat kelancaran proses yang dilakukan individu
untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Kondisi
tertentu itu dapat berkenaan dengan dirinya yaitu berupa kelemahan. Kelemahan
dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi
dirinya. Masalah-masalah belajar ini tidak hanya dialami oleh murid-murid yang
lambat saja dalam belajarnya, tetapi juga dapat meimpa murid-murod yang pandai
atau cerdas.
Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan dirinya
yaitu berupa kelemahan-kelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan
yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Masalah-masalah belajar ini tidak hanya
dialami oleh murid-murid yang lambat saja dalam belajarnya, tetapi juga dapat
menimpah murid-murid yang pandai atau cerdas. Dalam interaksi belajarmengajar
siswa merupakan kounci utama keberhasilan dilakukan. Proses belajar merupakan
aktivitas psikis berkenaan dengan bahan belajar.
2.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar
Faktor-faktor yang dialami dan dihayati oleh siswa
dan hal ini akan sangat berpengaruhi tergadap proses belajar.
1.
Faktor-faktor internal belajar
Didalam
belajar siswa menghadapi masalah-masalah belajar secara internal. Jika siswa
tidak dapat mengatasi masalahnya, maka ia tidak dapat belajar dengan baik.
Faktor-faktor internal masalah belajar pada siswa antara lain sebagai berikut :
a.
Sikap terhadap belajar
Sikap
merupakan kemampuan memberikan penilaian tentang sesuatu, yang membawa diri
sesuai dengan penilaian. Adanya penilaian terhadap sesuatu memberikan sikap
menerima, menolak atau mengabaikannya begitu saja. Selama melakukan proses
pembelajaran sikap siswa akan menentukan hasil dari pembelajaran tersebut.
Pemahaman siswa yang salah terhadap belajar akan membawa siswa kepada sikap
yang salah dalam melakukan pembelajaran tersebut. Sikap siswa ini akan
mempengaruhinya terhadap tindakan belajar. Siswa siswa yang salah akan membawa
siswa merasa tidak peduli dengan belajar lagi. Akbiatnya tidak akan terjadi
proses belajar yang kondusif.
b.
Motivasi belajar
Motivasi belajar merupakan kekuatan mental
yang mendorong terjadinya proses belajar. Lemahnya motivasi atau tiadanya
motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar. Selanjutnya mutu belajar
akan menjadi rendah. Oleh karena ini motivasi belajar pada diri siswa perlu
diperkuat terus menerus.
c.
Konsentrasi belajar
Konsentrasi belajar merupakan kemampuan
memusatkan perhatian pada pelajaran. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada
isi bahan belajar maupun proses memperolehnya. Untuk memperkuat perhatian, guru
perlu melakukan berbagai strategi belajar mengajar dan memperhatikan waktu
belajar serta selingan istirahat yang perlu diperhatikan oleh guru ketika
memulai proses belajar, sebaiknya guru tidak langsung melakukan pembelajaran,
namun seorang guru harus memusatkan perhatian siswanya terlebih dahulu sehingga
siswa siap untuk melakukan pembelajaran.
d.
Menyimpang perolehan hasil belajar
Menyimpan perolehan hasil belajar merupakan
kemampuan menyimpan isi pesan dan cara perolehan pesan-pesan dan cara perolehan
pesan. Kemampuan menyimpan tersebut dapat berlangsung dalam jangka waktu yang
panjang. Biasanya hasil belajar yang disimpan dalam jangkah waktu yang oanjang
akan mudah dilupakan oleh siswa. Hal ini akan terjadi jikas siswa tidak membuka
kembali bahan belajar yang telah diberikan oleh guru.
e.
Menggali hasil belajar yang tersimpan
Menggali hasil belajar yang tersimpan
merupakan proses mengaktifkan pesan yang telah diterima. Dalam hal ini siswa
akan memperkuat pesan dengan cara mempelajari kembali atau mengalikannya dengan
bahan lama. Hal ini siswa akan menggali dan membangkit dan menggali kembali
pesan dan pengalaman lama untuk suatu ujuk hasil belajar.
2.
Faktor-faktor Eksternal belajar
Program pembelajaran sebagai rekayasa
pendidikan guru di seoklah merupakan faktor eksternal. Ditinjau dari segi
siswa, maka ditemukan beberapa ekstenal yang berpengaruhi pada aktivitas
belajar. Faktor-faktor eksternal tersebut adalah sebagai berikut :
1. Guru
sebagai pembina siswa belajar
Guru adalah pengajar yang mendidik. Ia tidak hanya
mengajar bidang studi yang sesuai dengan keahliannya, tetapi juga menjadi
menjadi pendidik pemuda generasi bangsa. Guru yang mengajar siswa adalah
seorang pribadi yang tumbuh menjadi penyandang profesi bidang tertentu.
2. Prasarana
dan sarana belajar
Prasarana
belajar meliputi sarana olahraga, gedung sekolah, ruang sekolah, tempat ibadah,
ruang kesenian, dan peralatan olaraga. Sedangkan sarana pembelajaran meliputi
buku pelajaran, buku bajaan, dan fasilitas laboratorium sekolah serta berbagai media pembelajaran yan lain.
Lengkapnya sarana dan prasarana merupakan kondisi pembelajaran yang baik.
3. Kebijakan
penilaian
Kebijakan
penilaian merupakan proses belajar mencapai puncaknya pada hasil belajar siswa
atau unjuk kerja siswa. Hasil belajar merupakan hasil proses belajar.
4. Lingkungan
sosial siswa disekolah
Tiap siswa dalam
lingkungan sosial memiliki kedudukan, peranan dan tanggung jawab sosial
tertentu. Dalam kehidupan tersebut terjadi pergaulan seperti hubungan sosial
tertentu. Dalam kehidupan tersebut terjadi hubungan akrab kerjasama, kerja
berkoperasi, berkompetensi atau bersaing.
5. Kurikulum
sekolah
Kurikulum yang
berlaku disekolah adalah kurikulum nasional yang disahkan oleh pemerintah atau
yayasan tuntutan kemajuan masyarakat.
2.3 Cara Menentukan Siswa Mengalami Masalah Belajar
Siswa yang belajar di sekolah merupakan skibat dari
program pembelajaran guru. Guru berkempentingan untuk mendorong siswa aktif
belajar. Dengan demikian sebagai pendidik generasi muda bangsa, guru
berkewajiban mencari dan menemukan masalah-masalah belajar yang dhadapi siswa.
1. Pengamatan
perilaku belajar
2. Analisis
hasil belajar
3. Tes
hasil belajar
2.4 Mengenal Masalah Belajar Siswa
Dalam pelaksanaan tugas pembelajaran guru tidak
hanya berkewajiban menyajikan materi pelajaran dan mengevaluasi siswa, akan
tetapi juga bertanggungjawab terhadap pelaksanaan bimbimbangan belajar. Sebgai
pembimbing belajar siswa, guru harusmmengadakan pendekatan intruksional bukan
saja melalui pendekatan intruksional, akan tetapi dibarengi dengan pendekatan
yang bersifat pribadi dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung.
Agar bimbingan belajar lebih terarah dalam upaya
membantu siswa mengatasi masalah belajar, maka perlu diperhatikan
langkah-langkah berikut ini :
1) Identifikasi
2) Diagnosis
3) Prognosis
4) Terapi
atau pemberian bantuan
5) Tindak
lanjut
2.5 Usaha mengatasi masalah belajar
Dalam rangka usaha mengatasi masalah belajar tidak
bisa diabaikan dengan kegiatan mencari faktor-faktor yang yang diduga sebagai
penyebabnya. Karena itu, mencari sumber-sumber penyebab utama dan sumber-sumber
penyebab penyerta lainnya, mutlak dilakukan secara akurat, efektif, dan
efisien.
Secara garis besar, langkah-langkah yang perlu ditempuh
dalam rangka usaha mengatasi masalah belajar anak didik, dapat dilakukan dengan
6 tahap, yaitu pengumpulan data, pengolahan data, diagosis data, diagnosis,
prognosis, treatment, dan evaluasi.
1. Pengumpulan
data
Untuk menemukan sumber penyebab kesulitan belajar, diperlukan
banyak informasi. Untuk memperoleh informasi, maka perlu diadakan suatu
pengamatan langsung yang disebut dengan pengumpulan data.
2. Pengolahan
data
Data
yang telah terkumpul dari kegiatan tahap pertama tersebut, tidak ada artinya
jika tidak diadakan pengolahan secara cermat. Semua data harus diolah dan
dikaji untuk mengetahui secara pasti sebab-sebab kesulitan belajar yang
duhadapi oleh anak.
3. Diagnosis
Diagnosis
adalah keputusan (penentuan) mengenai hasil dari pengolahan data.
4. Prognosis
Prognosis
artinya ramalan. Apa yang telah ditetapkan dalam tahap diagnosis,akan menjadi
dasar utama dalam menyusun dan menetapkan ramalan mengenai bantuan apa yang
harus diberikan kepadanya untuk membantu mengatasi masalahnya.
5. Treatment/Perlakuan
Perlakuan
adalah pemberian bantuan kepada anak yang bersangkutan yang mengalami kesulitan belajar sesuai
dengan program yang telah disusun pada tahap prognosis tersebut.
6. Evaluasi
Evaluasi
untuk mengetahui perlakuan yang telah diberikan berhasil dengan baik. Artinya
ada kemajuan, yaitu anak dapat dibantu keluar dari lingkaran masalah kesulitan
belajar, atau gagal atau berhasil perlakuan yang telah diberikan kepada anak,
dapat diketahui sampai saejauh mana kebenaran jawaban anak terhadap item-item
soal yangdiberikan dalam junkah tertentu melalui alat evaluasi berupa tes
prestasi belajar.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesulitan dalam pembelajaran atau belajar merupakan
suatu hal yang sering ditemui oleh para penddik, terutama guru. Sebgai upaya
untuk memberikan terapi terhadap permasalahan kesulitan belajar maka dapat
ditempuh melalui berbagai media penanganan yang khusus intensif serta terpadu
antara pendidik, siswa dan orang tua dirumah karena walau bagaimana pun juga
sebagian waktu anak lebih banyak dihaniskan di rumah daripada di sekolah di
bawah pengawasan orang tua.
Dalam hal ini pendidik yakni guru di sekolah dan
orang tua di rumah dituntut untuk benar-benar mengerti akan tipe atau jenis
masalah yang dihadapi oleh siswa/anak. Dengan memahami jenis makalah diharapkan
pendidik mampu memberikan solusi
penanggulangan sesuai dengan masakah yang bersangkutan.
3.2 Saran
Untuk mengakhiri makalah ini ada beberapa saran yang
perlu disampaikan antara lain :
1. Kepada
pihak sekolah
Kepala
sekolah agar memebrikan bantuan terhadap setiap guru yang mimiliki siswa
berkesulitan belajar dengan memenuhi kebutuhan belajar siswa baik fasilitas,
media belajar termasuk lebih memperbanyak buku-buku perpustakaan baik buku
pelajaran atau buku bacaan yangmenunjang belajar siswa serta mengadakan
bimbingan di sekolah kepada siswa untuk memecahkan masalah yang dihadapan.
2. Kepada
guru
Guru
agar selalu berupaya, mecari faktor-faktor dam membuat strategi dalam mengatasi
kesulitan belajar siswa yang sudah dijalankan guru selama ini. Sebaiknya guru
lebih meningkatkan dalam memberikan motivasi atau dorongan kepada siswa untuk
lebih giat dalam belajar yang tepat.
3. Kepada
siswa
Kepada
siswa dan siswi hendaknya mempunyaiperhatian terhadap dirinya sendiri misalnya
apabila ada masalah yang sulit dipecahkan secara sendirian hendaknya
berkonsultasi pada guru ataupun orang lain yang dapat membantu memecahkan
masalah yang dihadapi.
DAFTAR PUSTAKA
·
Budianto,
Unggul. 2015. Upaya Guru Dalam Mengatasi
Kesulitan Belajar Pendidikan Kewarganegaraan
Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri Bibis Bangunjiwo Kasihan Bantul.
Penerbit PGSD FKIP Universitas PGRI Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar