1
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia,
karena dengan pendidikan kemampuan dan kepribadian manusia dapat berkembang
baik di dalam lingkungan hidup pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa. Sejalan
dengan itu menurut Hasbullah (2008: 1) bahwa “Pendidikan diartikan sebagai usaha
yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau
mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental”.
Dengan demikian pendidikan dapat diharapkan untuk membentuk watak, sikap,
karakter siswa, sehingga cenderung bersifat positif dalam bermasyarakat dikelak
kemudian hari.
Pendidikan IPS merupakan salah satu pelajaran yang diajarkan di sekolah
dasar yang memberikan pengetahuan dasar dan keterampilan baik dari segi kritis,
sikap, serta kecakapan-kecakapan bagi siswa sebagai warga negara sedini mungkin
agar kelak siswa dapat memenuhi kebutuhan kehidupan sosial di masyarakat. Sejalan
dengan itu menurut Susanto (2013: 148) mengemukakan bahwa “pendidikan IPS
adalah salah satu mata pelajaran yang dapat memberikan wawasan pengetahuan yang
luas mengenal masyarakat lokal maupun global sehingga mampu hidup bersamasama
dengan masyarakat lainnya”. Sehingga memiliki kesadaran dan kepekaan
terhadap masalah sosial di lingkungannya.
1
2
Pembelajaran IPS yaitu bertujuan membentuk warga negara yang
berkemampuan sosial dan yakin akan kehidupannya sendiri di tengah-tengah
masyarakat agar menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Oleh
karena itu agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar
yang berguna bagi dirinya di kehidupan sehari-hari dalam pembelajaran sehingga
tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Sejalan dengan itu berdasarkan KTSP (2006:
575) tujuan mata pelajaran IPS di SD/MI agar peserta didik memiliki kemampuan
yaitu sebagai berikut:
1) Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan
masyarakat dan lingkungannya; 2) Memiliki kemampuan dasar untuk
berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan
masalah, dan keterampilan dalam kehidupan social; 3) Memilki
komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan;
4) Memilki kemampuan untuk berkomunikasi, bekerjasama dan
berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal,
nasional dan global.
Salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan melalui
Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
IPS di sekolah dasar menetapkan beberapa kajian materi yang harus dikuasai oleh
siswa meliputi (1) manusia, tempat dan lingkungan, (2) waktu, keberlanjutan, dan
perubahan, (3) sistem sosial dan budaya, (4) perilaku ekonomi dan kesejahteraan.
Melihat kajian materi ilmu sosial tersebut maka pelajaran IPS di sekolah dasar dapat
mengembangkan pengetahuan dan kesadaran dalam diri siswa terhadap kehidupan
bermasyarakat dan berbudaya, menghargai peninggalan sejarah, bersaing secara sehat
dalam berbagai macam masalah sosial serta memahami perkembangan teknologi.
3
Berdasarkan hal tersebut, maka pendidikan menjadi sebuah tempat untuk
melakukan proses menumbuh kembangkan sistem nilai dan budaya menuju kearah
yang lebih baik, antara lain dalam pembentukan kepribadian, keterampilan dan
perkembangan intelektual siswa. Salah satu mata pelajaran yang turut berperan
penting dalam pembentukan kepribadian, keterampilan dan perkembangan intelektual
sejak dini bagi siswa adalah pembelajaran IPS, bahwa IPS dapat mengembangkan
dan melatih potensi diri siswa yang mampu melahirkan manusia yang andal, baik
dalam bidang akademik maupun dalam aspek moralnya.
Kenyataan yang terjadi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 223 Sumpang
Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone belum sesuai harapan. Hal ini
terungkap melalui prapenelitian yang dilakukan pada hari Sabtu, 20 Desember 2014
melalui observasi kepada guru dan siswa kelas IV. Dari hasil observasi diperoleh data
tentang pelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae masih kurang,
yaitu (1) guru belum maksimal melibatkan siswa dalam proses pembelajaran,
sehingga siswa pasif dalam mengikuti proses pembelajaran, (2) guru belum efektif
dalam penggunaan media, sehingga siswa kurang motivasi dalam belajar, (3) guru
belum maksimal dalam membimbing, sehingga siswa kurang memahami materi
pembelajaran, (4) guru kurang berinteraksi dengan siswa, sehingga siswa belum
berani mengemukakan ide/pendapatnya.
Disamping peneliti mengadakan observasi juga mengambil dokumentasi
sekolah hasil ulangan tengah semester 1 tahun 2014 siswa kelas IV pada mata
pelajaran IPS terungkap bahwa hasil belajar siswa tersebut masih rendah yang jauh
4
dari nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Dari 22 siswa mendapat nilai
diatas 70 sebanyak 5 siswa sekitar 22,73%. Siswa yang mendapat nilai dibawah 70
sebanyak 17 siswa atau sekitar 77,28%.
Apabila masalah tersebut di atas dibiarkan, maka akan berdampak kurang
terhadap mutu dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di sekolah dasar. Untuk
memecahkan masalah tersebut di atas, peneliti bersama guru akan mengkolaborasikan
penyebab masalah-masalah yang ditemukan oleh peneliti untuk menentukan cara
pemecahan atau penanggulangannya dengan menerapkan model pembelajaran Mind
Mapping dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pembelajaran IPS di kelas IV
SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Model pembelajaran Mind Mapping efektif dalam meningkatkan potensi dan
tingkat pemahaman menyeluruh pada siswa karena model pembelajaran Mind
Mapping adalah salah satu upaya yang dapat digunakan untuk memberikan kesan
mendalam pada proses belajar siswa dan juga model pembelajaran Mind Mapping
juga menenangkan, menyenangkan dan kreatif bagi siswa. Sejalan dengan itu
menurut Martin (Trianto, 2007: 157) mengemukakan bahwa model pembelajaran
Mind Mapping adalah inovasi baru yang penting untuk membantu anak menghasilkan
pembelajaran bermakna dalam kelas”. Selain itu, model pembelajaran Mind Mapping
sangat cocok digunakan dalam pembelajaran IPS karena dengan penggunaan model
pembelajaran Mind Mapping dapat memungkinkan siswa dapat memahami konsep
materi yang diajarkan, dan juga dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar
siswa.
5
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah bagaimana penerapan model pembelajaran Mind Mapping dalam
meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone?.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model
pembelajaran Mind Mapping dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV
SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini di bagi atas dua yaitu
manfaat teoritis dan manfaat praktis yaitu sebagai berikut:
1. Manfaat Teoretis
a. Bagi siswa meningkatkan atau memperluas wawasan tentang teori belajar
pembelajaran yang dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan hasil belajar
IPS di SD.
b. Bagi guru memiliki pengetahuan tentang penerapan model pembelajaran Mind
Mapping sebagai bentuk inovasi pembelajaran di SD.
c. Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam
melakukan penelitian selanjutnya dan memberikan pengetahuan tentang hasil
kajian terhadap hasil belajar IPS.
6
2. Manfaat Praktis
a. Bagi siswa mendapat kesempatan dan pengalaman belajar dalam suasana
yang menyenangkan, meningkatkan hasil belajar melalui model pembelajaran
Mind Mapping.
b. Bagi guru dapat menerapkan suatu model yang efektif untuk meningkatkan
potensi dan tingkat pemahaman serta memberikan kesan mendalam dalam
pembelajaran IPS di SD.
c. Bagi peneliti dapat dijadikan pengalaman nyata dan dapat menggunakan
model pembelajaran Mind Mapping dalam pembelajaran IPS.
7
BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A. Kajian Pustaka
1. Model Pembelajaran Mind Mapping
a. Pengertian Model pembelajaran Mind Mapping
Model pembelajaran Mind Mapping “peta konsep” merupakan gambaran
menyeluruh dari suatu materi pembelajaran yang dibuat dalam bentuk sederhana
untuk mempermudah mengetahui isi materi tersebut sehingga membantu siswa dalam
mengingat materi. Sejalan dengan itu menurut Martin (Trianto, 2007: 157)
mengemukakan bahwa Mind Mapping adalah inovasi baru yang penting untuk
membantu anak menghasilkan pembelajaran bermakna dalam kelas”.
Mind Mapping dapat mengaktifkan kedua belahan otak manusia, karena otak
memiliki tugas dan cara kerja yang berbeda. Otak kiri bekerja untuk hal-hal yang
berkaitan dengan kata, angka dan daftar. Sementara otak kanan bekerja untuk hal-hal
yang berkaitan dengan kesadaran, imajinasi, warna, kecerdasan. Sementara model
pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menyerap dan mengeluarkan informasi dan
ide baru dalam otak dengan menggunakan warna, simbol, kata, garis lengkung
dan gambar yang sesuai dengan cara kerja otak. Sehingga dengan adanya
keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur
dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal.
Sehingga Model pembelajaran Mind Mapping efektif dalam meningkatkan potensi
7
8
dan tingkat pemahaman menyeluruh pada siswa. Sejalan dengan itu menurut Trianto
(2007: 166) menyatakan bahwa sebagai berikut:
Tujuan Mind Mapping yaitu untuk memperjelas pemahaman suatu
bacaan, sehingga dapat dipakai sebagai alat evaluasi dengan cara
membantu siswa untuk membaca peta konsep dan menjelaskan
hubungan antara konsep satu dengan konsep lain dalam satu peta
konsep.
Mind Mapping dapat membantu dalam belajar, mengajar, dan menyimpan
sebanyak mungkin informasi yang diinginkan, serta mengolongkan informasi tersebut
secara wajar agar memungkinkan mendapat daya ingat yang sempurna atas segala hal
yang diinginkan dengan cara mencatat yang menyenangkan, dan mudah menyerap
informasi dan ide baru dalam otak, sehingga mengingat informasi akan lebih mudah
dan bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat biasa dan cara kerja
alami otak dilibatkan sejak awal dalam proses pembelajaran berlangsung.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Mind Mapping adalah
suatu bentuk model belajar yang efektif untuk memahami kerangka konsep materi
pelajaran sehingga siswa dapat menyerap dan mengeluarkan informasi dan ide baru..
b. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Mind Mapping
Aqib (2014: 23) mengemukakan langkah-langkah model pembelajaran Mind
Mapping dalam proses pembelajaran yaitu sebagai berikut:
1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, 2) Guru
mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh
siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban,
3) membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, 4) Tiap
kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi,
5) Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai
9
kebutuhan guru, 6) Dari data-data di papan, siswa diminta membuat
kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang
disediakan guru.
Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan
Mind Mapping dapat memudahkan siswa untuk memahami dan mengingat
materi pembelajaran yang tersaji dalam bentuk Mind Mapping karena dibuat
sangat menarik.
Mind Mapping dapat membantu pembelajar mengatasi kesulitan,
mengetahui apa yang hendak ditulis, serta bagaimana mengotganisasi
gagasan, sebab teknik ini mampu membantu pembelajar menemukan
gagasan, mengetahui apa yang akan ditulis pembelajar, serta bagaimana
memulainya. Mind mapping sangat baik untuk merencanakan dan mengatur
berbagai hal. Untuk membantu peta konsep, ada beberapa langkah yang perlu
ditempuh.
Shoimin (Deporter, 2014: 106) mengemukakan bahwa: “1) Tulis
gagasan utama, 2) tambahkan sebuah cabang, 3) tuliskan kata kunci,
4) Tambahkan Simbol-Simbol”. Secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Tulis gagasan utamanya di tengah-tengah kertas dan lingkupilah
dengan lingkaran, persegi, atau bentuk lain.
2. Tambahkan sebuah cabang yang keluar dari pusatnya untuk setiap
poin atau gagasan utama. Jumlah cabang-cabangnya akan bervariasi,
tergantung darri jumlah gagasan atau segmen. Gunakan warna yang
berbeda untuk tiap-tiap cabang.
10
3. Tuliskan kata kunci atau frasa pada tiap-tiap cabang yang
dikembangkan untuk setail. Kata-kata kunci adalah kata-kata yang
menyampaikan inti sebuah gagasan dan memicu ingatan
pembelajaran.
4. Tambahkan simbol-simbol dan ilustrasi-ilustrasi untuk mendapatkan
ingatan yang lebih baik.
c. Keunggulan dan kelemahan model pembelajaran Mind Mapping
Shoimin (2014: 107) mengemukakan keunggulan model pembelajaran Mind
Mapping yaitu adalah; “1) Cara ini cepat, 2) teknik dapat digunakan untuk
mengorganisasikan ide-ide yang muncul dalam pemikiran, 3) proses menggambar
diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain, 4) diagram yang sudah terbentuk bisa
menjadi panduan untuk menulis”. Sedangkan kelemahan model pembelajaran Mind
Mapping ini yaitu adalah; “1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat, 2) Tidak seluruh
siswa belajar, 3) Jumlah detail informasi tidak dapat dimasukkan”.
2. Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping dalam Pembelajaran IPS
Berdasarkan langkah-langkah model pembelajaran Mind Mapping dalam
pembelajaran IPS, dapat dikemukakan sebagai berikut: kegiatan awal yang terdiri dari
guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam, kemudian menunjuk ketua kelas
untuk memimpin doa belajar didepan kelas, setelah itu guru mengabsen siswa,
kemudian guru mengadakan apersepsi dengan tanya jawab tentang materi
perkembangan teknologi.
11
Kegiatan inti yang terdiri dari guru menyampaikan kompetensi yang ingin
dicapai, selanjutnya guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa, setelah mengemukakan
konsep tersebut, guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang,
dikarenakan semua siswa hadir dengan jumlah 22 orang maka pembentukan
kelompok dibagi secara berpasangan sehingga diperoleh 11 kelompok. Setelah
pembentukan kelompok, tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi, setelah masing-masing kelompok selesai mencatat alternatif
jawaban selanjutnya tiap kelompok (diacak kelompok tertentu) membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru.
Selanjutnya dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru
memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru dan selanjutnya evaluasi.
Kegiatan akhir terdiri dari guru tanya jawab tentang materi. Setelah itu, gurru
memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua
dan kewajiban sebagai agama islam dan sebagai akhir pembelajaran guru menutup
pelajaran.
3. Hakikat Hasil Belajar
a. Pengertian Belajar
Kata atau istilah belajar bukanlah sesuatu yang baru, sudah sangat dikenal
secara luas, namun dalam pembahasan belajar ini masing-masing ahli memiliki
pemahaman dan definisi yang berbeda-beda. Menurut Leo Sutrisno (Suyono, 2012:
12
13) menyatakan bahwa “belajar adalah suatu proses aktif menyusun makna melalui
setiap interaksi dengan lingkungan, dengan membangun hubungan antara konsepsi
yang telah dimiliki dengan fenomena yang sedang dipelajari“. Dengan demikian,
belajar itu bukan sekedar mengingat atau menghafal saja, namun di alami oleh siswa
itu sendiri.
Adapun menurut W.S.Winkel (Suyono, 2012: 14) seorang kognitivis,
menyatakan bahwa “belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang
berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahanperubahan
dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap”. Sejalan
dengan itu belajar merupakan proses perubahan perilaku atau pribadi atau perubahan
dari diri seseorang berdasarkan pengalaman yang dialaminya. Sementara menurut
Suyono dan Hariyanto (2012: 9) menyatakan bahwa “belajar adalah suatu aktivitas
atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan,
memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian”. Dengan kata lain
belajar merupakan proses mencari ilmu yang terjadi dalam diri seseorang melalui
latihan, pembiasaan, pengalaman dan sebagainya untuk menjadi manusia yang
dewasa sehingga kelak menjadi manusia yang dibanggakan orang tuanya serta
negaranya.
Dari beberapa pengertian belajar di atas, maka dapat disimpulan bahwa
belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam
keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahaman, atau pengetahuan baru
13
sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan perilaku yang relatif tetap
baik dalam berpikir, merasa, maupun dalam bertindak.
b. Pengertian Hasil Belajar
Berdasarkan uraian tentang konsep belajar di atas, dapat dipahami tentang
makna hasil belajar, merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa,
baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari
kegiatan belajar. Sejalan dengan itu Soedijarto (Purwanto, 2013: 46) mengemukakan
bahwa “hasil belajar sebagai tingkat penguasaan yang dicapai oleh mahasiswa dalam
mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan”.
Dengan demikian hasil belajar seringkali digunakan sebagai ukuran untuk
mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai bahan yang sudah diajarkan.
K.Brahim (Susanto, 2013: 5) mengemukakan “hasil belajar dapat diartikan
sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah
yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah
pelajaran tertentu”. Sejalan dengan itu hasil belajar siswa merupakan kemampuan
yang diperoleh siswa setelah melalui proses kegiatan belajar untuk memperoleh suatu
bentuk perubahan setelah mempelajari suatu mata pelajaran di sekolah baik berubah
tingkah laku ataupun nilai.
Dari kedua pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar
memiliki peran penting bagi siswa dalam setiap proses kegiatan belajar mengajar
yang telah dialaminya, karena penilaian hasil belajar siswa dapat memberikan
informasi kepada guru sebagai ukuran untuk mengetahui tentang kemajuan belajar
14
siswa, baik itu menyangkut pengetahuan, sikap dan keterampilan yang terkait dengan
mata pelajaran yang diberikan kepada siswa.
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Wasliman (Susanto, 2013: 12) berpendapat bahwa “hasil belajar yang dicapai
oleh peserta didik merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang
mempengaruhi, baik faktor internal maupun eksternal”. Sscara perinci, uraian
mengenai faktor internal dan eksternal, sebagai berikut:
1) Faktor internal; faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam
diri siswa, yang memengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor internal ini
meliputi: kecerdasan, minat, dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan,
sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan.
2) Faktor eksternal; faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang
memengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keadaan
keluarga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, keluarga yang morat-marit
keadaan ekonominya, pertengkaran suami istri, perhatian orangtua yang
kurang terhadap anaknya, serta kebiasaan sehari-hari berperilaku yang kurang
baik dari orangtua dalam kehidupan sehari-hari berpengaruh dalam hasil
belajar siswa.
Sedangkan menurut Ruseffendi (Susanto, 2013: 14) mengidentifikasi bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar sebagai berikut: “kecerdasan,
kesiapan anak, bakat anak, kemauan belajar, minat anak, model penyajian materi,
pribadi dan sikap guru, suasana belajar, kompetensi guru, dan kondisi masyarakat”.
15
Dari kedua pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang
mempengaruhi meningkatnya hasil belajar adalah siswa dan guru. Pada siswa dilihat
bagaimana sikap, pikiran, perhatian, dan aktivitas dalam kegiatan proses
pembelajaran. Sedangkan pada guru, bagaimana seorang guru mengarahkan dan
membelajarkan siswa dengan caranya yang dapat diterima siswa.
4. Hakikat Pembelajaran IPS
a. Pengertian IPS
IPS merupakan suatu pelajaran yang semestinya siswa mendapatkan bekal
pengetahuan yang berharga dalam memahami dirinya sendiri dan orang lain dalam
lingkungan masyarakat yang berbeda tempat maupun waktu, baik secara individual
maupun secara kelompok. Sejalan dengan itu menurut Buchari Alma (Susanto, 2013:
141) berpendapat bahwa:
IPS sebagai suatu program pendidikan yang merupakan suatu
keseluruhan yang pada pokoknya mempersoalkan manusia dalam
lingkungan alam fisik, maupun dalam lingkungan sosialnya dan yang
bahannya diambil dari berbagai ilmu sosial, seperti: geografi, sejarah,
ekonomi, antropologi, sosiologi, politik dan psikologi.
Sementara itu Gunawan (2011: 93) menyatakan bahwa “hakikat IPS adalah
telaah tentang manusia dan dunianya. Manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup
bersama dengan sesamanya”. Sejalan dengan itu IPS juga membahas hubungan
antara manusia dengan lingkunganya. Lingkungan masyarakat dimana anak didik
tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari masyarakat, dihadapkan pada berbagai
permasalahan yang ada dan terjadi di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian
16
pendidikan IPS berusaha membantu peserta didik dalam memecahkan permasalahan
yang dihadapi sehingga akan menjadikannya semakin mengerti dan memahami
lingkungan sosial masyarakatnya.
Dari kedua pendapat diatas, maka disimpulkan bahwa pendidikan IPS
merupakan suatu mata pelajaran yang mengintergrasikan berbagai ilmu-ilmu sosial
dengan dan tujuan agar dapat dipahami serta dipelajari oleh siswa sehingga
mendapatkan bekal pengetahuan yang berharga dalam memahami dirinya sendiri dan
orang lain dalam lingkungan masyarakat.
b. Tujuan Pembelajaran IPS
Tujuan utama IPS ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar
peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental
positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi
setiap masalah yang tejadi sehari-hari, baik yang menimpa dirinya sendiri maupun
yang menimpa masyarakat. Sejalan dengan itu berdasarkan KTSP (2006: 575) tujuan
mata pelajaran IPS di SD/MI agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut:
1) Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan
masyarakat dan lingkungannya; 2) Memiliki kemampuan dasar untuk
berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan
masalah, dan keterampilan dalam kehidupan social; 3) Memilki
komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan;
4) Memilki kemampuan untuk berkomunikasi, bekerjasama dan
berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal,
nasional dan global.
Pembelajaran IPS bertujuan membentuk warga negara yang berkemampuan
sosial dan yakin akan kehidupannya sendiri di tengah-tengah kekuatan fisik dan
17
sosial, yang pada gilirannya akan menjadi warga negara yang baik dan bertanggung
jawab terhadap bangsa dan negarannya dalam berbagai segi kehidupan sosialnya
tersebut. Sejalan dengan itu Wahab (Gunawan, 2011: 21) mengemukakan sebagai
berikut:
Tujuan pengajaran IPS di sekolah tidak lagi semata-mata untuk
memberi pengetahuan dan menghapal sejumlah fakta dan informasi
akan tetapi lebih dari itu. Para siswa selain diharapkan memiliki
pengetahuan mereka juga dapat mengembangkan keterampilannya
dalam berbagai segi kehidupan dimulai dari keterampilan
akademiknya sampai pada keterampilan sosialnya.
Berdasarkan tujuan pembelajaran IPS tersebut diharapkan siswa benar-benar
terlibat dalam proses pembelajaran secara aktif sehingga dapat mengenal, memiliki
dan mampu berkomunikasi, bekerjasama, berkompetisi dalam kehidupan
bermasyarakatnya, sehingga dapat melahirkan warga negara yang baik dan
bertanggung jawab terhadap bangsa dan negarannya.
c. Ruang lingkup IPS
Ruang lingkup mata pelajaran IPS di SD/MI berdasarkan KTSP meliputi
aspek-aspek yaitu sebagai berikut: (1) Manusia, tempat dan lingkungan, (2) Waktu,
keberlanjuran, dan perubahan, (3) Sistem sosial dan budaya, dan (4) Perilaku
ekonomi dan kesejahteraan.
Keempat aspek tersebut sangat penting diajarkan pada siswa SD untuk
mempersiapkan diri menghadapi era globalisasi. sehingga siswa diarahkan untuk
dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab,
serta warga dunia yang cinta damai.
18
B. Kerangka Pikir
Salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa SD dalam KTSP
2006 adalah IPS. Harapan tentang pengajaran mata pelajaran IPS di SD belum
sesuai dengan kenyataan yang ada. Fenomena ini ditemukan pada siswa kelas IV
SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone, dimana
hasil belajar IPS masih rendah. Penyebab rendahnya hasil belajar IPS tersebut adalah
aspek guru dan aspek siswa yaitu (1) guru belum maksimal melibatkan siswa dalam
proses pembelajaran, sehingga siswa pasif dalam mengikuti proses pembelajaran,
(2) guru belum efektif dalam penggunaan media, sehingga siswa kurang motivasi
dalam belajar, (3) guru belum maksimal dalam membimbing, sehingga siswa kurang
memahami materi pembelajaran, (4) guru kurang berinteraksi dengan siswa, sehingga
siswa belum berani mengemukakan ide/pendapatnya.
Berdasarkan analisis masalah di atas, maka untuk mengatasinya, guru perlu
menerapkan model yang tepat. Model pembelajaran Mind Mapping efektif dalam
meningkatkan potensi dan tingkat pemahaman menyeluruh pada siswa karena Mind
Mapping adalah salah satu upaya yang dapat digunakan untuk memberikan kesan
mendalam pada proses belajar siswa dan juga menyenangkan dan kreatif bagi siswa.
Adapun langkah-langkah model pembelajaran Mind Mapping, yaitu: (1) Guru
menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, (2) Guru mengemukakan konsep/
permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh
siswa, (3) membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, (4) Tiap kelompok
menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi, (5) Tiap kelompok
19
(diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru, (6) Dari data-data di papan, siswa diminta
membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan
guru. Dengan menggunakan langkah-langkah di atas diharapkan meningkatkan hasil
belajar siswa dalam pembelajaran IPS di kelas IV. Adapun bagan kerangka pikir
model pembelajaran Mind Mapping sebagai berikut:
Bagan 2.1 Kerangka Pikir
Aspek Siswa
1. Siswa pasif dalam mengikuti
proses pembelajaran
2. Siswa kurang motivasi dalam
belajar
3. Siswa kurang memahami materi
pembelajaran
4. Siswa belum berani
mengemukakan ide/pendapatnya
Aspek Guru
1. Guru belum maksimal melibatkan
siswa dalam proses pembelajaran
2. Guru belum efektif dalam
penggunaan media
3. Guru belum maksimal dalam
membimbing
4. Guru kurang berinteraksi dengan
siswa
Langkah-langkah model Pembelajaran Mind Mapping yaitu:
a) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b) Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
c) membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
d) Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi
e) Tiap kelompok (diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya,
guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
f) Dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan, guru
memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
Hasil Belajar IPS Meningkat
Rendahnya hasil belajar IPS di kelas IV
20
C. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kajian pustaka dan kerangka pikir sebelumnya, hipotesis
tindakan dalam penelitian ini adalah jika diterapkan model pembelajaran Mind
Mapping dalam pembelajaran IPS, maka hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 223
Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone dapat meningkat.
21
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
1. Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat
deskriptif. Di samping itu penggunaan pendekatan ini dimaksud untuk membantu
peneliti untuk mengkaji keefektifan penerapan model pembelajaran Mind Mapping.
Adapun ciri-ciri pendekatan kualitatif yang diungkapkan oleh Lincoln dan Guba
(Moleong, 2007: 8) yaitu sebagai berikut:
a) latar alamiah, b) manusia sebagai alat, c) metode kualitatif, d)
analisis atau secara induktif, e) teori dan dasar, f) deskriptif, g) lebih
mementingkan proses dari pada hasil, h) adanya batas yang ditentukan
oleh fokus, i) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data, j) desain
yang bersifat sementara, k) hasil penelitian dirunding dan disepakati
bersama.
2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Arikunto, dkk
(2011: 2-3) dalam PTK terkandung tiga kata membentuk pengertian, maka ada tiga
pengertian yang dapat diterangkan yaitu sebagai berikut:
1) Penelitian – menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek
dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk
memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam
meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi
peneliti, 2) Tindakan – menunjuk pada sesuatu gerak kegiatan yang
sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk
rangkaian siklus kegiatan untuk siswa, 3) Kelas – dalam hal ini tidak
terikat pada pengertian ruang kelas, tetapi dalam pengertian yang lebih
21
22
spesifik. Seperti yang sudah lama dikenal dalam bidang pendidikan
dan pengajaran, yang dimaksud dengan istilah kelas adalah
sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran
yang sama dari guru yang sama pula.
Jadi, penelitian tindakan kelas merupakan suatu penelitian yang dilakukan
oleh guru dengan cara mencermati proses kegiatan belajar siswa yang berupa sebuah
tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam kelas secara bersamaan.
B. Fokus Penelitian
Penelitian ini difokuskan pada faktor siswa dan faktor guru, kedua hal ini
dapat diuraikan yaitu sebagai berikut:
1. Penerapan Model pembelajaran Mind Mapping. adalah satu bentuk model belajar
yang efektif untuk memahami kerangka konsep materi pelajaran. Penelitian ini
difokuskan bagaimana penerapan dan keberhasilan model pembelajaran Mind
Mapping dalam pembelajaran IPS.
2. Hasil belajar dalam pembelajaran IPS. Hasil yang dimaksud adalah kemampuan
yang dimiliki siswa yang dapat diukur langsung dengan menggunakan tes yang
dilakukan oleh guru setelah proses pembelajaran.
C. Setting dan Subjek Penelitian
1. Setting Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Dusun Boarenge RT 02/ RW 02 Desa Sumpang
Minangae di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue
Kabupaten Bone pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Adapun kondisi kelas
23
IV yaitu dalam keadaan normal, terdapat 1 meja guru, 11 meja siswa, 22 kursi siswa,
1 lemari buku, papan tulis, dan berbagai media pembelajaran karya guru dan siswa
kelas IV yang dipajang di kelas. Lokasi penelitian ini ditetapkan berdasarkan
pertimbangan: 1) masih ditemukan siswa yang memiliki hasil belajar rendah dalam
pembelajaran IPS, 2) di sekolah ini belum ada yang melakukan penelitian tindakan
kelas dengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping, 3) adanya dukungan
dari kepala sekolah dan guru terhadap pelaksanaan penelitian ini.
2. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang
Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone dengan jumlah siswa yang berada di
kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone
sebanyak 22 orang yang terdiri atas 13 laki-laki dan 9 perempuan pada semester
genap tahun ajaran 2014/2015.
D. Rancangan Tindakan
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas, dengan
model siklus atau berdaur. Arikunto (2011: 16) mengemukakan bahwa “proses
penelitian terdiri atas beberapa komponen yang tersusun secara sistematis, yaitu
dimulai dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi”.
Tahapan pelaksanaan penelitian tersebut diuraikan seperti berikut ini:
24
1. Tahap Perencanaan Penelitian (Planning)
Rencana tindakan pembelajaran yang disusun secara sistematis, berorientasi
ke depan dengan mempertimbangkan peristiwa-peristiwa tak terduga sehingga dapat
mengurangi atau mengeliminasi resiko. Berikut akan dijelaskan langkah-langkah
kegiatan perencanaan tindakan dalam menggunakan model pembelajaran Mind
Mapping pada pembelajaran IPS. Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini
yaitu: .
a. Peneliti dan guru kelas IV menelaah silabus dan kurikulum khususnya mata
pelajaran IPS.
b. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun sesuai
dengan model pembelajaran Mind Mapping.
c. Membuat lembar kerja siswa (LKS).
d. Membuat alat bantu belajar (media pembelajaran) yang diperlukan dalam
rangka membantu siswa dalam memahami materi pelajaran.
e. Membuat tes siklus dan evaluasi.
f. Membuat lembar observasi aspek guru dan aspek siswa.
g. Merancang alat penilaian sesuai dengan tes yang telah dibuat.
2. Tahap Pelaksanaan Tindakan (Acting)
Tahap ini merupakan implementasi dari pelaksanaan rancangan yang telah
disusun secara kolaboratif antara peneliti, sekolah dan guru dengan menerapkan
25
model pembelajaran Mind Mapping. Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada tahap
ini yaitu:
a) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b) Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
c) Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
d) Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
e) Tiap kelompok (diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru
mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
f) Dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan, guru memberi
bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
3. Tahap Observasi (Observing)
Tahap observasi dilakukan selama proses tindakan berlangsung dengan
menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan yang terdiri dari lembar
observasi aspek guru dan aspek siswa. Pengamatan dilakukan terhadap perilaku dan
aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan dampak yang
ditimbulkan dari perilaku guru terhadap siswa selama proses pembelajaran dengan
menerapkan langkah-langkah model pembelajaran Mind Mapping.
4. Tahap Refleksi (Reflecting)
Pada tahap ini dilakukan untuk mengkaji dan merenungkan kembali
informasi-informasi awal berkenaan dengan adanya ketidaksesuaian dengan praktek
26
pembelajaran. Tujuannya untuk merumuskan formulasi awal yang kemudian akan
dituangkan ke dalam rencana awal tindakan. Refleksi lanjutan ini dilakukan secara
bersama (kolaboratif) antara peneliti, guru kelas IV, dan kepala sekolah dalam
menemukan bahan perbaikan untuk rencana tindakan selanjutnya yang akan
dilakukan
Adapun skems slur tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah
seperti di bawah ini :
Bagan 3.1 Skema Alur PTK Model Siklus (Arikunto, dkk, 2011: 16)
E. Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data
1. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tes,
pengamatan, dan dokumentasi. Teknik tersebut diuraikan sebagai berikut:
Refleksi
Refleksi
Pelaksanaan
Pelaksanaan
Kesimpulan
Pengamatan
Perencanaan
Siklus II
Perencanaan
Pengamatan
Siklus I
27
a. Tes
Tes dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang hasil belajar siswa
terhadap materi pembelajaran IPS. Tes dilaksanakan pada akhir setiap
tindakan.
b. Pengamatan (observasi)
Pengamatan ini dilaksanakan oleh orang yang terlibat aktif dalam pelaksanaan
tindakan yaitu oleh Hj. Rosmini, S.Pd (guru kelas IV). Pada pengamatan ini
digunakan pedoman pengamatan untuk mencatat hal-hal yang dianggap
penting.
c. Dokumentasi
Dokumentasi bertujuan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan.
Dokumentasi dilakukan dengan cara mengumpulkan data nilai tugas siswa
pada pelajaran IPS rekaman foto dan video sabagai gambaran pelaksanaan
tindakan.
2. Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini dimulai dari pra penelitian
untuk mengetahui masalah apa yang dihadapi guru dan peserta didik dalam proses
pembelajaran. Agar data yang diperoleh bisa valid, maka perlu menggunakan
prosedur pengumpulan data. Adapun prosedur yang digunakan adalah:
a. Untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar siswa maka digunakan tes.
Tes yang digunakan berupa tes tertulis maupun tes lisan yang dilaksanakan
pada awal maupun akhir pelajaran.
28
b. Untuk mengetahui jalannya pembelajaran maka yang digunakan adalah
pengamatan (observasi) yang berpedoman pada lembar observasi yang
ditujukan untuk siswa dan guru.
c. Sebagai gambaran dalam pelaksanaan penelitian, maka digunakanlah
dokumentasi melalui foto dan rekaman atau video pelaksanaan tindakan.
F. Teknik Analisis Data dan Indikator Keberhasilan
1. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini dilakukan selama dan sesudah pengumpulan
data. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pekerjaan siswa dengan
hasil observasi. Data yang terkumpul perlu dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian.
Menurut Sugiyono (2012: 338) ada tiga, yaitu “ 1) mereduksi data, 2) Penyajian data,
3) penarikan kesimpulan dan verifikasi”. Analisis tersebut diuraikan sebagai berikut:
a. Mereduksi data adalah proses kegiatan menyeleksi, memfokuskan dan
menyederhanakan semua data yang telah diperoleh melalui berbagai sumber,
yaitu data hasil tes, observasi, dan catatan lapangan.
b. Penyajian data dilakukan dengan cara menyusun secara naratif, sekumpulan
informasi yang telah diperoleh dari hasil reduksi, sehingga dapat memberikan
kemungkinan penarikan kesimpulan dan penarikan tindakan. Informasi yang
dimaksud adalah uraian proses kegiatan pembelajaran, peningkatan
pemahaman siswa, kesulitan yang dihadapi siswa serta hasil yang diperoleh
sebagai akibat dari pemberian tindakan.
29
c. Penarikan kesimpulan dan verifikasi adalah memberikan kesimpulan terhadap
hasil penafsiran dan evaluasi. Penarikan kesimpulan merupakan
pengungkapan akhir dari hasil tindakan berdasarkan data yang telah disajikan.
2. Indikator keberhasilan
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini meliputi indikator proses dan hasil
dalam penelitian pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Mind
Mapping. Dari segi proses yaitu keterlaksanaan skenario pembelajaran yang
dilakukan guru dalam menerapkan model pembelajaran Mind Mapping tersebut dapat
dilihat pada proses yang dikelolah oleh guru dalam mengajarkan materi
pembelajaran. Sedangkan dari segi hasil yaitu dilihat dari peningkatan hasil belajar
siswa pada materi pembelajaran pada mata pelajaran IPS yang ditandai dalam
keberhasilan belajar secara klasikal minimal 70% yang sesuai dengan KKM yang ada
di SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Adapun Kriteria yang digunakan untuk mengungkapkan kemampuan siswa
adalah sesuai dengan kriteria yang dikemukakan oleh Arikunto (2010: 35), yaitu
sebagai berikut:
Tabel 3.1 Kriteria Ketuntasan Belajar
Tingkat Penguasaan Kualifikasi
81 % - 100 % Sangat baik (SB)
61 % - 80 % Baik (B)
41 % - 60 % Cukup (C)
21 % - 40 % Kurang (K)
< 21 % Sangat kurang (SK)
30
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Paparan Data Tindakan Siklus I
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone dengan menerapkan Model Pembelajaran Mind
Mapping dilaksanakan dalam dua siklus. Untuk siklus I pertemuan I diadakan pada
hari Rabu, tanggal 25 Maret 2015 dan pertemuan II diadakan pada hari Rabu, tanggal
01 April 2015. Masing-masing pertemuan disetiap siklus terdiri dari tahap
perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi, untuk setiap
tahap tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Tahap Perencanaan
Perencanaan tindakan dilaksanakan sebelum pelaksanaan tindakan kelas.
adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu (1) peneliti bersama dengan guru wali kelas
IV menelaah silabus dan kurikulum khususnya mata pelajaran IPS, (2) membuat
rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP yang disusun sesuai dengan langkahlangkah
model pembelajaran Mind Mapping, (3) membuat lembar kerja siswa atau
LKS untuk memudahkan siswa melakukan kerja kelompok, (4) membuat alat bantu
belajar (media pembelajaran) yang diperlukan dalam rangka membantu siswa dalam
memahami materi pelajaran, (5) membuat soal-soal tes siklus dan evaluasi,
30
31
(6) membuat lembar observasi aspek guru dan aspek siswa, dan (7) merancang alat
penilaian sesuai dengan tes siklus yang telah dibuat.
Perencanaan pembelajaran ini dibagi atas tiga kegiatan, yakni kegiatan awal,
kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Pada pertemuan pertama dan kedua pada siklus I
standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dibahas sama namun indikatornya
berbeda. Standar Kompetensi yang akan dibahas dalam peneliti ini yaitu 2. mengenal
sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi dilingkungan
kabupaten dan provinsi dengan kompetensi dasar yaitu 2.3 mengenal perkembangan
teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman penggunakannya.
Indikator dalam penelitian ini untuk pertemuan I yaitu 2.3.1 membandingkan
jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini. Tujuan dalam penelitian
ini adalah (1) Melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menjelaskan
pengertian teknologi produksi, (2) Melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa
dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini,
dan (3) Melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat membedakan jenisjenis
teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini. Indikator dalam penelitian
ini untuk pertemuan II yaitu 2.3.2 membandingkan jenis-jenis teknologi komunikasi
pada masa lalu dan masa kini. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Melalui model
pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi
komunikasi, (2) Melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat
menyebutkan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini, dan
32
(3) Melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat membedakan jenis-jenis
teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini.
Pada penelitian ini, peneliti selanjutnya akan bertindak sebagai guru dalam
proses pembelajaran. Agar semua kegiatan yang berlangsung selama pembelajaran
dapat diamati dengan baik, maka kegiatan pengamatan dibantu oleh guru kelas IV SD
Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Adapun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP selengkapnya pada pertemuan I
(lampiran 4 halaman 73) dan pertemuan II (lampiran 9 halaman 90).
b. Tahap Pelaksanaan
1) Pertemuan I
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan I dengan materi yaitu
perkembangan teknologi produksi melalui model pembelajaran Mind Mapping di
kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Pelaksanaan dilakukan pada hari Rabu, tanggal 25 Maret 2015 mulai pukul 10.10-
11.55 WITA. Yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang
Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone yang berjumlah 22 orang yang terdiri
dari 13 laki-laki dan 9 perempuan. Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan I
direncanakan 3 x 35 menit yang dialokasikan untuk tiga kegiatan yaitu kegiatan awal,
kegiatan inti dan kegiatan akhir, kesemuanya ini sudah dikonsep pada perencanaan
pelaksanaan pembelajaran, ketiga kegiatan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
33
a) Kegiatan Awal
Kegiatan awal merupakan kegiatan pertama dengan waktu 15 menit. Pada
kegiatan ini guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan siswa
menjawab dengan serentak. Guru mengajak siswa untuk berdoa dan ketua kelasnya
maju kedepan untuk memimpin doa dan semua siswa mengangkat kedua tangannya
secara bersamaan. Ada siswa yang terlihat menganggu temannya, sehingga guru
mendekati siswa tersebut dan siswa itu kembali berdoa, setelah itu guru mengecek
kehadiran siswa dan siswa mengangkat tangan dan menjawab saat guru menyebut
namanya. Selanjutnya guru mengadakan apersepsi yaitu bertanya jawab tentang
materi yang akan diajarkan dengan bertanya langsung kepada siswa untuk menggali
pengetahuannya. Setelah kegiatan awal selesai maka dilanjutkan kegiatan
selanjutnya.
b) Kegiatan Inti
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, maka
kegiatan ini berlangsung selama 75 menit. Pada kegiatan inti ini guru melakukan
pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping yang terdiri
dari guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, kemudian guru
mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban,
sebelumnya guru menjelaskan cara membuat Mind Mapping kemudian guru
menampilkan media berupa Mind Mapping untuk diamati oleh siswa pada saat proses
pembelajaran berlangsung namun terdapat siswa yang ribut. Guru mendekati siswa
tersebut dan menasehatinya. Selanjutnya guru melakukan tanya jawab tentang
34
teknologi produksi berdasarkan pengamatannya pada media yang di pajang di papan
tulis. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan semua
siswa hadir dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok dibagi secara
berpasangan berdasarkan tempat duduk siswa sehingga diperoleh 11 kelompok dan
dibagikan LKS namun ada siswa yang mengganggu temannya. Setelah pembentukan
kelompok, guru meminta tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi berupa Mind Mapping dari LKS yang dikerjakan namun
terdapat kelompok yang kurang bekerja sama. Guru menegur kelompok tersebut dan
kelompok tersebut langsung bekerja sama, setelah masing-masing kelompok selesai
mencatat alternatif jawaban selanjutnya guru menunjuk kelompok tertentu untuk
membacakan hasil diskusinya. namun kelompok tersebut terlihat malu dan gelisah.
Guru mencatat di papan tulis dan mengelompokkannya. Selanjutnya dari data-data di
papan, guru langung menunjuk siswa untuk membuat kesimpulan dan guru memberi
bandingan sesuai konsep dan selanjutnya guru memberikan evaluasi kepada siswa
dan membagikan lembar soal dan siswa pun mengerjakan.
c) Kegiatan Akhir
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, penyajian
maka kegiatan akhir berlangsung selama 15 menit yang terdiri dari guru memberikan
motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan kewajiban
sebagai agama islam. Guru mengajak siswa untuk berdoa secara bersama-sama dan
mengucapkan salam.
35
2) Pertemuan II
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan II dengan materi yaitu
perkembangan teknologi komunikasi melalui model pembelajaran Mind Mapping di
kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Pelaksanaan dilakukan pada hari Rabu, 01 April 2015 mulai pukul 10.10-11.55
WITA. Yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone yang berjumlah 22 orang yang terdiri dari 13
laki-laki dan 9 perempuan. Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan I direncanakan
3 x 35 menit yang dialokasikan untuk tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti
dan kegiatan akhir, kesemuanya ini sudah dikonsep pada perencanaan pelaksanaan
pembelajaran, ketiga kegiatan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Kegiatan awal
Kegiatan awal merupakan kegiatan pertama dengan waktu 15 menit. Pada
kegiatan ini guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan siswa
menjawab dengan serentak meskipun tampak beberapa siswa yang masih berbicara
dengan temannya. Guru kemudian mengajak siswa untuk berdoa dan ketua kelasnya
maju kedepan untuk memimpin doa dan semua siswa mengangkat kedua tangannya
secara bersamaan. Guru mengecek kehadiran siswa dan siswa mengangkat tangan dan
menjawab saat guru menyebut namanya. Selanjutnya mengadakan apersepsi yaitu
bertanya jawab tentang materi teknologi komunikasi yang akan diajarkan dengan
bertanya langsung kepada siswa untuk menggali pengetahuannya. Setelah kegiatan
awal selesai maka dilanjutkan kegiatan selanjutnya.
36
b) Kegiatan inti
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, maka
kegiatan ini berlangsung selama 75 menit. Pada kegiatan inti ini guru melakukan
pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping yang terdiri
dari guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, kemudian guru
mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban,
sebelumnya guru mengingarkan siswa cara membuat Mind Mapping seperti yang
telah dipelajari sebelumnya kemudian guru menampilkan media berupa Mind
Mapping untuk diamati oleh siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Selanjutnya guru melakukan tanya jawab tentang teknologi komunikasi berdasarkan
pengamatannya pada media yang di pajang di papan tulis. Setelah itu, guru
membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan semua siswa hadir
dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok dibagi secara berpasangan
berdasarkan tempat duduk siswa sehingga diperoleh 11 kelompok dan dibagikan LKS
namun masih ada siswa yang menganggu temannya. Guru menegur kemudian siswa
tersebut diam. Setelah pembentukan kelompok, guru meminta tiap kelompok
menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan bekerja sama
berupa Mind Mapping dari LKS yang dikerjakan, setelah masing-masing kelompok
selesai mencatat alternatif jawaban selanjutnya guru langsung memilih kelompok
tertentu sesuai keinginan siswa untuk membacakan hasil diskusinya namun siswa
tersebut terlihat malu. Guru menenangkannya dan siswa tersebut langung
membacakan hasil diskusinya, kemudian guru mencatat di papan tulis dan
37
mengelompokkannya. Selanjutnya dari data-data di papan, guru menunjuk siswa
tertentu membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep dan
selanjutnya guru memberikan evaluasi dan membagikan soal tes kemudian siswa
mengerjakan secara individu.
c) Kegiatan akhir
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, penyajian
maka kegiatan akhir berlangsung selama 15 menit yang terdiri dari guru memberikan
motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan kewajiban
sebagai agama islam. Guru mengajak siswa untuk berdoa secara bersama-sama dan
mengucapkan salam.
c. Tahap Observasi
1) Pertemuan I
Keberhasilan tindakan pertemuan I diamati selama proses pelaksanaan yang
ada pada tindakan selama proses pelaksanaan tindakan dan setelah tindakan. Fokus
pengamatan adalah perilaku guru dan siswa dengan menggunakan lembar obsevasi.
Adapun aspek yang diamati adalah aktivitas guru dan siswa dalam proses
pembelajaran yaitu dari 6 aktivitas inti yang dilakukan oleh guru. Aktifitas yang
terlaksana dengan kualifikasi kurang (K). Selanjutnya pada kegiatan inti terdapat 6
indikator yang diharapkan (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru telah menyampaikan 3 kompetensi
yaitu yang ingin dicapai (2) Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang
38
mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa, terlaksana
dengan kualifikasi cukup (C) karena guru hanya mengemukakan 2
konsep/permasalahan mengenai teknologi produksi. (3) Guru membentuk kelompok
yang beranggotakan 2-3 orang, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena guru
hanya membentukan kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan tempat
duduk. (4) Guru meminta tiap kelompok untuk menginventarisasi/mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi dari LKS yang dibagikan, terlaksana dengan kualifikasi kurang
(K) karena guru hanya meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban
hasil diskusi. (5) Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru,
terlaksana dengan kualifikasi kurang (K) karena guru hanya langsung memilih
perwakilan tertentu sesuai keinginan guru membaca hasil diskusinya, guru mencatat
di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. (6) Dari data-data di papan,
siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep
yang disediakan guru dengan kualifikasi kurang (K) karena guru menunjuk siswa
tertentu membuat kesimpulan.
Hasil observasi pada kegiatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan adalah (1) Siswa
memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru, terlaksana dengan kualifikasi
baik (B) karena pada saat siswa memperhatikan kompetensi siswa dengan tenang dan
tertib. (2) Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
mengenai teknologi produksi, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena pada
39
saat siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan siswa dengan
tenang namun kurang bersungguh-sungguh. (3) Siswa membentuk kelompok sesuai
intruksi dari guru, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena pada saat dibentuk
kelompok siswa yang tertib namun kurang disiplin. (4) Siswa mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi, terlaksana dengan kualifikasi kurang (K) karena pada saat
siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi kurang jelas dan kurang bersungguhsungguh.
(5) Siswa membacakan hasil diskusinya, terlaksana dengan kualifikasi
kurang (K) karena pada saat siswa membacakan hasil diskusinya kurang tenang dan
kurang percaya diri. (6) siswa membuat kesimpulan yang disediakan guru, terlaksana
dengan kualifikasi kurang (K) karena pada saat siswa menyimpulkan siswa kurang
sistematis dan kurang jelas.
2) Pertemuan II
Keberhasilan tindakan pertemuan II diamati selama proses pelaksanaan yang
ada pada tindakan selama proses pelaksanaan tindakan dan setelah tindakan. Fokus
pengamatan adalah perilaku guru dan siswa dengan menggunakan lembar observasi.
Adapun aspek yang diamati adalah aktivitas guru dan siswa dalam proses
pembelajaran yaitu dari 6 aktivitas inti yang di lakukan oleh guru. Aktifitas yang
terlaksana dengan kualifikasi cukup (C). Selanjutnya pada kegiatan inti terdapat 6
indikator yang diharapkan (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru telah menyampaikan 3 kompetensi
yaitu yang ingin dicapai sehingga dipahami siswa (2) Guru mengemukakan
konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi
40
oleh siswa, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru mengemukakan 3
konsep/permasalahan mengenai teknologi komunikasi. (3) Guru membentuk
kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C)
karena guru hanya membentukan kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
tempat duduk. (4) Guru meminta tiap kelompok untuk menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang dibagikan, terlaksana dengan
kualifikasi cukup (C) karena guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi dengan bekerja sama. (5) Tiap kelompok (atau diacak
kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C)
karena guru hanya langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru. (6) Dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau
guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru dengan kualifikasi
kurang (K) karena guru menunjuk siswa tertentu membuat kesimpulan.
Hasil observasi pada kegiatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan adalah (1) Siswa
memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru, terlaksana dengan kualifikasi
baik (B) karena pada saat siswa memperhatikan kompetensi siswa dengan tenang dan
tertib. (2) Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
mengenai teknologi komunikasi, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada
saat siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan siswa tenang dan
41
bersungguh-sungguh. (3) Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru,
terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena pada saat dibentuk kelompok siswa
yang tertib namun kurang disiplin. (4) Siswa mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena pada saat siswa mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi jelas namun kurang bersungguh-sungguh. (5) Siswa
membacakan hasil diskusinya, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena pada
saat siswa membacakan hasil diskuisnya tenang namun kurang percaya diri. (6) siswa
membuat kesimpulan yang disediakan guru dengan, terlaksana dengan kualifikasi
kurang (K) karena pada saat siswa menyimpulkan siswa kurang sistematis dan kurang
jelas.
d. Tahap Refleksi
1) Pertemuan I
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah diperoleh, maka diadakan refleksi
dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam penelitian siklus I pertemuan I ditemukan
hasil dari aspek guru dan aspek siswa sebagai berikut:
a) Pada saat kegiatan mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban dinilai cukup karena guru hanya mengemukakan 2
konsep/permasalahan yaitu pengertian teknologi produksi dan jenis-jenis
teknologi produksi sehingga hanya 12 siswa yang memperhatikan dan
menanggapi konsep/permasalahan tersebut dengan tenang dan bersungguhsungguh.
42
b) Pada saat kegiatan membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa dinilai
cukup karena guru hanya membentuk kelompok berdasarkan tempat duduk
siswa sehingga hanya 10 siswa yang tertib dan disiplin dalam melaksanakan
intruksi oleh guru.
c) Pada saat kegiatan mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dinilai kurang
karena guru hanya meminta mencatat alternatif jawaban hasil diskusi tersebut
sehingga hanya 5 siswa yang jelas dan bersungguh-sungguh dalam mencatat
atau mengerjakan LKS.
d) Pada saat kegiatan membacakan hasil diskusi dinilai kurang karena guru
hanya langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan guru sehingga
hanya 6 siswa yang tenang dan percaya diri dalam membacakan hasil
diskusinya.
e) Pada saat membuat kesimpulan dinilai kurang karena guru hanya menunjuk
siswa tertentu membuat kesimpulan sehingga hanya 4 siswa yang
menyimpulkan dengan sistematis dan jelas.
Berdasarkan analisis di atas, maka disimpulkan bahwa pembelajaran tentang
materi perkembangan teknologi produksi belum berhasil serta ada langkah-langkah
pelaksanaan model pembelajaran Mind Mapping yang kurang, sehingga dilanjutkan
pada pertemuan berikutnya. Peneliti dalam hal ini sebagai guru perlu melakukan
perbaikan pada pertemuan II. Oleh sebab itu, pelaksanaan tindakan perlu diulang
pada pertemuan II dengan memperhatikan temuan-temuan pada pertemuan I yaitu
43
tahap aktivitas pada aspek guru dan aspek siswa yang perlu diperbaiki yang
diuraikan sebagai berikut:
a) Guru sebaiknya mengemukakan 3 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban sehingga siswa memperhatikan dan menanggapi
konsep/permasalahan tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh.
b) Guru sebaiknya membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 siswa secara
heterogen sehingga siswa tertib dan disiplin dalam melaksanakan intruksi dari
guru.
c) Guru sebaiknya meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban
hasil diskusi dengan tenang dan bekerja sama sehingga siswa mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas dan bersungguh-sungguh.
d) Guru sebaiknya menglot kelompok tertentu untuk membaca hasil diskusinya,
sehingga siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya diri.
e) Guru sebaiknya meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas dau guru memberi bandingan sehingga siswa menyimpulkan
dengan sistematis dan jelas.
2) Pertemuan II
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah diperoleh, maka diadakan refleksi
dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam penelitian siklus I pertemuan II ditemukan
hasil dari aspek guru dan aspek siswa sebagai berikut:..
a) Pada saat kegiatan membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa dinilai
cukup karena guru hanya membentuk kelompok berdasarkan tempat duduk
44
siswa sehingga hanya 14 siswa yang tertib dan disiplin dalam melaksanakan
intruksi dari guru.
b) Pada saat kegiatan tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
dinilai cukup karena guru hanya meminta mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan bekerja sama sehingga hanya 11 siswa yang jelas dan
bersungguh-sungguh dalam mencatat atau mengerjakan LKS.
c) Pada saat kegiatan membacakan hasil diskusi dinilai cukup karena guru hanya
langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa sehingga hanya
9 siswa yang tenang dan percaya diri dalam membacakan hasil diskusinya.
d) Pada saat membuat kesimpulan dinilai kurang karena guru hanya menunjuk
siswa tertentu membuat kesimpulan sehingga hanya 6 siswa yang
menyimpulkan dengan sistematis dan jelas.
Berdasarkan analisis di atas, maka disimpulkan bahwa pembelajaran tentang
materi perkembangan teknologi produksi belum berhasil serta ada langkah-langkah
pelaksanaan model pembelajaran Mind Mapping yang kurang, sehingga dilanjutkan
pada pertemuan berikutnya. Peneliti dalam hal ini sebagai guru perlu melakukan
perbaikan pada pertemuan II. Oleh sebab itu, pelaksanaan tindakan perlu diulang
pada pertemuan II dengan memperhatikan temuan-temuan pada pertemuan I yaitu
tahap aktivitas pada aspek guru dan aspek siswa yang perlu diperbaiki. Adapun dari
aspek guru dan aspek siswa yang diuraikan sebagai berikut:
a) Guru sebaiknya membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 siswa secara
heterogen sehingga siswa dengan tertib dan disiplin.
45
b) Guru sebaiknya meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban
hasil diskusi dengan tenang dan bekerja sama sehingga siswa mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas dan bersungguh-sungguh.
c) Guru sebaiknya menglot kelompok tertentu untuk membaca hasil diskusinya,
sehingga siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri.
d) Guru sebaiknya meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas dau guru memberi bandingan sehingga siswa menyimpulkan
dengan sistematis dan jelas.
2. Paparan Data Tindakan Siklus II
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone dengan menerapkan Model Pembelajaran Mind
Mapping. Untuk siklus II pertemuan I diadakan pada hari Rabu, tanggal 08 April
2015 dan pertemuan II diadakan pada hari Rabu, tanggal 15 April 2015. Masingmasing
pertemuan disetiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan,
tahap observasi dan tahap refleksi, untuk setiap tahap tersebut akan dijelaskan sebagai
berikut:
a. Tahap Perencanaan
Perencanaan tindakan dilaksanakan sebelum pelaksanaan tindakan kelas.
adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu (1) peneliti bersama dengan guru wali kelas
IV menelaah silabus dan kurikulum khususnya mata pelajaran IPS, (2) membuat
46
rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP yang disusun sesuai dengan langkahlangkah
model pembelajaran Mind Mapping, (3) membuat lembar kerja siswa atau
LKS untuk memudahkan siswa melakukan kerja kelompok, (4) membuat alat bantu
belajar (media pembelajaran) yang diperlukan dalam rangka membantu siswa dalam
memahami materi pelajaran, (5) membuat soal-soal tes siklus dan evaluasi, (6)
membuat lembar observasi aspek guru dan aspek siswa, dan (7) merancang alat
penilaian sesuai dengan tes siklus yang telah dibuat.
Perencanaan pembelajaran ini dibagi atas tiga kegiatan, yakni kegiatan awal,
kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Pada pertemuan pertama dan kedua pada siklus I1
standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dibahas sama namun indikatornya
berbeda. Standar Kompetensi yang akan dibahas dalam peneliti ini yaitu 2. mengenal
sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi dilingkungan
kabupaten dan provinsi dengan kompetensi dasar yaitu 2.3 mengenal perkembangan
teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman penggunakannya.
Indikator dalam penelitian ini untuk pertemuan I yaitu 2.3.3 membandingkan
keunggulan dan kelemahan jenis-jenis alat teknologi komunikasi pada masa lalu dan
masa kini. Tujuan dalam penelitian ini adalah adalah (1) Melalui model pembelajaran
Mind Mapping siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi komunikasi, (2)
Melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menunjukkan cara
penggunaan alat teknologi komunikasi pada masa lalu dan pada masa kini, dan
Melalui model pembelajaran Mind Mapping (3) Melalui model pembelajaran Mind
Mapping siswa membandingkan keunggulan dan kelemahan jenis-jenis teknologi
47
komunikasi pada masa lalu dan masa kini. Indikator dalam penelitian ini untuk
pertemuan II yaitu 2.3.4 membandingkan jenis-jenis teknologi transportasi pada
masa lalu dan masa kini. Tujuan dalam penelitian ini (1) Melalui model pembelajaran
Mind Mapping siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi transportasi, (2)
Melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menyebutkan jenis-jenis
teknologi transportasi pada masa lalu dan masa kini, dan (3) Melalui model
pembelajaran Mind Mapping siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi
transportasi pada masa lalu dan masa kini.
Pada penelitian ini, peneliti selanjutnya akan bertindak sebagai guru dalam
proses pembelajaran. Agar semua kegiatan yang berlangsung selama pembelajaran
dapat diamati dengan baik, maka kegiatan pengamatan dibantu oleh guru kelas IV SD
Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Adapun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP selengkapnya pada pertemuan I
(lampiran 15 halaman 108) dan pertemuan II (lampiran 20 halaman 125).
b. Tahap Pelaksanaan
1) Pertemuan I
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II pertemuan I dengan materi yaitu
keunggulan dan kelemahan teknologi komunikasi melalui model pembelajaran Mind
Mapping di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue
Kabupaten Bone. Pelaksanaan dilakukan pada hari Rabu, 08 April 2015 mulai pukul
10.10-11.55 WITA. Yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IV SD Negeri 223
48
Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone yang berjumlah 22 orang
yang terdiri dari 13 laki-laki dan 9 perempuan. Pelaksanaan tindakan siklus I
pertemuan I direncanakan 3 x 35 menit yang dialokasikan untuk tiga kegiatan yaitu
kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir, kesemuanya ini sudah dikonsep pada
perencanaan pelaksanaan pembelajaran, ketiga kegiatan tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut:
a) Kegiatan Awal
Kegiatan awal merupakan kegiatan pertama dengan waktu 15 menit. Pada
kegiatan ini guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan siswa
menjawab dengan serentak. Guru mengajak siswa untuk berdoa dan ketua kelasnya
maju kedepan untuk memimpin doa dan semua siswa mengangkat kedua tangannya
secara bersamaan, setelah itu guru mengecek kehadiran siswa dan siswa mengangkat
tangan dan menjawab saat guru menyebut namanya. Selanjutnya mengadakan
apersepsi yaitu bertanya jawab tentang materi teknologi komunikasi yang akan
diajarkan dengan bertanya langsung kepada siswa untuk menggali pengetahuannya.
Setelah kegiatan awal selesai maka dilanjutkan kegiatan selanjutnya.
b) Kegiatan Inti
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, maka
kegiatan ini berlangsung selama 75 menit. Pada kegiatan inti ini guru melakukan
pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping yang terdiri
dari guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, kemudian guru
mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban,
49
sebelumnya guru mengingarkan siswa cara membuat Mind Mapping seperti yang
telah dipelajari sebelumnya kemudian guru menampilkan media berupa Mind
Mapping untuk diamati oleh siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Selanjutnya guru melakukan tanya jawab tentang keunggulan dan kelemahan
teknologi komunikasi berdasarkan pengamatannya pada media yang di pajang di
papan tulis. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan
semua siswa hadir dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok dibagi
secara berpasangan secara heterogen sehingga diperoleh 11 kelompok dan dibagikan
LKS. Guru meminta tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban
hasil diskusi dengan tenang dan bekerja sama dengan teman kelompoknya berupa
Mind Mapping dari LKS yang dikerjakan, setelah masing-masing kelompok selesai
mencatat alternatif jawaban. Guru langung memilih kelompok tertentu untuk
membacakan hasil diskusinya namun kelompok tersebut terlihat malu. Guru
menenangkan dan siswa tersebut langung membacakan hasil diskusinya, kemudian
guru mencatat di papan tulis dan mengelompokkannya. Selanjutnya dari data-data di
papan, guru diminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa lain secara
jelas dan guru memberi bandingan sesuai konsep dan selanjutnya guru memberikan
evaluasi dan siswa pun mengerjakan evaluasi tersebut secara individu.
c) Kegiatan Akhir
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, penyajian
maka kegiatan akhir berlangsung selama 15 menit yang terdiri dari guru memberikan
motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan kewajiban
50
sebagai agama islam. Guru mengajak siswa untuk berdoa secara bersama-sama dan
mengucapkan salam.
2) Pertemuan II
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II pertemuan II dengan materi yaitu
perkembangan teknologi transportasi melalui model pembelajaran Mind Mapping di
kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Pelaksanaan dilakukan pada hari Rabu, 15 April 2015 mulai pukul 10.10-11.55
WITA. Yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone yang berjumlah 22 orang yang terdiri dari 13
laki-laki dan 9 perempuan. Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan I direncanakan
3 x 35 menit yang dialokasikan untuk tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti
dan kegiatan akhir, kesemuanya ini sudah dikonsep pada perencanaan pelaksanaan
pembelajaran, ketiga kegiatan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Kegiatan Awal
Kegiatan awal merupakan kegiatan pertama dengan waktu 15 menit. Pada
kegiatan ini guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan siswa
menjawab dengan serentak. Guru kemudian mengajak siswa untuk berdoa dan ketua
kelasnya maju kedepan untuk memimpin doa dan semua siswa mengangkat kedua
tangannya secara bersamaan. Guru mengecek kehadiran siswa dan siswa mengangkat
tangan dan menjawab saat guru menyebut namanya. Selanjutnya mengadakan
apersepsi yaitu bertanya jawab tentang materi teknologi transportasi yang akan
51
diajarkan dengan bertanya langsung kepada siswa untuk menggali pengetahuannya.
Setelah kegiatan awal selesai maka dilanjutkan kegiatan selanjutnya.
b) Kegiatan Inti
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, maka
kegiatan ini berlangsung selama 75 menit. Pada kegiatan inti ini guru melakukan
pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping yang terdiri
dari guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, kemudian guru
mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban, namun
sebelumnya guru mengingarkan siswa cara membuat peta konsep seperti yang telah
dipelajari sebelumnya kemudian guru menampilkan media berupa Mind Mapping
untuk diamati oleh siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Selanjutnya
guru melakukan tanya jawab tentang teknologi transportasi berdasarkan
pengamatannya pada media yang di pajang di papan tulis. Setelah itu, guru
membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan semua siswa hadir
dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok dibagi secara berpasangan
secara heterogen sehingga diperoleh 11 kelompok dan dibagikan LKS. Setelah
pembentukan kelompok, guru meminta tiap kelompok menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi secara tenang dan bekerja sama berupa Mind Mapping
dari LKS yang dikerjakan, setelah mencatat alternatif jawaban, selanjutnya guru
menglot kelompok tertentu untuk membacakan hasil diskusinya, kemudian guru
mencatat di papan tulis dan mengelompokkannya. Selanjutnya dari data-data di
papan, guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa lain secara
52
jelas dan guru memberi bandingan sesuai konsep dan selanjutnya guru memberikan
evaluasi dan siswa mengerjakan secara individu.
c) Kegiatan Akhir
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, penyajian
maka kegiatan akhir berlangsung selama 15 menit yang terdiri dari guru memberikan
motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan kewajiban
sebagai agama islam. Guru mengajak siswa untuk berdoa secara bersama-sama dan
mengucapkan salam.
c. Tahap Observasi
1) Pertemuan I
Keberhasilan tindakan pertemuan II diamati selama proses pelaksanaan yang
ada pada tindakan selama proses pelaksanaan tindakan dan setelah tindakan. Fokus
pengamatan adalah perilaku guru dan siswa dengan menggunakan lembar obsevasi.
Adapun aspek yang diamati adalah aktivitas guru dan siswa dalam proses
pembelajaran yaitu dari 6 aktivitas inti yang di lakukan oleh guru. Aktifitas yang
terlaksana dengan kualifikasi baik (B). Selanjutnya pada kegiatan inti terdapat 6
indikator yang diharapkan (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru telah menyampaikan 3 kompetensi
yaitu yang ingin dicapai sehingga dipahami siswa (2) Guru mengemukakan
konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi
oleh siswa, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru mengemukakan 3
53
konsep/permasalahan mengenai teknologi komunikasi. (3) Guru membentuk
kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, terlaksana dengan kualifikasi baik (B)
karena guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa secara
heterogen. (4) Guru meminta tiap kelompok untuk menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang dibagikan, terlaksana dengan
kualifikasi baik (B) karena guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi dengan tenang dan bekerja sama. (5) Tiap kelompok (atau
diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C)
karena guru hanya langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa
untuk membacakan hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan
sesuai kebutuhan guru. (6) Dari data-data di papan, siswa diminta membuat
kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
dengan kualifikasi cukup (C) karena guru meminta siswa membuat kesimpulan dari
ide/pendapat siswa lain secara jelas.
Hasil observasi pada kegiatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan adalah (1) Siswa
memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru, terlaksana dengan kualifikasi
baik (B) karena pada saat siswa memperhatikan kompetensi siswa dengan tenang dan
tertib. (2) Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
mengenai teknologi produksi, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada saat
siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan siswa tenang dan
54
bersungguh-sungguh. (3) Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada saat dibentuk kelompok siswa
yang tertib dan disiplin. (4) Siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada saat siswa mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi jelas dan bersungguh-sungguh. (5) Siswa membacakan hasil
diskusinya, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena pada saat siswa
membacakan hasil diskuisnya tenang namun kurang percaya diri. (6) siswa membuat
kesimpulan yang disediakan guru dengan, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C)
karena pada saat siswa menyimpulkan siswa sistematis namun kurang jelas.
2) Pertemuan II
Keberhasilan tindakan pertemuan II diamati selama proses pelaksanaan yang
ada pada tindakan selama proses pelaksanaan tindakan dan setelah tindakan. Fokus
pengamatan adalah perilaku guru dan siswa dengan menggunakan lembar obsevasi.
Adapun aspek yang diamati adalah aktivitas guru dan siswa dalam proses
pembelajaran yaitu dari 6 aktivitas inti yang di lakukan oleh guru. Aktifitas yang
terlaksana dengan kualifikasi baik (B). Selanjutnya pada kegiatan inti terdapat 6
indikator yang diharapkan (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru telah menyampaikan 3 kompetensi
yaitu yang ingin dicapai sehingga dipahami siswa (2) Guru mengemukakan
konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi
oleh siswa, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru mengemukakan 3
konsep/permasalahan mengenai teknologi komunikasi. (3) Guru membentuk
55
kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, terlaksana dengan kualifikasi baik (B)
karena guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa secara
heterogen. (4) Guru meminta tiap kelompok untuk menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang dibagikan, terlaksana dengan
kualifikasi baik (B) karena guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi dengan tenang dan bekerja sama. (5) Tiap kelompok (atau
diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru, terlaksana dengan kualifikasi baik (B)
karena guru menglot perwakilan kelompok tertentu membaca hasil diskusinya, guru
mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. (6) Dari data-data
di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai
konsep yang disediakan guru dengan kualifikasi cukup (C) karena guru meminta
siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa lain secara jelas.
Hasil observasi pada kegiatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan adalah (1) Siswa
memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru, terlaksana dengan kualifikasi
baik (B) karena pada saat siswa memperhatikan kompetensi siswa dengan tenang dan
tertib. (2) Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
mengenai teknologi produksi, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada saat
siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan siswa tenang dan
bersungguh-sungguh. (3) Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada saat dibentuk kelompok siswa
56
yang tertib dan disiplin. (4) Siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada saat siswa mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi jelas dan bersungguh-sungguh. (5) Siswa membacakan hasil
diskusinya, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada saat siswa
membacakan hasil diskuisnya tenang dan percaya diri. (6) siswa membuat
kesimpulan yang disediakan guru dengan, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C)
karena pada saat siswa menyimpulkan siswa sistematis namun kurang jelas.
d. Tahap Refleksi
1) Pertemuan I
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah diperoleh, maka diadakan refleksi
dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam penelitian siklus II pertemuan I ditemukan
hasil dari aspek guru sebagai berikut:
a) Pada saat kegiatan membacakan hasil diskusi dinilai cukup karena guru hanya
langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa sehingga hanya
12 siswa yang tenang dan percaya diri.
b) Pada saat membuat kesimpulan dinilai cukup karena guru hanya menunjuk
siswa tertentu membuat kesimpulan sehingga hanya 8 siswa yang membuat
kesimpulan dengan sistematis dan jelas.
Berdasarkan analisis di atas, maka disimpulkan bahwa pembelajaran materi
perkembangan teknologi komunikasi cukup berhasil serta masih ada langkahlangkah
pelaksanaan model pembelajaran Mind Mapping yang masih cukup,
57
sehingga dilanjutkan pada pertemuan berikutnya. Peneliti dalam hal ini sebagai guru
perlu melakukan perbaikan pada pertemuan II. Oleh sebab itu, pelaksanaan tindakan
perlu diulang pada pertemuan II dengan memperhatikan temuan-temuan pada
pertemuan 1 yaitu pada tahap aktivitas guru dan siswa yang perlu diperbaiki. Adapun
dari aspek guru yang diuraikan sebagai berikut:
a) Guru sebaiknya menglot kelompok tertentu untuk membaca hasil diskusinya,
sehingga siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya diri.
b) Guru sebaiknya meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas dau guru memberi bandingan sehingga siswa menyimpulkan
dengan sistematis dan jelas.
2) Pertemuan II
Hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran menunjukkan bahwa
sebagian besar siswa sudah memahami materi perkembangan teknologi. Hal tersebut
terbukti dari hasil tes siklus II yang menunjukkan bahwa, ketuntasan belajar pada
siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu minimal
70% siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas. rata-rata kelas mencapai 74,55.
Ketuntasan belajar 77,28% dan ketidaktuntasan 22,73%. (lampiran 25 halaman 142).
Dengan melihat keberhasilan yang telah dicapai serta hasil tes tindakan siklus II yang
telah mencapai indikator keberhasilan yang telah diterapkan, maka proses
pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping telah berhasil.
Ketidaktuntasan siswa pada siklus I Pertemuan I dan II dan Siklus II
pertemuan I disebabkan oleh masih adanya beberapa kelemahan guru dalam
58
menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Namun pada siklus II pertemuan II
hal ini tidak terulang lagi. Karena; 1) Guru telah.menglot kelompok tertentu untuk
membaca hasil diskusinya, sehingga siswa membacakan hasil diskusinya dengan
tenang dan percaya diri.
Berdasarkan analisis di atas, maka disimpulkan bahwa pembelajaran materi
selanjutnya sudah dapat dilanjutkan kembali karena materi perkembangan teknologi
sudah berhasil mencapai target yang ditentukan, sehingga siklus berikutnya tidak
perlu diadakan lagi. Adapun rekapitulasi nilai (lampiran 26 halaman 143).
B. Pembahasan
Pembelajaran IPS dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping
pada siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue
Kabupaten Bone dapat memotivasi siswa untuk cepat memahami materi pelajaran
dan membantu siswa dalam mengingat materi. Selain itu, siswa dapat berani
mengemukakan ide/pendapatnya dan juga menyenangkan. Sehingga memungkinkan
hasil belajarnya lebih baik. Hal ini sesuai pendapat Asan (warsono dan hariyanto,
125: 2013) mengemukakan bahwa:
Peta konsep merupakan perangkat yang efektif dalam membantu
pemahaman dan ingatan siswa mengenai bahan ajar. Selain itu, juga
terbukti pada peta konsep mampu meningkatkan konsep diri positif,
sikap positif, dan meningkatkan tanggung jawab pembelajaran.
Adapun penerapan model pembelajaran Mind Mapping terdiri dari 6 langkahlangkah
pembelajaran yaitu terdiri dari (1) guru menyampaikan kompetensi yang
ingin dicapai, selanjutnya (2) guru mengemukakan konsep/permasalahan yang
59
mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
perkembangan teknologi, setelah mengemukakan konsep tersebut, (3) guru
membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan pada siklus I dan
siklus II semua siswa hadir dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok
dibagi secara berpasangan sehingga diperoleh 11 kelompok dan juga agar dapat lebih
mudah mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam mengerjakan LKS. Hal ini sesuai
dengan pendapat Aris Shoimin (2014: 106) mengemukakan bahwa “Untuk
mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang”. Setelah
pembentukan kelompok, (4) tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi, setelah masing-masing kelompok selesai mencatat alternatif
jawaban selanjutnya, (5) tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca
hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru. Selanjutnya 6) dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau
guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru dan selanjutnya
evaluasi.
Berdasarkan temuan siklus I terungkap bahwa masih ditemukan sebagian
besar siswa yang belum secara aktif dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Begitu pula peneliti yang belum melaksanakan pembelajaran secara optimal.
Sedangkan berdasarkan pembelajaran tindakan siklus II peneliti sudah mampu
melaksanakan pembelajaran tindakan siklus II secara optimal, dimana keenam
tahapan pembelajaran tentang perkembangan teknologi dengan menggunakan model
pembelajaran Mind Mapping sudah mampu diaplikasikan dengan baik, sehingga
60
berdampak pada peningkatan pemahaman siswa dalam memahami materi, dimana
pada tindakan siklsu II ini pemahaman siswa dalam memahami materi, sudah sesuai
dengan yang diharapkan.
Model pembelajaran Mind Mapping ini dipandang cukup optimal dalam
membantu pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini terlihat dari hasil yang diperoleh
oleh siswa dari setiap tindakan menunjukan peningkatan. Hal ini terlihat dari hasil tes
siklus I dengan nilai rata-rata kelas mencapai 69,32 dan ketuntasan belajar 45,46%
sedangkan ketidaktuntasan 54,55%. (lampiran 14 halaman 107), mengalami
peningkatan pada siklus II yakni rata-rata kelas mencapai 74,55. Ketuntasan belajar
77,28% dan ketidaktuntasan 22,73%. Dari hasil tes (lampiran 25 halaman 142).
Keberhasilan tindakan dari siklus ke siklus, karena peneliti dapat
melaksnaakan rancangan pembelajaran dengan baik sesuai dengan model yang
digunakan, serta kesesuaian dan ketepatan model yang digunakan yaitu model
pembelajaran Mind Mapping dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam
perkembangan teknologi mengalami peningkatan signifikan. Hal ini menunjukan
bahwa penerapan model pembelajaran Mind Mapping merupakan salah satu model
yang sangat baik dalam meningkatkan hasil belajar terhadap mata pelajaran IPS pada
pokok bahasan perkembangan teknologi khususnya di sekolah dasar.
61
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah, hasil analisis dan pembahasan, maka hasil
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar IPS melalui model
pembelajaran Mind Mapping siswa SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan
Sibulue Kabupaten Bone meningkat. Hal ini terbukti adanya peningkatan hasil belajar
IPS dari kualifikasi cukup pada siklus I menjadi kualifikasi baik pada siklus II.
Pengggunaan model pembelajaran Mind Mapping dapat dijadikan sebagai model
pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan, dikemukakan beberapa saran
sebagai berikut:
1. Bagi guru sekolah dasar, agar mengunakan model pembelajaran Mind Mapping
sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
2. Kepada peneliti berikutnya agar lebih mengembangkan penelitian dengan
menggunakan model pembelajaran Mind Mapping pada mata pelajaran IPS.
3. Diharapkan kepada pembaca. Agar kiranya dapat menarik pengalaman melalui
tulisan skripsi ini.
61
62
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto & Cepi Safruddin Abdul Jafar. 2010. Evaluasi program Pendidikan.
Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. dkk. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Aqib. Zainal, 2014. Model-Model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual
(Inovatif). Bandung: Yrama Widya
Depdikas. Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). 2006. Mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial untuk tingkat SD/MI. Jakarta: Depdiknas.
Gunawan, Rudy. 2011. Pendidikan IPS; Filosofi, Konsep dan Aplikasi. Bandung:
Alfavela
Hasbullah. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung.
Remaja Rosda Karya
Purwanto. 2013. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Heny Retno.P & Yuliati Umi. 2008. Cerdas Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI Kelas
IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan Nasional
Shoimin, Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Sinring, Abdullah, dkk. 2008. Pedoman Penulisan Skripsi Program S-1 Fakultas
Ilmu Pendidikan UNM. Makassar: FIP UNM
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
dan R&D). Bandung: Alfabeta
Susanto, Ahmad. 2013. Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta:
Kharisma Putra Utama
Suyono & Hariyanto. 2012. Belajar Dan Pembelajaran; Teori dan Konsep Dasar.
Bandung: Remaja Rosdakarya offset
63
Trianto, 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.
Jakarta: Prestasi Pustaka
Warsono & Hariyanto, 2013. Pembelajaran Aktif; Teori Dan Asesmen. Bandung:
Remaja Rosdakarya Offset
64
LAMPIRAN
64
65
Lampiran 1
NILAI HASIL UJIAN TENGAH SEMESTER 1 TAHUN 2014 KELAS IV
SD NEGERI 223 SUMPANG MINANGAE KECAMATAN SIBULUE KABUPATEN BONE
No. Nama Siswa Nilai Keterangan
1. Asd 50 Tidak Tuntas
2. CA 60 Tidak Tuntas
3. FAS 55 Tidak Tuntas
4. Fad 55 Tidak Tuntas
5. Asr 60 Tidak Tuntas
6. Ali 60 Tidak Tuntas
7. Apr 55 Tidak Tuntas
8. Asw 65 Tidak Tuntas
9. AS 55 Tidak Tuntas
10. Dew 50 Tidak Tuntas
11. DFM 75 Tuntas
12. Int 60 Tidak Tuntas
13. Jul 70 Tuntas
14. MA 60 Tidak Tuntas
15. Maf 70 Tuntas
16. Man 75 Tuntas
17. MS 60 Tidak Tuntas
18. MAI 60 Tidak Tuntas
19. Nur 60 Tidak Tuntas
20. Ren 55 Tidak Tuntas
21. RSS 75 Tuntas
22. MAA 45 Tidak Tuntas
Jumlah 1330
RENDAH
Nilai Rata-rata 60,46
Persentase Ketuntasan Belajar Siswa 22,73%
Persentase Ketidaktuntasan Belajar Siswa 77,28%
Sumber Data : Nilai ulangan tengah semester 1 siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang
Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Keterangan :
Rata-rata kelas =
Persentase Ketuntasan Belajar siswa = X 100
Persentase Ketidaktuntasan Belajar siswa= X 100
66
67
Lampiran 3
Materi Ajar
Teknologi merupakan ilmu yang menggali berbagai ilmu terapan. Teknologi
juga sering dipakai untuk menyebut berbagai jenis peralatan yang mempermudah
hidup kita. Jadi teknologi dapat berwujud ilmu dapat pula berupa peralatan.
Teknologi diciptakan untuk mempermudah manusia melakukan suatu
kegiatan atau pekerjaan. Dengan teknologi pekerjaan yang dulunya membutuhkan
tenaga yang besar, sekarang bisa dilakukan dengan tenaga kecil. Dengan teknologi
pula pekerjaan yang dulunya membutuhkan waktu lama, sekarang hanya butuh waktu
yang sangat singkat. Teknologi banyak sekali jenisnya. Di antaranya sebagai berikut :
A. Teknologi Produksi
Teknologi produksi merupakan alat dan cara yang memudahkan manusia
untuk menghasilkan barang atau jasa. Masyarakat pada masa lalu sudah dapat
memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan mereka. Namun,
teknologi yang digunakannya masih sangat sederhana.
a. Jenis teknologi produksi masa lalu dan masa kini
Berikut ini akan mengenai jenis teknologi produksi berdasarkan jenis
kebutuhan pokok manusia yaitu:
1) Teknologi Produksi Makanan
Makanan pokoknya nasi tentu tiap hari makan nasi. Untuk dapat menikmati
sepiring nasi ternyata prosesnya cukup panjang. Nasi berasal dari beras, beras berasal
dari tanaman padi. Sebelum ditanami biasanya lahan digemburkan dulu. Pada masa
lalu penggemburan tanah dilakukan dengan dicangkul atau dibajak. Mencangkul
benar-benar menggunakan tenaga manusia sedangkan membajak sudah dibantu
tenaga sapi atau kerbau. Para petani di masa kini, untuk menggemburkan tanah sudah
dapat menggunakan alat bermesin. Dengan traktor kegiatan menggemburkan tanah
dapat lebih ringan, mudah dan cepat. Meskipun demikian saat ini masih ada petani
yang menggemburkan sawah dengan cangkul dan bajak.
Bajak Traktor
Ketika padi sudah dipanen, butir padi harus dipisahkan dari batangnya. Kulit
padi juga harus dipisahkan dengan isinya (beras). Untuk melakukan kedua proses ini
68
orang sekarang juga sudah menggunakan mesin. Berbeda dengan zaman dahulu yang
masih menggunakan tenaga manual. Untuk memisahkan padi dari batangnya, padi
dipukul-pukulkan pada sebatang kayu. Sedangkan untuk memisahkan kulit padi
dengan isinya (beras) menggunakan lesung dan alu. Padi ditumbuk hingga
mengelupas kulitnya. Seringkali berasnya juga ikut hancur Menjadi kecil-kecil,
Menumbuk padi dengan lesung banyak dilakukan oleh kaum perempuan.
Menumbuk Padi Dengan Lesung Mesin Menggiling Padi
2) Tekonologi Produksi Pakaian
Teknologi produksi pakaian Untuk memenuhi kebutuhan sandang, masyarakat
masa lalu menggunakan alat tenun yang terbuat dari kayu dengan rakitan yang sangat
sederhana. Untuk bahan pewarnanya biasanya digunakan bahan-bahan dari kulit
pohon atau daun tanaman. Mereka meraciknya secara sederhana. Pekerjaan ini
memerlukan tenaga yang cukup besar dan waktu yang lama. Produk yang
dihasilkannya pun tidak banyak. Masyarakat masa kini sudah dapat memenuhi
kebutuhan sandangnya dengan mudah. Alat-alat yang berteknologi modern sudah
banyak ditemukan. Pabrik tekstil dengan mesin-mesin modern dapat menghasilkan
kain dalam jumlah besar dan kualitas yang tinggi. Bahan baku pembuatan kain pun
juga lebih bervariasi, misalnya kapas, bulu biri-biri serta bahan sintetis (buatan).
Meskipun demikian, saat ini masih banyak orang yang menggunakan cara dan bahan
tradisional. Biasanya harganya justru lebih mahal.
Tenun Tangan Jahit tangan Mesin Tenun Mesin jahit
3). Teknologi produksi bahan bangunan
Selain bahan pangan dan bahan sandang, manusia juga memerlukan rumah
sebagai tempat tinggal. Segala perlengkapan rumah tangga seperti kursi, tempat tidur,
lemari merupakan kebutuhan hidup lainnya yang diperlukan. Kapak berfungsi untuk
memotong kayu, kelebihannya menghemat biaya dan kekurangannya menggunakan
tenaga sedangkan gergaji juga alat untuk mremotong kayu kelebihan capat dan
69
mudah dan kekurangannya menggunakan minyak sehingga mengeluarkan biaya dan
bahkan sekarang rumah terbuat dari semen, dimana dulu cara mencampur semen
dengan menggunakan skup dengan tenang manusia namun teknologi semakin
canggih ditemukanlah alat yang disebut mesin semen, hanya memerlukan waktu yang
tidak lama semen dengan air dan tanah sudah mencampur dengan menggunakan alat
tersebut.
Gergaji Mesin Kapak Mencampur seme Mesin Semen
B. Teknologi Komunikasi
Komunikasi merupakan kegiatan mengirim dan menerima pesan. Sejak zaman
dahulu orang sudah biasa mengadakan komunikasi dengan orang lain. Baik yang
berdekatan maupun yang berjauhan tempat tinggalnya. Menyampaikan pesan bisa
dengan bicara/lisan, tulisan dan bisa juga dengan isyarat. Mengirim pesan lewat surat
merupakan contoh komunikasi dengan tulisan. Contoh pesan dengan isyarat adalah
dengan menggunakan bendera, peluit, lampu ataupun asap.
1. Komunikasi Lisan
Komunikasi Lisan adalah komunikasi dengan mengucapkan kata-kata secara
lisan dan langsung kepada lawan bicaranya. Komunikasi lisan pada masa lalu
contohnya saling bertemu, untuk membicarakan sesuatu. Komunikasi lisan pada masa
kini contohnya menggunakan telpon/hp bermanfaat untuk menyampaikan pesan
suara. Televisi bermanfaat sebagai alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan
media visual/penglihatan Contoh lain radio, sehingga dapat berkomunikasi meskipun
letaknya berjauhan.
Ketika teknologi belum berkembang seperti sekarang, orang kesulitan
berkomunikasi secara lisan dengan orang yang letaknya jauh. Mereka haruslah
bertemu terlebih dahulu. Namun kini kita sangat mudah melakukan komunikasi lisan
meskipun letaknya berjauhan. Kita dapat berbicara secara langsung kepada orang
yang letaknya jauh melalui pesawat telepon. Kemudian dengan kemajuan teknologi
semakin banyak tercipta alat-alat komunikasi yang canggih seperti radio, televisi dan
internet.Bahkan sekarang dengan teknologi satelit, komunikasi jarak jauh dapat
dilakukan tanpa kabel. Yakni dengan alat yang dinamakan telepon seluler.
70
Saling bertemu Satelit Radio Telepon
2. Komunikasi Tertulis
Komunikasi Tertulis adalah komunikasi yang dilakukan melalui tulisan.
komunikasi tertulis pada masa lalu contohnya surat bermanfaat untuk menyampaikan
informasi tertulis. Sebelum ditemukan kertas, biasanya orang menulis surat pada
daun, surat diantar oleh seorang kurir dengan berjalan kaki atau menunggang kuda.
Komunikasi tertulis pada masa kini contohnya menggunakan faksimile merupakan
mesin cetak jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan telpon. Faksimile bermanfaat
untuk mengirim dokumentasi dengan hasil yang serupa dengan aslinya.. Dengan
faksimile surat dapat diterima salinannya secara langsung. Alat komunikasi tertulis
lainnya adalah koran, majalah dan buku yang disebut sebagai media cetak.
Komunikasi tertulis melalui surat dari dulu sampai sekarang masih dilakukan
orang. Sebelum ditemukan kertas, biasanya orang menulis surat pada daun, pelepah
pohon atau kulit batang. Surat diantar oleh seorang kurir (pengantar surat). Pada masa
lalu mereka mengantar surat dengan berjalan kaki atau menunggang kuda.
Masyarakat masa kini menulis di atas kertas dengan cara tulis tangan atau diketik.
Surat dapat kita kirim ke tujuan yang jauh tempat tinggalnya melalui kantor pos.
Cepat atau lambatnya pengiriman tergantung pada biaya atau perangko yang
diberikan. Dengan berkembangnya teknologi sekarang kita pun dapat mengirim surat
lewat faksimile. Faksimile merupakan mesin cetak/fotocopy jarak jauh dengan
memanfaatkan jaringa telepon. Dengan faksimile surat dapat diterima salinannya
secara langsung. Alat komunikasi tertulis lainnya adalah koran, majalah dan buku
yang disebut sebagai media cetak. Telepon genggam dan internet juga dapat
dimanfaatkan untuk mengirim pesan tertulis yang disebut dengan SMS (Short
Message Service) dan e-mail atau surat elektronik.
Surat Mesin Cetak Masa Kini HP Laptop
3. Komunikasi Melalui Isyarat
Komunikasi Melalui Isyarat adalah komunikasi dengan media sinjal.
komunikasi melalui isyarat pada masa lalu contohnya menggunakan kentongan yang
71
bermanfaat sebagai tanda jarak jauh. Contoh lainnya bedug, lonceng. Sedangkan
komunikasi melalui isyarat pada masa kini contohnya alarm, sirine dan lampu.
Komunikasi dengan isyarat tidak hanya dilakukan manusia di masa lalu. Masyarakat
masa lalu biasa menggunakan kentongan, bedug, lonceng ataupun asap. Masyarakat
masa kini juga masih menggunakan alat-alat tersebut. Namun penggunaanya kadang
ditambah dengan alat pengeras suara. Sekarang juga banyak digunakan sirine, alarm,
dan lampu sebagai alat komunikasi isyarat.
Beduk Kentongan Alarm Gempa Lampu jalan
Kelemahan alat komunikasi masa lalu yaitu prosesnya lambat dan
jangkauannya tidak jauh atau dekat sedangkan kelebihannya yaitu hemat biaya dan
tidak menimbulkan radiasi. Sedangkan Kelebihan alat komunikasi masa kini yaitu
prosesnya cepat dan jangkauannya luas sedangkan kelemahannya yaitu biaya cukup
mahal dan dapat menimbulkan radiasi.
C. Teknologi Transportasi.
Sebenarnya transportasi sama dengan pengangkutan. Mengangkut adalah
memindahkan barang atau orang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Alat
transportasi adalah alat yang digunakan untuk menganggut penumpang atau barang.
Sejak dahulu orang sudah mengenal alat angkutan walaupun sangat sederhana.
Mereka menggunakan tenaga hewan bahkan tenaga manusia sebagai alat transportasi.
Dengan berkembanganya ilmu pengetahuan teknologi transportasi sekarang telah
mengalami perubahan yang sangat pesat.
Teknologi Transportasi Masa Lalu Dan Masa Kini
Secara garis besar alat transportasi dapat kita kelompokkan menjadi tiga yaitu
transportasi darat, air dan udara.
1) Transportasi Darat
Masyarakat pada masa lalu menggunakan alat transportasi yang masih
sederhana. Sebelum ditemukan mesin, alat transportasi seperti pedati, delman, dan
kuda merupakan alat transportasi andalan. Teknologi transportasi tersebut masih
menggunakan tenaga hewan dan manusia. Kemampuan jelajahnya juga masih sangat
terbatas dan memerlukan waktu yang lama. Sekarang orang masih menggunakan alat
transportasi tersebut namun tidak menjadi alat utama. Seringkali kuda dan delman
72
digunakan sebagai sarana rekreasi saja. Sejak ditemukan mesin uap, berkembang pula
kendaraan bermesin lainnya. Alat transportasi bermesin seperti sepeda motor, mobil,
kereta api merupakan alat transportasi yang modern. Dengan alat transportasi
tersebut, jarak jauh dapat ditempuh dalam waktu yang singkat.
Pedati Kuda Mobil Kereta Api
2) Transportasi Air
Masyarakat pada masa lalu menggunakan alat transportasi air seperti perahu
dayung, rakit, dan perahu layar. Perahu dayung dan rakit digerakkan oleh kekuatan
tenaga manusia. Sedangkan perahu layar digerakkan oleh tenaga angin dan tenaga
manusia. Seiring dengan ditemukannya mesin bermotor, masyarakat kini
menggunakan perahu bermotor dan kapal sebagai alat transportasi air. Kapal-kapal
modern dapat mengangkut barang berton-ton serta dapat menempuh jarak yang
sangat jauh. Bahkan kini sebuah kapal besar dapat digunakan sebagai landasan
pesawat tempur. Kapal ini dinamakan kapal induk.
Kapal dayung Kapal Layar Kapal Laut Modern Kapal tangker
3) Transportasi Udara
Kamu tentu pernah melihat pesawat terbang, baik secara langsung maupun
lewat televisi. Pesawat terbang merupakan angkutan udara yang sangat canggih.
Perjalanan pesawat terbang lebih cepat dibandingkan dengan angkutan darat atau
angkutan laut. Sekarang terdapat berbagai jenis alat angkutan udara antara lain
helikopter, pesawat tempur serta pesawat penumpang. Bahkan kini manusia dapat
menjelajah luar angkasa dengan menggunakan pesawat luar angkasa.
Balon udara Helikopter Pesawat Penumpang Roket
73
Lampiran 4
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
(Siklus I Pertemuan I)
Satuan Pendidikan : SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : IV/II
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit
Hari/Tanggal : Rabu/25 Maret 2015
I. Standar Kompetensi
3 Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan
teknologi dilingkungan kabupaten dan provinsi
II. Kompetensi Dasar
2.3 Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan
transportasi serta pengalaman penggunakannya
III. Indikator
2.3.1 Membandingkan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan masa
kini
IV. Tujuan Pembelajaran
Melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping:
- Siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi produksi
- siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu
dan masa kini
- Siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu
dan masa kini
V. Materi Pokok
Perkembangan teknologi produksi
VI. Model Dan Metode Pembelajaran
a. Model Pembelajaran : Mind Mapping
b. Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Kerja kelompok, Penugasan
VII. Sumber / Media Pembelajaran
a. Sumber :
74
a) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP 2006
b) Buku Paket Cerdas Pengetahuan Sosial untuk SD/MI kelas IV oleh
Retno Heny Pujiati & Umi Yuliati Penerbit: Pusat Perbukuan
Depdiknas. Hal 163-183
b. Media : peta konsep tentang teknologi produksi
VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
No Langkah-langkah Pembelajaran Waktu
1 Kegiatan awal
1. Guru mengucapkan salam
2. Berdoa bersama
3. Guru mengabsen siswa
4. Apersepsi (guru melakukan tanya jawab tentang
materi yang akan diajarkan)
15 menit
2 Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang
mempunyai alternatif jawaban kemudian akan
ditanggapi oleh siswa
3. Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3
orang dan dibagikan LKS
4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang
dikerjakan
5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu)
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di
papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
6. Dari data-data di papan, siswa diminta membuat
kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai
konsep yang disediakan guru
7. Evaluasi
75 menit
3 Kegiatan Akhir
1. Gurru memberikan motivasi kepada siswa untuk
rajin belajar, membantu kedua orang tua dan
15 menit
75
kewajiban sebagai agama islam
2. Berdoa bersama
3. Mengucapkan salam
IX. Penilaian
1. Teknik Penilaian : Tes
2. Bentuk Penilaian : Essay (Tertulis)
3. Instrumen Penilaian : Terlampir
4. Kunci Jawaban : Terlampir
5. Pedoman Penskoran : Terlampir
X. Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Heny Retno. P & Yuliati Umi. 2008. Cerdas Pengetahuan Sosial Untuk
SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan
Nasional. Hal 163-183
Sibulue, 25 Maret 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
Peneliti
ARVIANA AGUS
NIM: 1147040618
Mengetahui,
Kepala SDN 223 Sumpang Minangae
WAHYU, S.Pd
NIP: 19651231 198411 1 011
76
Lampiran 5
Soal Evaluasi
(Siklus I Pertemuan I)
Nama : .................................
Kelas : .................................
Hari/Tanggal : .................................
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan pengertian dari teknologi produksi!
2. Sebutkan 3 jenis-jenis teknologi produksi!
3. Sebutkan 3 alat teknologi produksi pada masa lalu!
4. Sebutkan 4 alat teknologi produksi pada masa kini!
Kunci Jawaban
1. Teknologi produksi adalah alat dan cara yang memudahkan manusia untuk
melakukan suatu kegiatan menghasilkan barang dan jasa.
2. Teknologi produksi makanan, teknologi produksi pakaian dan teknologi produksi
tempat tinggal
3. Teknologi produksi pada masa lalu yaitu bajak, tenun tangan dan kapak
4. Teknologi produksi pada masa kini yaitu traktor, mesin tenun, gergaji mesin dan
penggiling padi
Pedoman Penskoran
Untuk soal nomor 1
Skor 15 jika siswa menulis dengan lengkap dan benar
Skor 10 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 2
Skor 25 jika siswa menuliskan 3 alat teknologi produksi masa lalu
Skor 20 jika siswa menuliskan 2 alat teknologi produksi masa lalu
Skor 15 jika siswa menuliskan 1 alat teknologi produksi masa lalu
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
77
Untuk soal nomor 3
Skor 25 jika siswa menuliskan 3 alat teknologi produksi masa lalu
Skor 20 jika siswa menuliskan 2 alat teknologi produksi masa lalu
Skor 15 jika siswa menuliskan 1 alat teknologi produksi masa lalu
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 4
Skor 35 jika siswa menuliskan 4 alat teknologi produksi masa kini
Skor 25 jika siswa menuliskan 3 alat teknologi produksi masa kini
Skor 20 jika siswa menuliskan 2 alat teknologi produksi masa kini
Skor 15 jika siswa menuliskan 1 alat teknologi produksi masa kini
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
78
Lampiran 6
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS)
(Siklus I Pertemuan I)
Kelas / Semester : IV / II
Hari / Tanggal : ................/.............................
Alokasi Waktu : 15 Menit
Nama Kelompok : ..............................................
1 ..............................................
2...............................................
Duduklah dengan teman kelompok kalian!
Buatlah peta konsep mengenai teknologi produksi (tempat tinggal, makanan, dan
pakaian)!
1. Tulis 1 gagasan utamanya di tengah halaman dan lingkupilah dengan
lingkaran, persegi, atau bentuk lain!
2. Tambahkan 2 cabang yang mengelilingi gagasan utama!
3. Gunakan 3 warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang!
4. Tuliskan 4 kata kunci pada tiap-tiap cabang!
5. Tambahkan 4 simbol pada tiap-tiap cabang tersebut!
Rambu-rambu jawaban:
Untuk topik teknologi produksi tempat tinggal
Masa
lalu
Teknologi
Produksi
Tempat
tinggal
Kapak
Gergaji
mesin
Masa
kini
Penggiling
semen
campur
semen
79
Untuk topik teknologi produksi makanan
Untuk topik teknologi produksi pakaian
Masa
lalu
Teknologi
Produksi
makanan
Bajak
Traktor
Masa
kini
Penggiling
Ditumbuk padi
Masa
lalu
Teknologi
Produksi
pakaian
Tenun
tangan Mesin
tenun
Masa
kini
Msin
Jahit Jahit
tangan
80
Nilai LKS
(Siklus I Pertemuan I)
No. Nama
Kelompok
Nomor Soal/Skor
1 2 3 4 5 Nilai
10 15 20 25 30
1.
Kelompok 1
- DFM
- RSS
10 15 20 25 5 75
2.
Kelompok 2
- Jul
- Man
10 15 20 15 20 80
3.
Kelompok 3
- Maf
- Int
10 15 20 15 20 80
4.
Kelompok 4
- Nur
- Ali
10 15 20 15 15 75
5.
Kelompok 5
- CA
- Asd
10 15 10 10 5 50
6.
Kelompok 6
- MAI
- Fad
10 15 20 10 15 70
7.
Kelompok 7
- Apr
- Asw
10 15 20 15 15 75
8.
Kelompok 8
- Ren
- MS
10 15 15 10 15 65
9.
Kelompok 9
- AS
- Asr
10 15 15 15 5 60
10.
Kelompok 10
- MA
- FAS
10 15 20 15 15 75
11.
Kelompok 11
- Dew
- MAA
10 15 5 10 15 55
Jumlah 760
Rata-Rata 69,10
81
Pedoman Penskoran
Untuk soal no 1
Skor 10 jika siswa menulis teknologi produksi
Skor 5 jika siswa menulis teknologi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 2
Skor 15 jika siswa menulis 2 cabang-cabang
Skor 10 jika siswa menulis 1 cabang-cabang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 3
Skor 20 jika siswa menggunakan 3 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 15 jika siswa menggunakan 2 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 10 jika siswa menggunakan 1 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 5 jika siswa hanya menggunakan pulpen atau pensil saja
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 4
Skor 25 jika siswa menulis 4 kata kunci
Skor 15 jika siswa menulis 3 kata kunci
Skor 10 jika siswa menulis 2 kata kunci
Skor 5 jika siswa menulis 1 kata kunci
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 5
Skor 30 jika siswa menambahkan 4 simbol
Skor 20 jika siswa menambahkan 3 simbol
Skor 15 jika siswa menambahkan 2 simbol
Skor 5 jika siswa menambahkan 1 simbol
Skor 0 jika siswa tidak menulis
82
Lampiran 7
HASIL OBSERVASI ASPEK GURU
(Siklus I Pertemuan I)
Materi Pokok : Teknologi Produksi
Petunjuk: : Amatilah kegiatan siswa pada saat proses pembelajaran. Berilah
tanda ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom
tidak jika siswa tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan
kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan
konsep/permasalahan yang
mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan
ditanggapi oleh siswa
3. Guru membentuk kelompok
yang beranggotakan 2-3
orang
4. Guru meminta tiap
kelompok mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
5. Guru meminta tiap
kelompok (atau diacak
kelompok tertentu) membaca
hasil diskusinya, guru
mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
6. Guru meminta siswa
membuat kesimpulan atau
Baik
Cukup
Cukup
Kurang
Kurang
Kurang
83
guru memberi bandingan
sesuai konsep yang
disediakan guru
Jumlah 1 2 3 0
Kurang
Persentase Indikator 17% 33% 50% 0%
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-7 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100 % = 17%
Indikator Cukup : × 100 % = 33%
Indikator Kurang : × 100 % = 50%
Sibulue, 25 Maret 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
84
RUBRIK PENILAIAN ASPEK GURU
A. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
B : Guru menyampaikan 3 kompetensi yang ingin dicapai
C : Guru menyampaikan 2 kompetensi yang ingin dicapai
K : Guru menyampaikan 1 kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
B : Guru mengemukakan 3 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi produksi, jenis-jenis teknologi produksi dan
membedakan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan
masa kini
C : Guru mengemukakan 2 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi produksi dan jenis-jenis teknologi produksi
K : Guru mengemukakan 1 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi produksi
3. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
B : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa secara
heterogen
C : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
tempat duduk siswa
K : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
kemauan siswa sendiri
4. Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan tenang dan bekerja sama
C : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan bekerja sama
K : Guru hanya meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
85
5. Guru meminta tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
B : Guru menglot perwakilan kelompok tertentu membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
C : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
K : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan guru
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
6. Dari data-data di papan, guru meminta siswa membuat kesimpulan atau guru
memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
B : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas dau guru memberi bandingan sesuai konsep
C : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas
K : Guru menunjuk siswa tertentu membuat kesimpulan
86
Lampiran 8
HASIL OBSERVASI ASPEK SISWA
(Siklus I Pertemuan I)
Materi Pokok : Teknologi Produksi
Petunjuk : Amatilah kegiatan guru pada saat proses pembelajaran. Berilah tanda
ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom tidak jika
guru tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Siswa Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Siswa memperhatikan
kompetensi yang
disampaikan oleh guru
2. Siswa memperhatikan
dan menanggapi
konsep/permasalahan
tersebut
3. Siswa membentuk
kelompok sesuai
intruksi dari guru
4. Siswa mencatat
alternatif jawaban
hasil diskusi
5. Siswa membacakan
hasil diskusinya
6. Siswa membuat
kesimpulan dari
konsep yang
disediakan guru
15
12
10
5
6
4
Baik
Cukup
Cukup
Kurang
Kurang
Kurang
Jumlah 1 2 3 0
Kurang
Persentase Indikator 17% 33% 50% 0%
87
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-7 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100 % = 17%
Indikator Cukup : × 100 % = 33%
Indikator Kurang : × 100 % = 50%
Watampone, 25 Maret 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
88
RUBRIK PENILAIAN ASPEK SISWA
A. Kegiatan inti
1. Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
B : 15-22 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
C : 8-14 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
K : 1-7 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan
tenang dan tertib
2. Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
B : 15-22 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
3. Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
B : 15-22 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
C : 8-14 membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib
dan disiplin
K : 1-7 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
4. Siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : 15-22 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas dan
bersungguh-sungguh
89
5. Siswa membacakan hasil diskusinya
B : 15-22 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan
percaya diri
C : 8-14 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
K : 1-7 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
6. Siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru
B : 15-22 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
C : 8-14 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
K : 1-7 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
90
Lampiran 9
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
(Siklus I Pertemuan II)
Satuan Pendidikan : SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : IV/II
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit
Hari/Tanggal : Rabu/01 April 2015
I. Standar Kompetensi
2 Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan
teknologi dilingkungan kabupaten dan provinsi
II. Kompetensi Dasar
2.3 Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan
transportasi serta pengalaman penggunakannya
III. Indikator
2.3.2 Membandingkan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa lalu dan
masa kini
IV. Tujuan Pembelajaran
Melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping:
- Siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi komunikasi
- siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa
lalu dan masa kini
- Siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa
lalu dan masa kini
V. Materi Pokok
Perkembangan teknologi komunikasi
VI. Model Dan Metode Pembelajaran
a. Model Pembelajaran : Mind Mapping
b. Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Kerja kelompok, Penugasan
VII. Sumber / Media Pembelajaran
a. Sumber :
91
1) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP 2006
2) Buku Paket Cerdas Pengetahuan Sosial untuk SD/MI kelas IV oleh
Retno Heny Pujiati & Umi Yuliati Penerbit: Pusat Perbukuan
Depdiknas. Hal 163-183
b. Media : peta konsep terkait teknologi komunikasi
VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
No Langkah-langkah Pembelajaran Waktu
1 Kegiatan awal
1. Guru mengucapkan salam
2. Berdoa bersama
3. Guru mengabsen siswa
4. Apersepsi (guru melakukan tanya jawab
tentang materi yang akan diajarkan)
15 menit
2 Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan
yang mempunyai alternatif jawaban kemudian
akan ditanggapi oleh siswa
3. Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3
orang dan dibagikan LKS
4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang
dikerjakan
5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu)
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di
papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
6. Dari data-data di papan, siswa diminta
membuat kesimpulan atau guru memberi
bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
7. Evaluasi
75 menit
3 Kegiatan Akhir
1. Gurru memberikan motivasi kepada siswa
untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua 15 menit
92
dan kewajiban sebagai agama islam
4. Berdoa bersama
2. Mengucapkan salam
IX. Penilaian
1. Teknik Penilaian : Tes
2. Bentuk Penilaian : Essay (Tertulis)
3. Instrumen Penilaian : Terlampir
4. Kunci Jawaban : Terlampir
5. Pedoman Penskoran : Terlampir
X. Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Heny Retno.P & Yuliati Umi. 2008. Cerdas Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI
Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan Nasional.
Hal 163-183
Watampone, 01 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
Peneliti
ARVIANA AGUS
NIM: 1147040618
Mengetahui,
Kepala SDN 223 Sumpang Minangae
WAHYU, S.Pd
NIP: 19651231 198411 1 011
93
Lampiran 10
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS)
(Siklus I Pertemuan II)
Kelas / Semester : IV / II
Hari / Tanggal : ................./............................
Alokasi Waktu : 15 Menit
Nama Kelompok : ..............................................
1 ..............................................
2...............................................
Duduklah dengan teman kelompok kalian!
Buatlah peta konsep mengenai teknologi komunikasi (lisan, tertulis dan melalui
isyarat)!
1. Tulis 1 gagasan utamanya di tengah halaman dan lingkupilah dengan
lingkaran, persegi, atau bentuk lain!
2. Tambahkan 2 cabang yang mengelilingi gagasan utama!
3. Gunakan 3 warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang!
4. Tuliskan 4 kata kunci pada tiap-tiap cabang!
5. Tambahkan 4 simbol pada tiap-tiap cabang tersebut!
Rambu-rambu jawaban:
Untuk topik teknologi komunikasi lisan
Masa
lalu
Teknologi
komunikasi
lisan
Bertemu
Telepon
Masa
kini
Radio
TV
94
Untuk topik teknologi komunikasi tertulis
Untuk topik teknologi komunikasi melalui isyarat
Masa
lalu
Teknologi
komunikasi
tertulis
Faksimile
Masa
kini
Surat
Masa
lalu
Teknologi
komunikasi
melalui
isyarat
Bedug
Lampu lalu
lintas
Masa
kini
Alarm
gempa
kentongan
Mengirim SMS
surat lewat
burung
95
Nilai LKS
(Siklus I pertemuan II)
No. Nama
Kelompok
Nomor Soal/Skor
1 2 3 4 5 Nilai
10 15 20 25 30
1.
Kelompok 1
- DFM
- RSS
10 15 20 15 15 75
2.
Kelompok 2
- Jul
- Man
10 15 20 25 15 85
3.
Kelompok 3
- Maf
- Int
10 15 20 20 15 80
4.
Kelompok 4
- Nur
- Ali
10 15 20 15 15 75
5.
Kelompok 5
- CA
- Asd
10 15 15 10 5 55
6.
Kelompok 6
- MAI
- Fad
10 15 20 15 15 75
7.
Kelompok 7
- Apr
- Asw
10 15 20 25 10 80
8.
Kelompok 8
- Ren
- MS
10 15 15 10 15 65
9.
Kelompok 9
- AS
- Asr
10 15 15 15 15 70
10.
Kelompok 10
- MA
- FAS
10 15 20 15 15 75
11.
Kelompok 11
- Dew
- MAA
10 15 10 10 15 60
Jumlah 795
Rata-Rata 72,28
96
Pedoman Penskoran
Untuk soal no 1
Skor 10 jika siswa menulis teknologi transportasi
Skor 5 jika siswa menulis teknologi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 2
Skor 15 jika siswa menulis 2 cabang-cabang
Skor 10 jika siswa menulis 1 cabang-cabang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 3
Skor 20 jika siswa menggunakan 3 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 15 jika siswa menggunakan 2 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 10 jika siswa menggunakan 1 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 5 jika siswa hanya menggunakan pulpen atau pensil saja
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 4
Skor 25 jika siswa menulis 4 kata kunci
Skor 15 jika siswa menulis 3 kata kunci
Skor 10 jika siswa menulis 2 kata kunci
Skor 5 jika siswa menulis 1 kata kunci
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 5
Skor 30 jika siswa menambahkan 4 simbol
Skor 20 jika siswa menambahkan 3 simbol
Skor 15 jika siswa menambahkan 2 simbol
Skor 5 jika siswa menambahkan 1 simbol
Skor 0 jika siswa tidak menulis
97
Lampiran 11
HASIL OBSERVASI ASPEK GURU
(Siklus I Pertemuan II)
Materi Pokok : Teknologi Komunikasi
Petunjuk: : Amatilah kegiatan siswa pada saat proses pembelajaran. Berilah
tanda ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom
tidak jika siswa tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan
kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan
konsep/permasalahan yang
mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan
ditanggapi oleh siswa
3. Guru membentuk kelompok
yang beranggotakan 2-3
orang
4. Guru meminta tiap
kelompok mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
5. Guru meminta tiap
kelompok (atau diacak
kelompok tertentu) membaca
hasil diskusinya, guru
mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
6. Guru meminta siswa
Baik
Baik
Cukup
Cukup
Cukup
Kurang
98
membuat kesimpulan atau
guru memberi bandingan
sesuai konsep yang
disediakan guru
Jumlah 2 3 1 0
Cukup
Persentase Indikator 33% 50% 17% 0%
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-7 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100 % = 33%
Indikator Cukup : × 100 % = 50%
Indikator Kurang : × 100 % = 17%
Watampone, 01 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
99
RUBRIK PENILAIAN ASPEK GURU
A. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
B : Guru menyampaikan 3 kompetensi yang ingin dicapai
C : Guru menyampaikan 2 kompetensi yang ingin dicapai
K : Guru menyampaikan 1 kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
B : Guru mengemukakan 3 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi komunikasi, jenis-jenis teknologi komunikasi
dan membedakan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa lalu
dan masa kini
C : Guru mengemukakan 2 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi komunikasi dan jenis-jenis teknologi
komunikasi
K : Guru mengemukakan 1 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi komunikasi
3. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
B : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa secara
heterogen
C : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
tempat duduk siswa
K : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
kemauan siswa sendiri
4. Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan tenang dan bekerja sama
C : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan bekerja sama
100
K : Guru hanya meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
5. Guru meminta tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
B : Guru menglot perwakilan kelompok tertentu membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
C : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
K : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan guru
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
6. Dari data-data di papan, guru meminta siswa membuat kesimpulan atau guru
memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
B : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas dau guru memberi bandingan sesuai konsep
C : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas
K : Guru menunjuk siswa tertentu membuat kesimpulan
101
Lampiran 12
HASIL OBSERVASI ASPEK SISWA
(Siklus I Pertemuan II)
Materi Pokok : Teknologi Komunikasi
Petunjuk : Amatilah kegiatan guru pada saat proses pembelajaran. Berilah tanda
ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom tidak jika
guru tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Siswa Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Siswa memperhatikan
kompetensi yang
disampaikan oleh guru
2. Siswa memperhatikan
dan menanggapi
konsep/permasalahan
tersebut
3. Siswa membentuk
kelompok sesuai
intruksi dari guru
4. Siswa mencatat
alternatif jawaban hasil
diskusi
5. Siswa membacakan
hasil diskusinya
6. Siswa membuat
kesimpulan dari
konsep yang
disediakan guru
17
15
14
11
9
6
Baik
Baik
Cukup
Cukup
Cukup
Kurang
Jumlah 2 3 1 0
Cukup
Persentase Indikator 33% 50% 17% 0%
102
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-7 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100 % = 33%
Indikator Cukup : × 100 % = 50%
Indikator Kurang : × 100 % = 17%
Watampone, 01 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
103
RUBRIK PENILAIAN ASPEK SISWA
A. Kegiatan inti
1. Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
B : 15-22 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
C : 8-14 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
K : 1-7 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan
tenang dan tertib
2. Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
B : 15-22 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
3. Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
B : 15-22 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
C : 8-14 membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib
dan disiplin
K : 1-7 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
4. Siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : 15-22 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas dan
bersungguh-sungguh
104
5. Siswa membacakan hasil diskusinya
B : 15-22 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan
percaya diri
C : 8-14 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
K : 1-7 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
6. Siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru
B : 15-22 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
C : 8-14 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
K : 1-7 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
105
Lampiran 13
Tes Siklus I
Nama : .................................
Kelas : .................................
Waktu : 15 Menit
Petunjuk : a. Tulislah nama, dan kelas pada tempat yang tersedia !
b. Jawablah pertanyaan ini dengan benar!
1. Jelaskan pengertian teknologi produksi? (10)
2. Jelaskan pengertian teknologi komunikasi? (10)
3. Sebutkan 3 jenis teknologi produksi! (15)
4. Sebutkan 3 jenis teknologi komunikasi! (15)
5. Sebutkan 4 alat teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini! (25)
6. Sebutkan 4 alat teknologi komunikasi pada masa kini dan masa lalu! (25)
Kunci jawaban
1. Teknologi produksi adalah alat dan cara yang memudahkan manusia untuk
melakukan suatu kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa
2. Teknologi komunikasi adalah alat dan cara yang memudahkan manusia untuk
melakukan suatu kegiatan mengirim dan menerima pesan
3. Teknologi produksi makanan, teknologi produksi pakaian dan teknologi produksi
tempat tinggal
4. Teknologi komunikasi lisan, teknologi komunikasi tertulis dan teknologi
komunikasi melalui isyarat
5. Teknologi produksi pada masa lalu: bajak, tenun tangan, lesung, kapak, dan
menumbuk padi. Sedangkan teknologi produksi pada masa kini: traktor, mesin
penggiling padi, mesin tenun, dan gergaji mesin
6. Teknologi komunikasi pada masa lalu : bertemu, kentongan, surat dan bedug.
Sedangkan teknologi komunikasi pada masa kini : telpon, faksimile dan alarm
Pendoman Penskoran
Untuk soal nomor 1
Skor 10 jika siswa menulis dengan benar dan lengkap
Skor 5 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 0 jika siswa tidak menulis
106
Untuk soal nomor 2
Skor 10 jika siswa menulis dengan benar dan lengkap
Skor 5 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 3
Skor 15 jika siswa menuliskan 3 jenis teknologi produksi
Skor 10 jika siswa menuliskan 2 jenis teknologi produksi
Skor 5 jika siswa menuliskan 1 jenis teknologi produksi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 4
Skor 15 jika siswa menuliskan 3 jenis teknologi komunikasi
Skor 10 jika siswa menuliskan 2 jenis teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menuliskan 1 jenis teknologi komunikasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 5
Skor 25 jika siswa menuliskan 4 masing-masing alat teknologi produksi
Skor 20 jika siswa menjawab 3 masing-masing alat teknologi produksi
Skor 15 jika siswa menjawab 2 masing-masing alat teknologi produksi
Skor 10 jika siswa menjawab 1 masing-masing alat teknologi produksi
Skor 5 jika siswa menjawab namun salah
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 6
Skor 25 jika siswa menuliskan 4 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 20 jika siswa menjawab 3 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 15 jika siswa menjawab 2 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 10 jika siswa menjawab 1 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menjawab namun salah
Skor 0 jika siswa tidak menulis
107
Lampiran 14
Perolehan Tes Siklus I
No Nama Siswa
Nomor Soal/Skor
Jumlah
1 2 3 4 5 6 Skor Keterangan
10 10 15 15 25 25
1 Asd 5 5 5 15 25 5 60 Tidak Tuntas
2 CA 5 10 5 15 5 25 65 Tidak Tuntas
3 FAS 5 10 15 15 15 15 75 Tuntas
4 Fad 10 10 5 5 15 15 60 Tidak Tuntas
5 Asr 10 5 5 15 15 15 65 Tidak Tuntas
6 Ali 10 5 5 5 25 15 65 Tidak Tuntas
7 Apr 5 10 5 15 15 15 65 Tidak Tuntas
8 Asw 5 10 15 15 25 15 85 Tuntas
9 AS 5 5 15 5 25 5 60 Tidak Tuntas
10 Dew 10 10 15 15 5 5 60 Tidak Tuntas
11 DFM 10 10 15 5 10 25 75 Tuntas
12 Int 10 10 15 15 10 10 70 Tuntas
13 Jul 5 10 15 15 15 15 75 Tuntas
14 MA 10 5 5 15 25 15 75 Tuntas
15 Maf 10 10 15 15 10 25 85 Tuntas
16 Man 10 10 5 15 25 25 90 Tuntas
17 MS 5 10 15 5 15 15 65 Tidak Tuntas
18 MAI 10 10 5 5 15 15 60 Tidak Tuntas
19 Nur 10 10 15 5 15 15 70 Tuntas
20 Ren 10 10 15 5 15 5 60 Tidak Tuntas
21 RSS 10 10 15 15 5 25 80 Tuntas
22 MAA 10 10 5 5 15 15 60 Tidak Tuntas
Jumlah 1525
Rata-rata 69,32 CUKUP
Persentase Ketuntasan 45,46%
Persentase Ketidaktuntasan 54,55%
108
Lampiran 15
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
(Siklus II Pertemuan I)
Satuan Pendidikan : SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : IV/II
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit
Hari/Tanggal : Rabu/08 April 2015
I. Standar Kompetensi
2 Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi
dilingkungan kabupaten dan provinsi
II. Kompetensi Dasar
2.3 Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan
transportasi serta pengalaman penggunakannya.
III. Indikator
2.3.3 Membandingkan keunggulan dan kelemahan jenis-jenis alat teknologi
komunikasi pada masa lalu dan masa kini
IV. Tujuan Pembelajaran
Melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping:
- Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi komunikasi
- Siswa dapat menunjukkan cara penggunaan alat teknologi komunikasi
pada masa lalu dan pada masa kini
- Siswa membedakan keunggulan dan kelemahan jenis-jenis teknologi
komunikasi pada masa lalu dan masa kini
V. Materi Pokok
Perkembangan teknologi komunikasi
VI. Model Dan Metode Pembelajaran
a. Model Pembelajaran : Mind Mapping
b. Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Kerja kelompok, Penugasan.
VII. Sumber / Media Pembelajaran
a. Sumber :
109
1) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP 2006
2) Buku Paket Cerdas Pengetahuan Sosial untuk SD/MI kelas IV oleh
Retno Heny Pujiati & Umi Yuliati Penerbit: Pusat Perbukuan
Depdiknas. Hal 163-183
b. Media : peta konsep terkait teknologi komunikasi
VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
No Langkah-langkah Pembelajaran Waktu
1 Kegiatan awal
1. Guru mengucapkan salam
2. Berdoa bersama
3. Guru mengabsen siswa
4. Apersepsi (guru melakukan tanya jawab
tentang materi yang akan diajarkan)
15 menit
2 Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan
yang mempunyai alternatif jawaban kemudian
akan ditanggapi oleh siswa
3. Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3
orang dan dibagikan LKS
4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang
dibagikan
5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu)
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di
papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
6. Dari data-data di papan, siswa diminta
membuat kesimpulan atau guru memberi
bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
7. Evaluasi
75 menit
3 Kegiatan Akhir
1. Gurru memberikan motivasi kepada siswa
untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua 15 menit
110
dan kewajiban sebagai agama islam
2. Berdoa bersama
3. Mengucapkan salam
IX. Penilaian
1. Teknik Penilaian : Tes
2. Bentuk Penilaian : Essay (Tertulis)
3. Instrumen Penilaian : Terlampir
4. Kunci Jawaban : Terlampir
5. Pedoman Penskoran : Terlampir
X. Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Heny Retno.P & Yuliati Umi. 2008. Cerdas Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI
Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan Nasional.
Hal 163-183
Watampone, 08 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
Peneliti
ARVIANA AGUS
NIM: 1147040618
Mengetahui,
Kepala SDN 223 Sumpang Minangae
WAHYU, S.Pd
NIP: 19651231 198411 1 011
111
Lampiran 16
Soal Evaluasi
(Siklus II pertemuan I)
Nama : .................................
Kelas : .................................
Hari/Tanggal : .................................
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Sebutkan 3 contoh alat teknologi komunikasi
2. Jelaskan cara menggunakan telepon!
3. Sebutkan 3 keunggulan alat teknologi komunikasi pada masa lalu!
4. Sebutkan 3 kelemahan alat teknologi komunikasi pada masa lalu!
Kunci Jawaban
1. Contoh alat teknologi komunikasi yaitu telepon, bedug, surat
2. Cara menggunakan telepon yaitu tekan kode wilayah dan nomor tujuan yang
ingin ditelpon, tunggu sampai angkat, kemudian sudah dapat berkomunikasi
3. Keunggulan alat teknologi komunikasi pada masa lalu yaitu hemat biaya dan
tidak beradiasi, cepat sampai tujuan
4. Kelemahan alat teknologi komunikasi pada masa lalu yaitu lambat dan biayanya
mahal, jangkaunya dekat
Pedoman Penkoran
Untuk soal nomor 1
Skor 15 jika siswa menulis 3 alat teknologi komunikasi
Skor 10 jika siswa menulis 2 alat teknologi komunikasi
Skor 15 jika siswa menulis 1 alat teknologi komunikasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 2
Skor 25 jika siswa menulis dengan lengkap dan benar
Skor 20 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 15 jika siswa menulis namun kurang benar
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
112
Untuk soal nomor 3
Skor 30 jika siswa menulis 3 keunggulan alat teknologi komunikasi
Skor 20 jika siswa menulis 2 keunggulan alat teknologi komunikasi
Skor 15 jika siswa menulis 1 keunggulan alat teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 4
Skor 30 jika siswa menulis 3 Kelemahan alat teknologi komunikasi
Skor 20 jika siswa menulis 2 Kelemahan alat teknologi komunikasi
Skor 15 jika siswa menulis 1 Kelemahan alat teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
113
Lampiran 17
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS)
(Siklus II Pertemuan I)
Kelas / Semester : IV / II
Hari / Tanggal : ................./.............................
Alokasi Waktu : 15 Menit
Nama Kelompok : ...............................................
1 ..............................................
2...............................................
Duduklah dengan teman kelompok kalian!
Buatlah peta konsep mengenai keunggulan dan kelemahan teknologi produksi
(tinggal tinggal, makanan, dan pakaian)!
1. Tulis 1 gagasan utamanya di tengah halaman dan lingkupilah dengan
lingkaran, persegi, atau bentuk lain!
2. Tambahkan 4 cabang yang mengelilingi gagasan utama!
3. Gunakan 3 warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang!
4. Tuliskan 2 kata kunci pada tiap-tiap cabang!
5. Tambahkan 2 simbol pada tiap-tiap cabang tersebut!
Rambu-rambu jawaban:
untuk topik teknologi komunikasi lisan
Keunggulan
masa lalu
Teknologi
komunikasi
lisan
Saling
tatap muka
-Prosesnya cepat
-Jangkauan luas
Keunggulan
Masa kini
-Radiasi
-mahal
Kelemahan
Kelemahan Masa kini
lama masa lalu
114
Untuk topik teknologi komunikasi tertulis
Untuk topik teknologi komunikasi melalui isyarat
Murah
Sebagai
tanda
Keunggulan
masa lalu
Teknologi
komunikasi
tertulis
Bisa dibaca
kembali
-Prosesnya cepat
-Jangkauan luas
Keunggulan
Masa kini
-Radiasi
-Mahal
Kelemahan
Masa kini
Kelemahan
masa lalu
Lama
Keunggulan
masa lalu
Teknologi
komunikasi
melalui isyarat
Keunggulan
Masa kini
-Radiasi
-Mahal
Kelemahan
Masa kini
Kelemahan
masa lalu
Suaranya
kecil
115
Nilai LKS
(Siklus II Pertemuan I)
No. Nama
Kelompok
Nomor Soal/Skor
1 2 3 4 5 Nilai
10 15 20 25 30
1.
Kelompok 1
- DFM
- Asd
10 15 20 15 20 80
2.
Kelompok 2
- Jul
- MS
10 15 20 25 15 85
3.
Kelompok 3
- MA
- FAS
10 15 20 15 15 75
4.
Kelompok 4
- Man
- Ren
10 15 20 25 20 90
5.
Kelompok 5
- MAI
- Asr
10 15 20 15 15 75
6.
Kelompok 6
- Asw
- Fad
10 15 20 15 15 75
7.
Kelompok 7
- RSS
- Apr
10 15 20 15 20 80
8.
Kelompok 8
- Nur
- Ali
10 15 20 15 15 75
9.
Kelompok 9
- Int
- AS
10 15 20 10 15 70
10.
Kelompok 10
- MAA
- CA
10 15 20 10 15 70
11.
Kelompok 11
- Maf
- Dew
10 15 20 25 15 85
Jumlah 860
Rata-Rata 78,19
116
Pedoman Penskoran
Untuk soal no 1
Skor 10 jika siswa menulis teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menulis teknologi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 2
Skor 15 jika siswa menulis 3-4 cabang-cabang
Skor 10 jika siswa menulis 1-2 cabang-cabang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 3
Skor 20 jika siswa menggunakan 3 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 15 jika siswa menggunakan 2 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 10 jika siswa menggunakan 1 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 5 jika siswa hanya menggunakan pulpen atau pensil saja
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 4
Skor 25 jika siswa menulis 4 kata kunci
Skor 15 jika siswa menulis 3 kata kunci
Skor 10 jika siswa menulis 2 kata kunci
Skor 5 jika siswa menulis 1 kata kunci
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 5
Skor 30 jika siswa menambahkan 4 simbol
Skor 20 jika siswa menambahkan 3 simbol
Skor 15 jika siswa menambahkan 2 simbol
Skor 5 jika siswa menambahkan 1 simbol
Skor 0 jika siswa tidak menulis
117
Lampiran 18
HASIL OBSERVASI ASPEK GURU
(Siklus II Pertemuan I)
Materi Pokok : Teknologi Komunikasi
Petunjuk : Amatilah kegiatan siswa pada saat proses pembelajaran. Berilah
tanda ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom
tidak jika siswa tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan
kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan
konsep/permasalahan yang
mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan
ditanggapi oleh siswa
3. Guru membentuk kelompok
yang beranggotakan 2-3
orang
4. Guru meminta tiap
kelompok mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
5. Guru meminta tiap
kelompok (atau diacak
kelompok tertentu) membaca
hasil diskusinya, guru
mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
6. Guru meminta siswa
membuat kesimpulan atau
Baik
Baik
Baik
Baik
Cukup
Cukup
118
guru memberi bandingan
sesuai konsep yang
disediakan guru
Jumlah 4 2 0 0
Baik
Persentase Indikator 67% 33% 0% 0%
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-7 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100 % = 67%
Indikator Cukup : × 100 % = 33%
Indikator Kurang : × 100 % = 0%
Watampone, 08 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
119
RUBRIK PENILAIAN ASPEK GURU
A. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
B : Guru menyampaikan 3 kompetensi yang ingin dicapai
C : Guru menyampaikan 2 kompetensi yang ingin dicapai
K : Guru menyampaikan 1 kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
B : Guru mengemukakan 3 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
jenis-jenis teknologi komunikasi, cara penggunaan teknologi
komunikasi dan perbedaan keunggulan dan kelemahan teknologi
komunikasi
C : Guru mengemukakan 2 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
jenis-jenis teknologi komunikasi dan cara penggunaan teknologi
komunikasi
K : Guru mengemukakan 1 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
jenis-jenis teknologi komunikasi
3. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
B : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa secara
heterogen
C : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
tempat duduk siswa
K : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
kemauan siswa sendiri
4. Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan tenang dan bekerja sama
C : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan bekerja sama
120
K : Guru hanya meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
5. Guru meminta tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
B : Guru menglot perwakilan kelompok tertentu membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
C : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
K : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan guru
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
6. Dari data-data di papan, guru meminta siswa membuat kesimpulan atau guru
memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
B : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas dau guru memberi bandingan sesuai konsep
C : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas
K : Guru menunjuk siswa tertentu membuat kesimpulan
121
Lampiran 19
HASIL OBSERVASI ASPEK SISWA
(Siklus II Pertemuan I)
Materi Pokok : Teknologi Komunikasi
Petunjuk : Amatilah kegiatan guru pada saat proses pembelajaran. Berilah tanda
ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom tidak jika
guru tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Siswa Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Siswa memperhatikan
kompetensi yang
disampaikan oleh
guru
2. Siswa memperhatikan
dan menanggapi
konsep/permasalahan
tersebut
3. Siswa membentuk
kelompok sesuai
intruksi dari guru
4. Siswa mencatat
alternatif jawaban
hasil diskusi
5. Siswa membacakan
hasil diskusinya
6. Siswa membuat
kesimpulan dari
konsep yang
disediakan guru
19
18
20
16
12
8
Baik
Baik
Baik
Baik
Cukup
Cukup
Jumlah 4 2 0 0
Kurang
Persentase Indikator 67% 33% 0% 0%
122
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-7 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100 % = 67%
Indikator Cukup : × 100 % = 33%
Indikator Kurang : × 100 % = 0%
Watampone, 08 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
123
RUBRIK PENILAIAN ASPEK SISWA
A. Kegiatan inti
1. Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
B : 15-22 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
C : 8-14 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
K : 1-7 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan
tenang dan tertib
2. Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
B : 15-22 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
3. Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
B : 15-22 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
C : 8-14 membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib
dan disiplin
K : 1-7 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
4. Siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : 15-22 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas dan
bersungguh-sungguh
124
5. Siswa membacakan hasil diskusinya
B : 15-22 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan
percaya diri
C : 8-14 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
K : 1-7 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
6. Siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru
B : 15-22 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
C : 8-14 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
K : 1-7 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
125
Lampiran 20
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
(Siklus II Pertemuan II)
Satuan Pendidikan : SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : IV/II
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit
Hari/Tanggal : Rabu/15 April 2015
I. Standar Kompetensi
2 Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan
teknologi dilingkungan kabupaten dan provinsi
II. Kompetensi Dasar
2.3 Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan
transportasi serta pengalaman penggunakannya.
III. Indikator
2.3.4 Membandingkan jenis-jenis teknologi transportasi pada masa lalu dan
masa kini
IV. Tujuan Pembelajaran
Melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping:
- Siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi transportasi
- siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi transportasi pada masa
lalu dan masa kini
- Siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi transportasi pada masa
lalu dan masa kini
V. Materi Pokok
Perkembangan teknologi transportasi
VI. Model Dan Metode Pembelajaran
a. Model Pembelajaran : Mind Mapping
b. Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Kerja kelompok, Penugasan.
VII. Sumber / Media Pembelajaran
a. Sumber :
126
1) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP 2006
2) Buku Paket Cerdas Pengetahuan Sosial untuk SD/MI kelas IV oleh
Retno Heny Pujiati & Umi Yuliati Penerbit: Pusat Perbukuan
Depdiknas. Hal 163-183
b. Media : Peta konsep terkait teknologi transportasi
VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
No Langkah-langkah Pembelajaran Waktu
1 Kegiatan awal
1. Guru mengucapkan salam
2. Berrdoa bersama
3. Guru mengabsen siswa
4. Apersepsi (guru melakukan tanya jawab
tentang materi yang akan diajarkan)
15 menit
2 Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan
yang mempunyai alternatif jawaban kemudian
akan ditanggapi oleh siswa
3. Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3
orang dan dibagikan LKS
4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang
dikerjakan
5. Tiap kelompok (diacak kelompok tertentu)
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di
papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
6. Dari data-data di papan, siswa diminta
membuat kesimpulan atau guru memberi
bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
7. Evaluasi
75 menit
3 Kegiatan Akhir
1. Gurru memberikan motivasi kepada siswa
untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua 15 menit
127
dan kewajiban sebagai agama islam
2. Berdoa bersama
3. Mengucapkan salam
IX. Penilaian :
1) Teknik Penilaian : Tes
2) Bentuk Penilaian : Essay (Tertulis)
3) Instrumen Penilaian : Terlampir
4) Kunci Jawaban : Terlampir
5) Pedoman Penskoran : Terlampir
X. Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Heny Retno.P & Yuliati Umi. 2008. Cerdas Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI
Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan Nasional.
Hal 163-183
Watampone, 15 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
Peneliti
ARVIANA AGUS
NIM: 1147040618
Mengetahui,
Kepala SDN 223 Sumpang Minangae
WAHYU, S.Pd
NIP: 19651231 198411 1 011
128
Lampiran 21
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS)
(Siklus II Pertemuan II)
Kelas / Semester : IV / II
Hari / Tanggal : ................/..............................
Alokasi Waktu : 15 Menit
Nama Kelompok : ...............................................
1 ..............................................
2...............................................
Duduklah dengan teman kelompok kalian!
Buatlah peta konsep mengenai teknologi transportasi (darat, laut dan udara)
1. Tulis 1 gagasan utamanya di tengah halaman dan lingkupilah dengan
lingkaran, persegi, atau bentuk lain!
2. Tambahkan 2 cabang yang mengelilingi gagasan utama!
3. Gunakan 3 warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang!
4. Tuliskan 3 kata kunci pada tiap-tiap cabang!
5. Tambahkan 3 simbol pada tiap-tiap cabang tersebut!
Rambu-rambu jawaban:
Untuk topik teknologi transportasi darat
Masa
lalu
Teknologi
Transportasi
darat
Pedati Mobil
Masa
kini
Kereta
Delman listrik
Motor Kuda
129
Untuk topik teknologi transportasi udara
Untuk topik teknologi teknologi transportasi laut
Masa
lalu
Teknologi
Transportasi
darat
Masa
kini
helikoptee
listrik
Roket
Balon
udara pesawat
Masa
lalu
Teknologi
Transportasi
laut
Rakit Kapal feri
Masa
kini
Kapal laut
modern
Kapal
dayung
Kapal
tangker
Kapal
layar
130
Nilai LKS
(Siklus II Pertemuan II
No. Nama
Kelompok
Nomor Soal/Skor
1 2 3 4 5 Nilai
10 15 20 25 30
1.
Kelompok 1
- DFM
- Asd
10 15 20 20 15 80
2.
Kelompok 2
- Jul
- MS
10 15 20 25 15 85
3.
Kelompok 3
- MA
- FAS
10 15 20 15 15 75
4.
Kelompok 4
- Man
- Ren
10 15 20 20 20 90
5.
Kelompok 5
- MAI
- Asr
10 15 20 20 15 80
6.
Kelompok 6
- Asw
- Fad
10 15 20 25 10 80
7.
Kelompok 7
- RSS
- Apr
10 15 20 25 15 85
8.
Kelompok 8
- Nur
- Ali
10 15 20 10 15 75
9.
Kelompok 9
- Int
- AS
10 15 15 20 15 75
10.
Kelompok 10
- MAA
- CA
10 10 10 20 15 75
11.
Kelompok 11
- Maf
- Dew
10 15 20 25 20 90
Jumlah 890
Rata-Rata 80,91
131
Pedoman Penskoran
Untuk soal no 1
Skor 10 jika siswa menulis teknologi transportasi
Skor 5 jika siswa menulis teknologi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 2
Skor 15 jika siswa menulis 2 cabang-cabang
Skor 10 jika siswa menulis 1 cabang-cabang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 3
Skor 20 jika siswa menggunakan 3 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 15 jika siswa menggunakan 2 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 10 jika siswa menggunakan 1 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 5 jika siswa hanya menggunakan pulpen atau pensil saja
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 4
Skor 25 jika siswa menulis 5-6 kata kunci
Skor 20 jika siswa menulis 4 kata kunci
Skor 15 jika siswa menulis 3 kata kunci
Skor 10 jika siswa menulis 2 kata kunci
Skor 5 jika siswa menulis 1 kata kunci
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 5
Skor 30 jika siswa menambahkan 6 simbol
Skor 25 jika siswa menambahkan 5 simbol
Skor 20 jika siswa menambahkan 4 simbol
Skor 15 jika siswa menambahkan 3 simbol
Skor 10 jika siswa menambahkan 2 simbol
Skor 5 jika siswa menambahkan 1 simbol
Skor 0 jika siswa tidak menulis
132
Lampiran 22
HASIL OBSERVASI ASPEK GURU
(Siklus II Pertemuan II)
Materi Pokok : Teknologi Transportasi
Petunjuk : Amatilah kegiatan siswa pada saat proses pembelajaran. Berilah
tanda ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom
tidak jika siswa tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan
kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan
konsep/permasalahan yang
mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan
ditanggapi oleh siswa
3. Guru membentuk kelompok
yang beranggotakan 2-3
orang
4. Guru meminta tiap
kelompok mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
5. Guru meminta tiap
kelompok (atau diacak
kelompok tertentu) membaca
hasil diskusinya, guru
mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
6. Guru meminta siswa
membuat kesimpulan atau
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Cukup
133
guru memberi bandingan
sesuai konsep yang disediakan
guru
Jumlah 5 1 0 0
Baik
Persentase Indikator 83% 17% 0% 0%
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-8 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100% = 83%
Indikator Cukup : × 100% = 17%
Indikator Kurang : × 100% = 0%
Watampone, 15 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
134
RUBRIK PENILAIAN ASPEK GURU
A. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
B : Guru menyampaikan 3 kompetensi yang ingin dicapai
C : Guru menyampaikan 2 kompetensi yang ingin dicapai
K : Guru menyampaikan 1 kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
B : Guru mengemukakan 3 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi produksi, jenis-jenis teknologi produksi dan
membedakan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan
masa kini
C : Guru mengemukakan 2 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi produksi dan jenis-jenis teknologi produksi
K : Guru mengemukakan 1 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi produksi
3. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
B : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa secara
heterogen
C : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
tempat duduk siswa
K : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
kemauan siswa sendiri
4. Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan tenang dan bekerja sama
C : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan bekerja sama
K : Guru hanya meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
135
5. Guru meminta tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
B : Guru menglot perwakilan kelompok tertentu membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
C : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
K : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan guru
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
6. Dari data-data di papan, guru meminta siswa membuat kesimpulan atau guru
memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
B : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas dau guru memberi bandingan sesuai konsep
C : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas
K : Guru menunjuk siswa tertentu membuat kesimpulan
136
Lampiran 23
HASIL OBSERVASI ASPEK SISWA
(Siklus II Pertemuan II)
Materi Pokok : Teknologi Transportasi
Petunjuk : Amatilah kegiatan guru pada saat proses pembelajaran. Berilah tanda
ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom tidak jika
guru tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Siswa Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Siswa memperhatikan
kompetensi yang
disampaikan oleh
guru
2. Siswa memperhatikan
dan menanggapi
konsep/permasalahan
tersebut
3. Siswa membentuk
kelompok sesuai
intruksi dari guru
4. Siswa mencatat
alternatif jawaban
hasil diskusi
5. Siswa membacakan
hasil diskusinya
6. Siswa membuat
kesimpulan dari
konsep yang
disediakan guru
20
19
21
18
16
10
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Cukup
Jumlah 5 1 0 0
Kurang
Persentase Indikator 83% 17% 0% 0%
137
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-7 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100% = 83%
Indikator Cukup : × 100% = 17%
Indikator Kurang : × 100% = 0%
Watampone, 15 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
138
RUBRIK PENILAIAN ASPEK SISWA
A. Kegiatan inti
1. Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
B : 15-22 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
C : 8-14 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
K : 1-7 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan
tenang dan tertib
2. Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
B : 15-22 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
3. Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
B : 15-22 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
C : 8-14 membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib
dan disiplin
K : 1-7 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
4. Siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : 15-22 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas dan
bersungguh-sungguh
139
5. Siswa membacakan hasil diskusinya
B : 15-22 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan
percaya diri
C : 8-14 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
K : 1-7 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
6. Siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru
B : 15-22 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
C : 8-14 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
K : 1-7 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
140
Lampiran 24
Tes Siklus II
Nama : .................................
Kelas : ...............
Waktu : 15 Menit
Petunjuk : a. Tulislah nama, dan kelas pada tempat yang tersedia !
b. Jawablah pertanyaan ini dengan benar!
1. Sebutkan 4 contoh alat teknologi komunikasi yang kamu ketahui! (10)
2. Jelaskan yang dimaksud dengan teknologi transpotasi! (10)
3. Jelaskan cara menggunakan telpon! (15)
4. Sebutkan 3 jenis teknologi transportasi! (15)
5. Sebutkan 2 keunggulan dan kelemahan alat teknologi komunikasi pada masa lalu
dan masa kini! (25)
6. Sebutkan 4 alat teknologi transportasi pada masa lalu dan masa kini! (25)
Rambu-rambu jawaban
1. Telpon, faksimile, surat, kentongan
2. Teknologi transportasi adalah alat dan cara yang memudahkan manusia untuk
melakukan suatu kegiatan memindahkan barang atau manusia dari suatu tempat
ke tempat lain
3. Cara menggunakan telepon yaitu menekan tombol kode wilayah dan nomor yang
dituju maka sambungan akan langsung dapat dilakukan. Bila telah selesai maka
telepon dapat ditutup dan diletakkan pada tempatnya
4. Teknologi transportasi darat, teknologi transportasi udara dan teknologi
transportasi air
5. Kelemahan alat komunikasi masa lalu yaitu prosesnya lambat dan jangkauannya
tidak jauh atau dekat sedangkan keunggulannya yaitu hemat biaya dan tidak
menimbulkan radiasi. Sedangkan keunggulanya alat komunikasi masa kini yaitu
prosesnya cepat dan jangkauannya luas sedangkan kelemahannya yaitu biaya
cukup mahal dan dapat menimbulkan radiasi
6. Teknologi transportasi pada masa lalu : kuda, delman, pedati, perahu layar,
perahu rakit, perahu dayung dan balon udara
141
Teknologi transportasi pada masa kini : mobil, motor, kereta api, pesawat
penumpang, kapal laut modern, helikopter dan kapal feri
Pendoman Penskoran
Untuk soal nomor 1
Skor 10 jika siswa menulis 4 alat komunikasi
Skor 5 jika siswa menulis 2 alat komunikasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 2
Skor 10 jika siswa menulis dengan benar dan lengkap
Skor 5 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 3
Skor 15 jika siswa menulis dengan benar dan lengkap
Skor 10 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 4
Skor 15 jika siswa menuliskan 3 jenis teknologi transportasi
Skor 10 jika siswa menuliskan 2 jenis teknologi transportasi
Skor 5 jika siswa menuliskan 1 jenis teknologi transportasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 5
Skor 25 jika siswa menuliskan 4 kelemahan dan kelebihan alat komunikasi
Skor 20 jika siswa menjawab 3 kelemahan dan kelebihan alat komunikasi
Skor 15 jika siswa menjawab 2 kelemahan dan kelebihan alat komunikasi
Skor 10 jika siswa menjawab 1 kelemahan dan kelebihan alat komunikasi
Skor 5 jika siswa menjawab namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 6
Skor 25 jika siswa menuliskan 4 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 20 jika siswa menjawab 3 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 15 jika siswa menjawab 2 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 10 jika siswa menjawab 1 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menjawab namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
142
Lampiran 25
Perolehan Tes Siklus II
No Nama Siswa
Nomor Soal/Skor
Jumlah
Skor 1 2 3 4 5 6 Keterangan
10 10 15 15 25 25
1 Asd 10 5 5 10 15 15 60 Tidak Tuntas
2 CA 10 10 5 10 15 15 65 Tidak Tuntas
3 FAS 10 10 15 15 15 15 80 Tuntas
4 Fad 10 10 15 5 15 15 70 Tuntas
5 Asr 10 5 15 15 15 15 75 Tuntas
6 Ali 10 5 15 15 15 15 75 Tuntas
7 Apr 10 5 5 15 25 15 75 Tuntas
8 Asw 10 5 15 15 25 15 85 Tuntas
9 AS 10 10 15 15 10 5 65 Tidak Tuntas
10 Dew 10 10 15 5 15 10 65 Tidak Tuntas
11 DFM 10 10 15 15 15 15 80 Tuntas
12 Int 10 10 5 15 10 25 75 Tuntas
13 Jul 10 10 5 15 10 25 75 Tuntas
14 MA 10 10 15 5 25 15 80 Tuntas
15 Maf 10 10 5 15 25 25 90 Tuntas
16 Man 10 10 5 15 25 25 90 Tuntas
17 MS 10 10 5 5 25 15 70 Tuntas
18 MAI 10 10 5 5 25 15 70 Tuntas
19 Nur 5 10 15 15 15 15 75 Tuntas
20 Ren 10 5 5 15 25 15 75 Tuntas
21 RSS 10 10 15 15 10 25 85 Tuntas
22 MAA 5 10 5 10 15 15 60 Tidak Tuntas
Jumlah 1640
Rata-rata 74,55 BAIK
Persentase Ketuntasan 77,28%
Persentase Ketidaktuntasan 22,73%
143
Lampiran 26
Rekapitulasi Nilai
No. Nama Siswa Data Awal
Perolehan Nilai
Siklus I Siklus II
1 Asd 50 60 60
2 CA 60 65 65
3 FAS 55 75 80
4 Fad 55 60 70
5 Asr 60 65 75
6 Ali 60 65 75
7 Apr 55 65 75
8 Asw 65 85 85
9 AS 55 60 65
10 Dew 50 60 65
11 DFM 75 75 80
12 Int 60 70 75
13 Jul 70 75 75
14 MA 60 75 80
15 Maf 70 85 90
16 Man 75 90 90
17 MS 60 65 70
18 MAI 60 60 70
19 Nur 60 70 75
20 Ren 55 60 75
21 RSS 75 80 85
22 MAS 45 60 60
Jumlah 1330 1525 1640
Nilai Rata-Rata 60,46 69,32 74,55
Ketuntasan Belajar 22,73% 45,46% 77,28%
Ketidaktuntasan Belajar 77,28% 54,55% 22,73%
144
Lampiran 27
DOKUMENTASI HASIL PENELITIAN
`
LOKASI PENELITIAN
145
PERENCANAAN
Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas IV
Menganalisis Silabus Dan Kurikulum Membuat RPP
Membuat Media Pembelajaran Merancang Tes Siklus
146
REFLEKSI
Peneliti bersama guru kelas IV dan Kepala Sekolah Merefleksi Setiap Siklus
147
FOTO-FOTO PELAKSANAAN
1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2) Mengemukakan konsep dan siswa memberi tanggapan
148
3) Membentuk kelompok
4) Tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
149
5) Tiap kelompok (diacak kelompok tertentu) membacakan alternatif jawaban,
guru mencatat di papan dan mengelompokkan
6) Siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan
150
Lampiran 28
151
152
153
154
Lampiran 29
RIWAYAT HIDUP
ARVIANA AGUS di lahirkan di Watampone Kecamatan Tanete
Riattang Barat Kabupaten Bone pada tanggal 11 Februari 1993.
Putri ketiga dari 5 bersaudara pasangan ibu Idawati.L dan bapak
M.Agustan. Pendidikan Sekolah Dasar ditempuh di SD 25
Mattirowalie Kabupaten Bone diselesaikan tahun 2005. Pendidikan Sekolah
Menengah Pertama tamat di SMP Negeri 2 Watampone di selesaikan tahun 2008 dan
pendidikan sekolah lanjutan atas di SMA Negeri 1 Awangpone Kabupaten Bone di
selesaikan tahun 2011. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di
Kampus Universitas Negeri Makassar.(UNM) Program Studi Guru Sekolah Dasar S1
(PGSD) sampai sekarang.
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia,
karena dengan pendidikan kemampuan dan kepribadian manusia dapat berkembang
baik di dalam lingkungan hidup pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa. Sejalan
dengan itu menurut Hasbullah (2008: 1) bahwa “Pendidikan diartikan sebagai usaha
yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau
mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental”.
Dengan demikian pendidikan dapat diharapkan untuk membentuk watak, sikap,
karakter siswa, sehingga cenderung bersifat positif dalam bermasyarakat dikelak
kemudian hari.
Pendidikan IPS merupakan salah satu pelajaran yang diajarkan di sekolah
dasar yang memberikan pengetahuan dasar dan keterampilan baik dari segi kritis,
sikap, serta kecakapan-kecakapan bagi siswa sebagai warga negara sedini mungkin
agar kelak siswa dapat memenuhi kebutuhan kehidupan sosial di masyarakat. Sejalan
dengan itu menurut Susanto (2013: 148) mengemukakan bahwa “pendidikan IPS
adalah salah satu mata pelajaran yang dapat memberikan wawasan pengetahuan yang
luas mengenal masyarakat lokal maupun global sehingga mampu hidup bersamasama
dengan masyarakat lainnya”. Sehingga memiliki kesadaran dan kepekaan
terhadap masalah sosial di lingkungannya.
1
2
Pembelajaran IPS yaitu bertujuan membentuk warga negara yang
berkemampuan sosial dan yakin akan kehidupannya sendiri di tengah-tengah
masyarakat agar menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Oleh
karena itu agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar
yang berguna bagi dirinya di kehidupan sehari-hari dalam pembelajaran sehingga
tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Sejalan dengan itu berdasarkan KTSP (2006:
575) tujuan mata pelajaran IPS di SD/MI agar peserta didik memiliki kemampuan
yaitu sebagai berikut:
1) Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan
masyarakat dan lingkungannya; 2) Memiliki kemampuan dasar untuk
berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan
masalah, dan keterampilan dalam kehidupan social; 3) Memilki
komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan;
4) Memilki kemampuan untuk berkomunikasi, bekerjasama dan
berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal,
nasional dan global.
Salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan melalui
Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
IPS di sekolah dasar menetapkan beberapa kajian materi yang harus dikuasai oleh
siswa meliputi (1) manusia, tempat dan lingkungan, (2) waktu, keberlanjutan, dan
perubahan, (3) sistem sosial dan budaya, (4) perilaku ekonomi dan kesejahteraan.
Melihat kajian materi ilmu sosial tersebut maka pelajaran IPS di sekolah dasar dapat
mengembangkan pengetahuan dan kesadaran dalam diri siswa terhadap kehidupan
bermasyarakat dan berbudaya, menghargai peninggalan sejarah, bersaing secara sehat
dalam berbagai macam masalah sosial serta memahami perkembangan teknologi.
3
Berdasarkan hal tersebut, maka pendidikan menjadi sebuah tempat untuk
melakukan proses menumbuh kembangkan sistem nilai dan budaya menuju kearah
yang lebih baik, antara lain dalam pembentukan kepribadian, keterampilan dan
perkembangan intelektual siswa. Salah satu mata pelajaran yang turut berperan
penting dalam pembentukan kepribadian, keterampilan dan perkembangan intelektual
sejak dini bagi siswa adalah pembelajaran IPS, bahwa IPS dapat mengembangkan
dan melatih potensi diri siswa yang mampu melahirkan manusia yang andal, baik
dalam bidang akademik maupun dalam aspek moralnya.
Kenyataan yang terjadi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 223 Sumpang
Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone belum sesuai harapan. Hal ini
terungkap melalui prapenelitian yang dilakukan pada hari Sabtu, 20 Desember 2014
melalui observasi kepada guru dan siswa kelas IV. Dari hasil observasi diperoleh data
tentang pelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae masih kurang,
yaitu (1) guru belum maksimal melibatkan siswa dalam proses pembelajaran,
sehingga siswa pasif dalam mengikuti proses pembelajaran, (2) guru belum efektif
dalam penggunaan media, sehingga siswa kurang motivasi dalam belajar, (3) guru
belum maksimal dalam membimbing, sehingga siswa kurang memahami materi
pembelajaran, (4) guru kurang berinteraksi dengan siswa, sehingga siswa belum
berani mengemukakan ide/pendapatnya.
Disamping peneliti mengadakan observasi juga mengambil dokumentasi
sekolah hasil ulangan tengah semester 1 tahun 2014 siswa kelas IV pada mata
pelajaran IPS terungkap bahwa hasil belajar siswa tersebut masih rendah yang jauh
4
dari nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Dari 22 siswa mendapat nilai
diatas 70 sebanyak 5 siswa sekitar 22,73%. Siswa yang mendapat nilai dibawah 70
sebanyak 17 siswa atau sekitar 77,28%.
Apabila masalah tersebut di atas dibiarkan, maka akan berdampak kurang
terhadap mutu dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di sekolah dasar. Untuk
memecahkan masalah tersebut di atas, peneliti bersama guru akan mengkolaborasikan
penyebab masalah-masalah yang ditemukan oleh peneliti untuk menentukan cara
pemecahan atau penanggulangannya dengan menerapkan model pembelajaran Mind
Mapping dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pembelajaran IPS di kelas IV
SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Model pembelajaran Mind Mapping efektif dalam meningkatkan potensi dan
tingkat pemahaman menyeluruh pada siswa karena model pembelajaran Mind
Mapping adalah salah satu upaya yang dapat digunakan untuk memberikan kesan
mendalam pada proses belajar siswa dan juga model pembelajaran Mind Mapping
juga menenangkan, menyenangkan dan kreatif bagi siswa. Sejalan dengan itu
menurut Martin (Trianto, 2007: 157) mengemukakan bahwa model pembelajaran
Mind Mapping adalah inovasi baru yang penting untuk membantu anak menghasilkan
pembelajaran bermakna dalam kelas”. Selain itu, model pembelajaran Mind Mapping
sangat cocok digunakan dalam pembelajaran IPS karena dengan penggunaan model
pembelajaran Mind Mapping dapat memungkinkan siswa dapat memahami konsep
materi yang diajarkan, dan juga dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar
siswa.
5
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah bagaimana penerapan model pembelajaran Mind Mapping dalam
meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone?.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model
pembelajaran Mind Mapping dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV
SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini di bagi atas dua yaitu
manfaat teoritis dan manfaat praktis yaitu sebagai berikut:
1. Manfaat Teoretis
a. Bagi siswa meningkatkan atau memperluas wawasan tentang teori belajar
pembelajaran yang dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan hasil belajar
IPS di SD.
b. Bagi guru memiliki pengetahuan tentang penerapan model pembelajaran Mind
Mapping sebagai bentuk inovasi pembelajaran di SD.
c. Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam
melakukan penelitian selanjutnya dan memberikan pengetahuan tentang hasil
kajian terhadap hasil belajar IPS.
6
2. Manfaat Praktis
a. Bagi siswa mendapat kesempatan dan pengalaman belajar dalam suasana
yang menyenangkan, meningkatkan hasil belajar melalui model pembelajaran
Mind Mapping.
b. Bagi guru dapat menerapkan suatu model yang efektif untuk meningkatkan
potensi dan tingkat pemahaman serta memberikan kesan mendalam dalam
pembelajaran IPS di SD.
c. Bagi peneliti dapat dijadikan pengalaman nyata dan dapat menggunakan
model pembelajaran Mind Mapping dalam pembelajaran IPS.
7
BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A. Kajian Pustaka
1. Model Pembelajaran Mind Mapping
a. Pengertian Model pembelajaran Mind Mapping
Model pembelajaran Mind Mapping “peta konsep” merupakan gambaran
menyeluruh dari suatu materi pembelajaran yang dibuat dalam bentuk sederhana
untuk mempermudah mengetahui isi materi tersebut sehingga membantu siswa dalam
mengingat materi. Sejalan dengan itu menurut Martin (Trianto, 2007: 157)
mengemukakan bahwa Mind Mapping adalah inovasi baru yang penting untuk
membantu anak menghasilkan pembelajaran bermakna dalam kelas”.
Mind Mapping dapat mengaktifkan kedua belahan otak manusia, karena otak
memiliki tugas dan cara kerja yang berbeda. Otak kiri bekerja untuk hal-hal yang
berkaitan dengan kata, angka dan daftar. Sementara otak kanan bekerja untuk hal-hal
yang berkaitan dengan kesadaran, imajinasi, warna, kecerdasan. Sementara model
pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menyerap dan mengeluarkan informasi dan
ide baru dalam otak dengan menggunakan warna, simbol, kata, garis lengkung
dan gambar yang sesuai dengan cara kerja otak. Sehingga dengan adanya
keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur
dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal.
Sehingga Model pembelajaran Mind Mapping efektif dalam meningkatkan potensi
7
8
dan tingkat pemahaman menyeluruh pada siswa. Sejalan dengan itu menurut Trianto
(2007: 166) menyatakan bahwa sebagai berikut:
Tujuan Mind Mapping yaitu untuk memperjelas pemahaman suatu
bacaan, sehingga dapat dipakai sebagai alat evaluasi dengan cara
membantu siswa untuk membaca peta konsep dan menjelaskan
hubungan antara konsep satu dengan konsep lain dalam satu peta
konsep.
Mind Mapping dapat membantu dalam belajar, mengajar, dan menyimpan
sebanyak mungkin informasi yang diinginkan, serta mengolongkan informasi tersebut
secara wajar agar memungkinkan mendapat daya ingat yang sempurna atas segala hal
yang diinginkan dengan cara mencatat yang menyenangkan, dan mudah menyerap
informasi dan ide baru dalam otak, sehingga mengingat informasi akan lebih mudah
dan bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat biasa dan cara kerja
alami otak dilibatkan sejak awal dalam proses pembelajaran berlangsung.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Mind Mapping adalah
suatu bentuk model belajar yang efektif untuk memahami kerangka konsep materi
pelajaran sehingga siswa dapat menyerap dan mengeluarkan informasi dan ide baru..
b. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Mind Mapping
Aqib (2014: 23) mengemukakan langkah-langkah model pembelajaran Mind
Mapping dalam proses pembelajaran yaitu sebagai berikut:
1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, 2) Guru
mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh
siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban,
3) membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, 4) Tiap
kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi,
5) Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai
9
kebutuhan guru, 6) Dari data-data di papan, siswa diminta membuat
kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang
disediakan guru.
Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan
Mind Mapping dapat memudahkan siswa untuk memahami dan mengingat
materi pembelajaran yang tersaji dalam bentuk Mind Mapping karena dibuat
sangat menarik.
Mind Mapping dapat membantu pembelajar mengatasi kesulitan,
mengetahui apa yang hendak ditulis, serta bagaimana mengotganisasi
gagasan, sebab teknik ini mampu membantu pembelajar menemukan
gagasan, mengetahui apa yang akan ditulis pembelajar, serta bagaimana
memulainya. Mind mapping sangat baik untuk merencanakan dan mengatur
berbagai hal. Untuk membantu peta konsep, ada beberapa langkah yang perlu
ditempuh.
Shoimin (Deporter, 2014: 106) mengemukakan bahwa: “1) Tulis
gagasan utama, 2) tambahkan sebuah cabang, 3) tuliskan kata kunci,
4) Tambahkan Simbol-Simbol”. Secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Tulis gagasan utamanya di tengah-tengah kertas dan lingkupilah
dengan lingkaran, persegi, atau bentuk lain.
2. Tambahkan sebuah cabang yang keluar dari pusatnya untuk setiap
poin atau gagasan utama. Jumlah cabang-cabangnya akan bervariasi,
tergantung darri jumlah gagasan atau segmen. Gunakan warna yang
berbeda untuk tiap-tiap cabang.
10
3. Tuliskan kata kunci atau frasa pada tiap-tiap cabang yang
dikembangkan untuk setail. Kata-kata kunci adalah kata-kata yang
menyampaikan inti sebuah gagasan dan memicu ingatan
pembelajaran.
4. Tambahkan simbol-simbol dan ilustrasi-ilustrasi untuk mendapatkan
ingatan yang lebih baik.
c. Keunggulan dan kelemahan model pembelajaran Mind Mapping
Shoimin (2014: 107) mengemukakan keunggulan model pembelajaran Mind
Mapping yaitu adalah; “1) Cara ini cepat, 2) teknik dapat digunakan untuk
mengorganisasikan ide-ide yang muncul dalam pemikiran, 3) proses menggambar
diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain, 4) diagram yang sudah terbentuk bisa
menjadi panduan untuk menulis”. Sedangkan kelemahan model pembelajaran Mind
Mapping ini yaitu adalah; “1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat, 2) Tidak seluruh
siswa belajar, 3) Jumlah detail informasi tidak dapat dimasukkan”.
2. Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping dalam Pembelajaran IPS
Berdasarkan langkah-langkah model pembelajaran Mind Mapping dalam
pembelajaran IPS, dapat dikemukakan sebagai berikut: kegiatan awal yang terdiri dari
guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam, kemudian menunjuk ketua kelas
untuk memimpin doa belajar didepan kelas, setelah itu guru mengabsen siswa,
kemudian guru mengadakan apersepsi dengan tanya jawab tentang materi
perkembangan teknologi.
11
Kegiatan inti yang terdiri dari guru menyampaikan kompetensi yang ingin
dicapai, selanjutnya guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa, setelah mengemukakan
konsep tersebut, guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang,
dikarenakan semua siswa hadir dengan jumlah 22 orang maka pembentukan
kelompok dibagi secara berpasangan sehingga diperoleh 11 kelompok. Setelah
pembentukan kelompok, tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi, setelah masing-masing kelompok selesai mencatat alternatif
jawaban selanjutnya tiap kelompok (diacak kelompok tertentu) membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru.
Selanjutnya dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru
memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru dan selanjutnya evaluasi.
Kegiatan akhir terdiri dari guru tanya jawab tentang materi. Setelah itu, gurru
memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua
dan kewajiban sebagai agama islam dan sebagai akhir pembelajaran guru menutup
pelajaran.
3. Hakikat Hasil Belajar
a. Pengertian Belajar
Kata atau istilah belajar bukanlah sesuatu yang baru, sudah sangat dikenal
secara luas, namun dalam pembahasan belajar ini masing-masing ahli memiliki
pemahaman dan definisi yang berbeda-beda. Menurut Leo Sutrisno (Suyono, 2012:
12
13) menyatakan bahwa “belajar adalah suatu proses aktif menyusun makna melalui
setiap interaksi dengan lingkungan, dengan membangun hubungan antara konsepsi
yang telah dimiliki dengan fenomena yang sedang dipelajari“. Dengan demikian,
belajar itu bukan sekedar mengingat atau menghafal saja, namun di alami oleh siswa
itu sendiri.
Adapun menurut W.S.Winkel (Suyono, 2012: 14) seorang kognitivis,
menyatakan bahwa “belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang
berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahanperubahan
dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap”. Sejalan
dengan itu belajar merupakan proses perubahan perilaku atau pribadi atau perubahan
dari diri seseorang berdasarkan pengalaman yang dialaminya. Sementara menurut
Suyono dan Hariyanto (2012: 9) menyatakan bahwa “belajar adalah suatu aktivitas
atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan,
memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian”. Dengan kata lain
belajar merupakan proses mencari ilmu yang terjadi dalam diri seseorang melalui
latihan, pembiasaan, pengalaman dan sebagainya untuk menjadi manusia yang
dewasa sehingga kelak menjadi manusia yang dibanggakan orang tuanya serta
negaranya.
Dari beberapa pengertian belajar di atas, maka dapat disimpulan bahwa
belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam
keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahaman, atau pengetahuan baru
13
sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan perilaku yang relatif tetap
baik dalam berpikir, merasa, maupun dalam bertindak.
b. Pengertian Hasil Belajar
Berdasarkan uraian tentang konsep belajar di atas, dapat dipahami tentang
makna hasil belajar, merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa,
baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari
kegiatan belajar. Sejalan dengan itu Soedijarto (Purwanto, 2013: 46) mengemukakan
bahwa “hasil belajar sebagai tingkat penguasaan yang dicapai oleh mahasiswa dalam
mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan”.
Dengan demikian hasil belajar seringkali digunakan sebagai ukuran untuk
mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai bahan yang sudah diajarkan.
K.Brahim (Susanto, 2013: 5) mengemukakan “hasil belajar dapat diartikan
sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah
yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah
pelajaran tertentu”. Sejalan dengan itu hasil belajar siswa merupakan kemampuan
yang diperoleh siswa setelah melalui proses kegiatan belajar untuk memperoleh suatu
bentuk perubahan setelah mempelajari suatu mata pelajaran di sekolah baik berubah
tingkah laku ataupun nilai.
Dari kedua pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar
memiliki peran penting bagi siswa dalam setiap proses kegiatan belajar mengajar
yang telah dialaminya, karena penilaian hasil belajar siswa dapat memberikan
informasi kepada guru sebagai ukuran untuk mengetahui tentang kemajuan belajar
14
siswa, baik itu menyangkut pengetahuan, sikap dan keterampilan yang terkait dengan
mata pelajaran yang diberikan kepada siswa.
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Wasliman (Susanto, 2013: 12) berpendapat bahwa “hasil belajar yang dicapai
oleh peserta didik merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang
mempengaruhi, baik faktor internal maupun eksternal”. Sscara perinci, uraian
mengenai faktor internal dan eksternal, sebagai berikut:
1) Faktor internal; faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam
diri siswa, yang memengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor internal ini
meliputi: kecerdasan, minat, dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan,
sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan.
2) Faktor eksternal; faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang
memengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keadaan
keluarga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, keluarga yang morat-marit
keadaan ekonominya, pertengkaran suami istri, perhatian orangtua yang
kurang terhadap anaknya, serta kebiasaan sehari-hari berperilaku yang kurang
baik dari orangtua dalam kehidupan sehari-hari berpengaruh dalam hasil
belajar siswa.
Sedangkan menurut Ruseffendi (Susanto, 2013: 14) mengidentifikasi bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar sebagai berikut: “kecerdasan,
kesiapan anak, bakat anak, kemauan belajar, minat anak, model penyajian materi,
pribadi dan sikap guru, suasana belajar, kompetensi guru, dan kondisi masyarakat”.
15
Dari kedua pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang
mempengaruhi meningkatnya hasil belajar adalah siswa dan guru. Pada siswa dilihat
bagaimana sikap, pikiran, perhatian, dan aktivitas dalam kegiatan proses
pembelajaran. Sedangkan pada guru, bagaimana seorang guru mengarahkan dan
membelajarkan siswa dengan caranya yang dapat diterima siswa.
4. Hakikat Pembelajaran IPS
a. Pengertian IPS
IPS merupakan suatu pelajaran yang semestinya siswa mendapatkan bekal
pengetahuan yang berharga dalam memahami dirinya sendiri dan orang lain dalam
lingkungan masyarakat yang berbeda tempat maupun waktu, baik secara individual
maupun secara kelompok. Sejalan dengan itu menurut Buchari Alma (Susanto, 2013:
141) berpendapat bahwa:
IPS sebagai suatu program pendidikan yang merupakan suatu
keseluruhan yang pada pokoknya mempersoalkan manusia dalam
lingkungan alam fisik, maupun dalam lingkungan sosialnya dan yang
bahannya diambil dari berbagai ilmu sosial, seperti: geografi, sejarah,
ekonomi, antropologi, sosiologi, politik dan psikologi.
Sementara itu Gunawan (2011: 93) menyatakan bahwa “hakikat IPS adalah
telaah tentang manusia dan dunianya. Manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup
bersama dengan sesamanya”. Sejalan dengan itu IPS juga membahas hubungan
antara manusia dengan lingkunganya. Lingkungan masyarakat dimana anak didik
tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari masyarakat, dihadapkan pada berbagai
permasalahan yang ada dan terjadi di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian
16
pendidikan IPS berusaha membantu peserta didik dalam memecahkan permasalahan
yang dihadapi sehingga akan menjadikannya semakin mengerti dan memahami
lingkungan sosial masyarakatnya.
Dari kedua pendapat diatas, maka disimpulkan bahwa pendidikan IPS
merupakan suatu mata pelajaran yang mengintergrasikan berbagai ilmu-ilmu sosial
dengan dan tujuan agar dapat dipahami serta dipelajari oleh siswa sehingga
mendapatkan bekal pengetahuan yang berharga dalam memahami dirinya sendiri dan
orang lain dalam lingkungan masyarakat.
b. Tujuan Pembelajaran IPS
Tujuan utama IPS ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar
peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental
positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi
setiap masalah yang tejadi sehari-hari, baik yang menimpa dirinya sendiri maupun
yang menimpa masyarakat. Sejalan dengan itu berdasarkan KTSP (2006: 575) tujuan
mata pelajaran IPS di SD/MI agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut:
1) Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan
masyarakat dan lingkungannya; 2) Memiliki kemampuan dasar untuk
berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan
masalah, dan keterampilan dalam kehidupan social; 3) Memilki
komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan;
4) Memilki kemampuan untuk berkomunikasi, bekerjasama dan
berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal,
nasional dan global.
Pembelajaran IPS bertujuan membentuk warga negara yang berkemampuan
sosial dan yakin akan kehidupannya sendiri di tengah-tengah kekuatan fisik dan
17
sosial, yang pada gilirannya akan menjadi warga negara yang baik dan bertanggung
jawab terhadap bangsa dan negarannya dalam berbagai segi kehidupan sosialnya
tersebut. Sejalan dengan itu Wahab (Gunawan, 2011: 21) mengemukakan sebagai
berikut:
Tujuan pengajaran IPS di sekolah tidak lagi semata-mata untuk
memberi pengetahuan dan menghapal sejumlah fakta dan informasi
akan tetapi lebih dari itu. Para siswa selain diharapkan memiliki
pengetahuan mereka juga dapat mengembangkan keterampilannya
dalam berbagai segi kehidupan dimulai dari keterampilan
akademiknya sampai pada keterampilan sosialnya.
Berdasarkan tujuan pembelajaran IPS tersebut diharapkan siswa benar-benar
terlibat dalam proses pembelajaran secara aktif sehingga dapat mengenal, memiliki
dan mampu berkomunikasi, bekerjasama, berkompetisi dalam kehidupan
bermasyarakatnya, sehingga dapat melahirkan warga negara yang baik dan
bertanggung jawab terhadap bangsa dan negarannya.
c. Ruang lingkup IPS
Ruang lingkup mata pelajaran IPS di SD/MI berdasarkan KTSP meliputi
aspek-aspek yaitu sebagai berikut: (1) Manusia, tempat dan lingkungan, (2) Waktu,
keberlanjuran, dan perubahan, (3) Sistem sosial dan budaya, dan (4) Perilaku
ekonomi dan kesejahteraan.
Keempat aspek tersebut sangat penting diajarkan pada siswa SD untuk
mempersiapkan diri menghadapi era globalisasi. sehingga siswa diarahkan untuk
dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab,
serta warga dunia yang cinta damai.
18
B. Kerangka Pikir
Salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa SD dalam KTSP
2006 adalah IPS. Harapan tentang pengajaran mata pelajaran IPS di SD belum
sesuai dengan kenyataan yang ada. Fenomena ini ditemukan pada siswa kelas IV
SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone, dimana
hasil belajar IPS masih rendah. Penyebab rendahnya hasil belajar IPS tersebut adalah
aspek guru dan aspek siswa yaitu (1) guru belum maksimal melibatkan siswa dalam
proses pembelajaran, sehingga siswa pasif dalam mengikuti proses pembelajaran,
(2) guru belum efektif dalam penggunaan media, sehingga siswa kurang motivasi
dalam belajar, (3) guru belum maksimal dalam membimbing, sehingga siswa kurang
memahami materi pembelajaran, (4) guru kurang berinteraksi dengan siswa, sehingga
siswa belum berani mengemukakan ide/pendapatnya.
Berdasarkan analisis masalah di atas, maka untuk mengatasinya, guru perlu
menerapkan model yang tepat. Model pembelajaran Mind Mapping efektif dalam
meningkatkan potensi dan tingkat pemahaman menyeluruh pada siswa karena Mind
Mapping adalah salah satu upaya yang dapat digunakan untuk memberikan kesan
mendalam pada proses belajar siswa dan juga menyenangkan dan kreatif bagi siswa.
Adapun langkah-langkah model pembelajaran Mind Mapping, yaitu: (1) Guru
menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, (2) Guru mengemukakan konsep/
permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh
siswa, (3) membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, (4) Tiap kelompok
menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi, (5) Tiap kelompok
19
(diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru, (6) Dari data-data di papan, siswa diminta
membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan
guru. Dengan menggunakan langkah-langkah di atas diharapkan meningkatkan hasil
belajar siswa dalam pembelajaran IPS di kelas IV. Adapun bagan kerangka pikir
model pembelajaran Mind Mapping sebagai berikut:
Bagan 2.1 Kerangka Pikir
Aspek Siswa
1. Siswa pasif dalam mengikuti
proses pembelajaran
2. Siswa kurang motivasi dalam
belajar
3. Siswa kurang memahami materi
pembelajaran
4. Siswa belum berani
mengemukakan ide/pendapatnya
Aspek Guru
1. Guru belum maksimal melibatkan
siswa dalam proses pembelajaran
2. Guru belum efektif dalam
penggunaan media
3. Guru belum maksimal dalam
membimbing
4. Guru kurang berinteraksi dengan
siswa
Langkah-langkah model Pembelajaran Mind Mapping yaitu:
a) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b) Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
c) membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
d) Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi
e) Tiap kelompok (diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya,
guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
f) Dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan, guru
memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
Hasil Belajar IPS Meningkat
Rendahnya hasil belajar IPS di kelas IV
20
C. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kajian pustaka dan kerangka pikir sebelumnya, hipotesis
tindakan dalam penelitian ini adalah jika diterapkan model pembelajaran Mind
Mapping dalam pembelajaran IPS, maka hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 223
Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone dapat meningkat.
21
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
1. Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat
deskriptif. Di samping itu penggunaan pendekatan ini dimaksud untuk membantu
peneliti untuk mengkaji keefektifan penerapan model pembelajaran Mind Mapping.
Adapun ciri-ciri pendekatan kualitatif yang diungkapkan oleh Lincoln dan Guba
(Moleong, 2007: 8) yaitu sebagai berikut:
a) latar alamiah, b) manusia sebagai alat, c) metode kualitatif, d)
analisis atau secara induktif, e) teori dan dasar, f) deskriptif, g) lebih
mementingkan proses dari pada hasil, h) adanya batas yang ditentukan
oleh fokus, i) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data, j) desain
yang bersifat sementara, k) hasil penelitian dirunding dan disepakati
bersama.
2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Arikunto, dkk
(2011: 2-3) dalam PTK terkandung tiga kata membentuk pengertian, maka ada tiga
pengertian yang dapat diterangkan yaitu sebagai berikut:
1) Penelitian – menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek
dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk
memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam
meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi
peneliti, 2) Tindakan – menunjuk pada sesuatu gerak kegiatan yang
sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk
rangkaian siklus kegiatan untuk siswa, 3) Kelas – dalam hal ini tidak
terikat pada pengertian ruang kelas, tetapi dalam pengertian yang lebih
21
22
spesifik. Seperti yang sudah lama dikenal dalam bidang pendidikan
dan pengajaran, yang dimaksud dengan istilah kelas adalah
sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran
yang sama dari guru yang sama pula.
Jadi, penelitian tindakan kelas merupakan suatu penelitian yang dilakukan
oleh guru dengan cara mencermati proses kegiatan belajar siswa yang berupa sebuah
tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam kelas secara bersamaan.
B. Fokus Penelitian
Penelitian ini difokuskan pada faktor siswa dan faktor guru, kedua hal ini
dapat diuraikan yaitu sebagai berikut:
1. Penerapan Model pembelajaran Mind Mapping. adalah satu bentuk model belajar
yang efektif untuk memahami kerangka konsep materi pelajaran. Penelitian ini
difokuskan bagaimana penerapan dan keberhasilan model pembelajaran Mind
Mapping dalam pembelajaran IPS.
2. Hasil belajar dalam pembelajaran IPS. Hasil yang dimaksud adalah kemampuan
yang dimiliki siswa yang dapat diukur langsung dengan menggunakan tes yang
dilakukan oleh guru setelah proses pembelajaran.
C. Setting dan Subjek Penelitian
1. Setting Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Dusun Boarenge RT 02/ RW 02 Desa Sumpang
Minangae di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue
Kabupaten Bone pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Adapun kondisi kelas
23
IV yaitu dalam keadaan normal, terdapat 1 meja guru, 11 meja siswa, 22 kursi siswa,
1 lemari buku, papan tulis, dan berbagai media pembelajaran karya guru dan siswa
kelas IV yang dipajang di kelas. Lokasi penelitian ini ditetapkan berdasarkan
pertimbangan: 1) masih ditemukan siswa yang memiliki hasil belajar rendah dalam
pembelajaran IPS, 2) di sekolah ini belum ada yang melakukan penelitian tindakan
kelas dengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping, 3) adanya dukungan
dari kepala sekolah dan guru terhadap pelaksanaan penelitian ini.
2. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang
Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone dengan jumlah siswa yang berada di
kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone
sebanyak 22 orang yang terdiri atas 13 laki-laki dan 9 perempuan pada semester
genap tahun ajaran 2014/2015.
D. Rancangan Tindakan
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas, dengan
model siklus atau berdaur. Arikunto (2011: 16) mengemukakan bahwa “proses
penelitian terdiri atas beberapa komponen yang tersusun secara sistematis, yaitu
dimulai dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi”.
Tahapan pelaksanaan penelitian tersebut diuraikan seperti berikut ini:
24
1. Tahap Perencanaan Penelitian (Planning)
Rencana tindakan pembelajaran yang disusun secara sistematis, berorientasi
ke depan dengan mempertimbangkan peristiwa-peristiwa tak terduga sehingga dapat
mengurangi atau mengeliminasi resiko. Berikut akan dijelaskan langkah-langkah
kegiatan perencanaan tindakan dalam menggunakan model pembelajaran Mind
Mapping pada pembelajaran IPS. Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini
yaitu: .
a. Peneliti dan guru kelas IV menelaah silabus dan kurikulum khususnya mata
pelajaran IPS.
b. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun sesuai
dengan model pembelajaran Mind Mapping.
c. Membuat lembar kerja siswa (LKS).
d. Membuat alat bantu belajar (media pembelajaran) yang diperlukan dalam
rangka membantu siswa dalam memahami materi pelajaran.
e. Membuat tes siklus dan evaluasi.
f. Membuat lembar observasi aspek guru dan aspek siswa.
g. Merancang alat penilaian sesuai dengan tes yang telah dibuat.
2. Tahap Pelaksanaan Tindakan (Acting)
Tahap ini merupakan implementasi dari pelaksanaan rancangan yang telah
disusun secara kolaboratif antara peneliti, sekolah dan guru dengan menerapkan
25
model pembelajaran Mind Mapping. Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada tahap
ini yaitu:
a) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b) Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
c) Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
d) Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
e) Tiap kelompok (diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru
mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
f) Dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan, guru memberi
bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
3. Tahap Observasi (Observing)
Tahap observasi dilakukan selama proses tindakan berlangsung dengan
menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan yang terdiri dari lembar
observasi aspek guru dan aspek siswa. Pengamatan dilakukan terhadap perilaku dan
aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan dampak yang
ditimbulkan dari perilaku guru terhadap siswa selama proses pembelajaran dengan
menerapkan langkah-langkah model pembelajaran Mind Mapping.
4. Tahap Refleksi (Reflecting)
Pada tahap ini dilakukan untuk mengkaji dan merenungkan kembali
informasi-informasi awal berkenaan dengan adanya ketidaksesuaian dengan praktek
26
pembelajaran. Tujuannya untuk merumuskan formulasi awal yang kemudian akan
dituangkan ke dalam rencana awal tindakan. Refleksi lanjutan ini dilakukan secara
bersama (kolaboratif) antara peneliti, guru kelas IV, dan kepala sekolah dalam
menemukan bahan perbaikan untuk rencana tindakan selanjutnya yang akan
dilakukan
Adapun skems slur tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah
seperti di bawah ini :
Bagan 3.1 Skema Alur PTK Model Siklus (Arikunto, dkk, 2011: 16)
E. Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data
1. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tes,
pengamatan, dan dokumentasi. Teknik tersebut diuraikan sebagai berikut:
Refleksi
Refleksi
Pelaksanaan
Pelaksanaan
Kesimpulan
Pengamatan
Perencanaan
Siklus II
Perencanaan
Pengamatan
Siklus I
27
a. Tes
Tes dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang hasil belajar siswa
terhadap materi pembelajaran IPS. Tes dilaksanakan pada akhir setiap
tindakan.
b. Pengamatan (observasi)
Pengamatan ini dilaksanakan oleh orang yang terlibat aktif dalam pelaksanaan
tindakan yaitu oleh Hj. Rosmini, S.Pd (guru kelas IV). Pada pengamatan ini
digunakan pedoman pengamatan untuk mencatat hal-hal yang dianggap
penting.
c. Dokumentasi
Dokumentasi bertujuan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan.
Dokumentasi dilakukan dengan cara mengumpulkan data nilai tugas siswa
pada pelajaran IPS rekaman foto dan video sabagai gambaran pelaksanaan
tindakan.
2. Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini dimulai dari pra penelitian
untuk mengetahui masalah apa yang dihadapi guru dan peserta didik dalam proses
pembelajaran. Agar data yang diperoleh bisa valid, maka perlu menggunakan
prosedur pengumpulan data. Adapun prosedur yang digunakan adalah:
a. Untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar siswa maka digunakan tes.
Tes yang digunakan berupa tes tertulis maupun tes lisan yang dilaksanakan
pada awal maupun akhir pelajaran.
28
b. Untuk mengetahui jalannya pembelajaran maka yang digunakan adalah
pengamatan (observasi) yang berpedoman pada lembar observasi yang
ditujukan untuk siswa dan guru.
c. Sebagai gambaran dalam pelaksanaan penelitian, maka digunakanlah
dokumentasi melalui foto dan rekaman atau video pelaksanaan tindakan.
F. Teknik Analisis Data dan Indikator Keberhasilan
1. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini dilakukan selama dan sesudah pengumpulan
data. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pekerjaan siswa dengan
hasil observasi. Data yang terkumpul perlu dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian.
Menurut Sugiyono (2012: 338) ada tiga, yaitu “ 1) mereduksi data, 2) Penyajian data,
3) penarikan kesimpulan dan verifikasi”. Analisis tersebut diuraikan sebagai berikut:
a. Mereduksi data adalah proses kegiatan menyeleksi, memfokuskan dan
menyederhanakan semua data yang telah diperoleh melalui berbagai sumber,
yaitu data hasil tes, observasi, dan catatan lapangan.
b. Penyajian data dilakukan dengan cara menyusun secara naratif, sekumpulan
informasi yang telah diperoleh dari hasil reduksi, sehingga dapat memberikan
kemungkinan penarikan kesimpulan dan penarikan tindakan. Informasi yang
dimaksud adalah uraian proses kegiatan pembelajaran, peningkatan
pemahaman siswa, kesulitan yang dihadapi siswa serta hasil yang diperoleh
sebagai akibat dari pemberian tindakan.
29
c. Penarikan kesimpulan dan verifikasi adalah memberikan kesimpulan terhadap
hasil penafsiran dan evaluasi. Penarikan kesimpulan merupakan
pengungkapan akhir dari hasil tindakan berdasarkan data yang telah disajikan.
2. Indikator keberhasilan
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini meliputi indikator proses dan hasil
dalam penelitian pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Mind
Mapping. Dari segi proses yaitu keterlaksanaan skenario pembelajaran yang
dilakukan guru dalam menerapkan model pembelajaran Mind Mapping tersebut dapat
dilihat pada proses yang dikelolah oleh guru dalam mengajarkan materi
pembelajaran. Sedangkan dari segi hasil yaitu dilihat dari peningkatan hasil belajar
siswa pada materi pembelajaran pada mata pelajaran IPS yang ditandai dalam
keberhasilan belajar secara klasikal minimal 70% yang sesuai dengan KKM yang ada
di SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Adapun Kriteria yang digunakan untuk mengungkapkan kemampuan siswa
adalah sesuai dengan kriteria yang dikemukakan oleh Arikunto (2010: 35), yaitu
sebagai berikut:
Tabel 3.1 Kriteria Ketuntasan Belajar
Tingkat Penguasaan Kualifikasi
81 % - 100 % Sangat baik (SB)
61 % - 80 % Baik (B)
41 % - 60 % Cukup (C)
21 % - 40 % Kurang (K)
< 21 % Sangat kurang (SK)
30
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Paparan Data Tindakan Siklus I
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone dengan menerapkan Model Pembelajaran Mind
Mapping dilaksanakan dalam dua siklus. Untuk siklus I pertemuan I diadakan pada
hari Rabu, tanggal 25 Maret 2015 dan pertemuan II diadakan pada hari Rabu, tanggal
01 April 2015. Masing-masing pertemuan disetiap siklus terdiri dari tahap
perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi, untuk setiap
tahap tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Tahap Perencanaan
Perencanaan tindakan dilaksanakan sebelum pelaksanaan tindakan kelas.
adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu (1) peneliti bersama dengan guru wali kelas
IV menelaah silabus dan kurikulum khususnya mata pelajaran IPS, (2) membuat
rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP yang disusun sesuai dengan langkahlangkah
model pembelajaran Mind Mapping, (3) membuat lembar kerja siswa atau
LKS untuk memudahkan siswa melakukan kerja kelompok, (4) membuat alat bantu
belajar (media pembelajaran) yang diperlukan dalam rangka membantu siswa dalam
memahami materi pelajaran, (5) membuat soal-soal tes siklus dan evaluasi,
30
31
(6) membuat lembar observasi aspek guru dan aspek siswa, dan (7) merancang alat
penilaian sesuai dengan tes siklus yang telah dibuat.
Perencanaan pembelajaran ini dibagi atas tiga kegiatan, yakni kegiatan awal,
kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Pada pertemuan pertama dan kedua pada siklus I
standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dibahas sama namun indikatornya
berbeda. Standar Kompetensi yang akan dibahas dalam peneliti ini yaitu 2. mengenal
sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi dilingkungan
kabupaten dan provinsi dengan kompetensi dasar yaitu 2.3 mengenal perkembangan
teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman penggunakannya.
Indikator dalam penelitian ini untuk pertemuan I yaitu 2.3.1 membandingkan
jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini. Tujuan dalam penelitian
ini adalah (1) Melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menjelaskan
pengertian teknologi produksi, (2) Melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa
dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini,
dan (3) Melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat membedakan jenisjenis
teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini. Indikator dalam penelitian
ini untuk pertemuan II yaitu 2.3.2 membandingkan jenis-jenis teknologi komunikasi
pada masa lalu dan masa kini. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Melalui model
pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi
komunikasi, (2) Melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat
menyebutkan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini, dan
32
(3) Melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat membedakan jenis-jenis
teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini.
Pada penelitian ini, peneliti selanjutnya akan bertindak sebagai guru dalam
proses pembelajaran. Agar semua kegiatan yang berlangsung selama pembelajaran
dapat diamati dengan baik, maka kegiatan pengamatan dibantu oleh guru kelas IV SD
Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Adapun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP selengkapnya pada pertemuan I
(lampiran 4 halaman 73) dan pertemuan II (lampiran 9 halaman 90).
b. Tahap Pelaksanaan
1) Pertemuan I
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan I dengan materi yaitu
perkembangan teknologi produksi melalui model pembelajaran Mind Mapping di
kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Pelaksanaan dilakukan pada hari Rabu, tanggal 25 Maret 2015 mulai pukul 10.10-
11.55 WITA. Yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang
Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone yang berjumlah 22 orang yang terdiri
dari 13 laki-laki dan 9 perempuan. Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan I
direncanakan 3 x 35 menit yang dialokasikan untuk tiga kegiatan yaitu kegiatan awal,
kegiatan inti dan kegiatan akhir, kesemuanya ini sudah dikonsep pada perencanaan
pelaksanaan pembelajaran, ketiga kegiatan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
33
a) Kegiatan Awal
Kegiatan awal merupakan kegiatan pertama dengan waktu 15 menit. Pada
kegiatan ini guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan siswa
menjawab dengan serentak. Guru mengajak siswa untuk berdoa dan ketua kelasnya
maju kedepan untuk memimpin doa dan semua siswa mengangkat kedua tangannya
secara bersamaan. Ada siswa yang terlihat menganggu temannya, sehingga guru
mendekati siswa tersebut dan siswa itu kembali berdoa, setelah itu guru mengecek
kehadiran siswa dan siswa mengangkat tangan dan menjawab saat guru menyebut
namanya. Selanjutnya guru mengadakan apersepsi yaitu bertanya jawab tentang
materi yang akan diajarkan dengan bertanya langsung kepada siswa untuk menggali
pengetahuannya. Setelah kegiatan awal selesai maka dilanjutkan kegiatan
selanjutnya.
b) Kegiatan Inti
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, maka
kegiatan ini berlangsung selama 75 menit. Pada kegiatan inti ini guru melakukan
pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping yang terdiri
dari guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, kemudian guru
mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban,
sebelumnya guru menjelaskan cara membuat Mind Mapping kemudian guru
menampilkan media berupa Mind Mapping untuk diamati oleh siswa pada saat proses
pembelajaran berlangsung namun terdapat siswa yang ribut. Guru mendekati siswa
tersebut dan menasehatinya. Selanjutnya guru melakukan tanya jawab tentang
34
teknologi produksi berdasarkan pengamatannya pada media yang di pajang di papan
tulis. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan semua
siswa hadir dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok dibagi secara
berpasangan berdasarkan tempat duduk siswa sehingga diperoleh 11 kelompok dan
dibagikan LKS namun ada siswa yang mengganggu temannya. Setelah pembentukan
kelompok, guru meminta tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi berupa Mind Mapping dari LKS yang dikerjakan namun
terdapat kelompok yang kurang bekerja sama. Guru menegur kelompok tersebut dan
kelompok tersebut langsung bekerja sama, setelah masing-masing kelompok selesai
mencatat alternatif jawaban selanjutnya guru menunjuk kelompok tertentu untuk
membacakan hasil diskusinya. namun kelompok tersebut terlihat malu dan gelisah.
Guru mencatat di papan tulis dan mengelompokkannya. Selanjutnya dari data-data di
papan, guru langung menunjuk siswa untuk membuat kesimpulan dan guru memberi
bandingan sesuai konsep dan selanjutnya guru memberikan evaluasi kepada siswa
dan membagikan lembar soal dan siswa pun mengerjakan.
c) Kegiatan Akhir
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, penyajian
maka kegiatan akhir berlangsung selama 15 menit yang terdiri dari guru memberikan
motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan kewajiban
sebagai agama islam. Guru mengajak siswa untuk berdoa secara bersama-sama dan
mengucapkan salam.
35
2) Pertemuan II
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan II dengan materi yaitu
perkembangan teknologi komunikasi melalui model pembelajaran Mind Mapping di
kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Pelaksanaan dilakukan pada hari Rabu, 01 April 2015 mulai pukul 10.10-11.55
WITA. Yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone yang berjumlah 22 orang yang terdiri dari 13
laki-laki dan 9 perempuan. Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan I direncanakan
3 x 35 menit yang dialokasikan untuk tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti
dan kegiatan akhir, kesemuanya ini sudah dikonsep pada perencanaan pelaksanaan
pembelajaran, ketiga kegiatan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Kegiatan awal
Kegiatan awal merupakan kegiatan pertama dengan waktu 15 menit. Pada
kegiatan ini guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan siswa
menjawab dengan serentak meskipun tampak beberapa siswa yang masih berbicara
dengan temannya. Guru kemudian mengajak siswa untuk berdoa dan ketua kelasnya
maju kedepan untuk memimpin doa dan semua siswa mengangkat kedua tangannya
secara bersamaan. Guru mengecek kehadiran siswa dan siswa mengangkat tangan dan
menjawab saat guru menyebut namanya. Selanjutnya mengadakan apersepsi yaitu
bertanya jawab tentang materi teknologi komunikasi yang akan diajarkan dengan
bertanya langsung kepada siswa untuk menggali pengetahuannya. Setelah kegiatan
awal selesai maka dilanjutkan kegiatan selanjutnya.
36
b) Kegiatan inti
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, maka
kegiatan ini berlangsung selama 75 menit. Pada kegiatan inti ini guru melakukan
pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping yang terdiri
dari guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, kemudian guru
mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban,
sebelumnya guru mengingarkan siswa cara membuat Mind Mapping seperti yang
telah dipelajari sebelumnya kemudian guru menampilkan media berupa Mind
Mapping untuk diamati oleh siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Selanjutnya guru melakukan tanya jawab tentang teknologi komunikasi berdasarkan
pengamatannya pada media yang di pajang di papan tulis. Setelah itu, guru
membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan semua siswa hadir
dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok dibagi secara berpasangan
berdasarkan tempat duduk siswa sehingga diperoleh 11 kelompok dan dibagikan LKS
namun masih ada siswa yang menganggu temannya. Guru menegur kemudian siswa
tersebut diam. Setelah pembentukan kelompok, guru meminta tiap kelompok
menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan bekerja sama
berupa Mind Mapping dari LKS yang dikerjakan, setelah masing-masing kelompok
selesai mencatat alternatif jawaban selanjutnya guru langsung memilih kelompok
tertentu sesuai keinginan siswa untuk membacakan hasil diskusinya namun siswa
tersebut terlihat malu. Guru menenangkannya dan siswa tersebut langung
membacakan hasil diskusinya, kemudian guru mencatat di papan tulis dan
37
mengelompokkannya. Selanjutnya dari data-data di papan, guru menunjuk siswa
tertentu membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep dan
selanjutnya guru memberikan evaluasi dan membagikan soal tes kemudian siswa
mengerjakan secara individu.
c) Kegiatan akhir
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, penyajian
maka kegiatan akhir berlangsung selama 15 menit yang terdiri dari guru memberikan
motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan kewajiban
sebagai agama islam. Guru mengajak siswa untuk berdoa secara bersama-sama dan
mengucapkan salam.
c. Tahap Observasi
1) Pertemuan I
Keberhasilan tindakan pertemuan I diamati selama proses pelaksanaan yang
ada pada tindakan selama proses pelaksanaan tindakan dan setelah tindakan. Fokus
pengamatan adalah perilaku guru dan siswa dengan menggunakan lembar obsevasi.
Adapun aspek yang diamati adalah aktivitas guru dan siswa dalam proses
pembelajaran yaitu dari 6 aktivitas inti yang dilakukan oleh guru. Aktifitas yang
terlaksana dengan kualifikasi kurang (K). Selanjutnya pada kegiatan inti terdapat 6
indikator yang diharapkan (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru telah menyampaikan 3 kompetensi
yaitu yang ingin dicapai (2) Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang
38
mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa, terlaksana
dengan kualifikasi cukup (C) karena guru hanya mengemukakan 2
konsep/permasalahan mengenai teknologi produksi. (3) Guru membentuk kelompok
yang beranggotakan 2-3 orang, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena guru
hanya membentukan kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan tempat
duduk. (4) Guru meminta tiap kelompok untuk menginventarisasi/mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi dari LKS yang dibagikan, terlaksana dengan kualifikasi kurang
(K) karena guru hanya meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban
hasil diskusi. (5) Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru,
terlaksana dengan kualifikasi kurang (K) karena guru hanya langsung memilih
perwakilan tertentu sesuai keinginan guru membaca hasil diskusinya, guru mencatat
di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. (6) Dari data-data di papan,
siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep
yang disediakan guru dengan kualifikasi kurang (K) karena guru menunjuk siswa
tertentu membuat kesimpulan.
Hasil observasi pada kegiatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan adalah (1) Siswa
memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru, terlaksana dengan kualifikasi
baik (B) karena pada saat siswa memperhatikan kompetensi siswa dengan tenang dan
tertib. (2) Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
mengenai teknologi produksi, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena pada
39
saat siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan siswa dengan
tenang namun kurang bersungguh-sungguh. (3) Siswa membentuk kelompok sesuai
intruksi dari guru, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena pada saat dibentuk
kelompok siswa yang tertib namun kurang disiplin. (4) Siswa mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi, terlaksana dengan kualifikasi kurang (K) karena pada saat
siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi kurang jelas dan kurang bersungguhsungguh.
(5) Siswa membacakan hasil diskusinya, terlaksana dengan kualifikasi
kurang (K) karena pada saat siswa membacakan hasil diskusinya kurang tenang dan
kurang percaya diri. (6) siswa membuat kesimpulan yang disediakan guru, terlaksana
dengan kualifikasi kurang (K) karena pada saat siswa menyimpulkan siswa kurang
sistematis dan kurang jelas.
2) Pertemuan II
Keberhasilan tindakan pertemuan II diamati selama proses pelaksanaan yang
ada pada tindakan selama proses pelaksanaan tindakan dan setelah tindakan. Fokus
pengamatan adalah perilaku guru dan siswa dengan menggunakan lembar observasi.
Adapun aspek yang diamati adalah aktivitas guru dan siswa dalam proses
pembelajaran yaitu dari 6 aktivitas inti yang di lakukan oleh guru. Aktifitas yang
terlaksana dengan kualifikasi cukup (C). Selanjutnya pada kegiatan inti terdapat 6
indikator yang diharapkan (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru telah menyampaikan 3 kompetensi
yaitu yang ingin dicapai sehingga dipahami siswa (2) Guru mengemukakan
konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi
40
oleh siswa, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru mengemukakan 3
konsep/permasalahan mengenai teknologi komunikasi. (3) Guru membentuk
kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C)
karena guru hanya membentukan kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
tempat duduk. (4) Guru meminta tiap kelompok untuk menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang dibagikan, terlaksana dengan
kualifikasi cukup (C) karena guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi dengan bekerja sama. (5) Tiap kelompok (atau diacak
kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C)
karena guru hanya langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru. (6) Dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau
guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru dengan kualifikasi
kurang (K) karena guru menunjuk siswa tertentu membuat kesimpulan.
Hasil observasi pada kegiatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan adalah (1) Siswa
memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru, terlaksana dengan kualifikasi
baik (B) karena pada saat siswa memperhatikan kompetensi siswa dengan tenang dan
tertib. (2) Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
mengenai teknologi komunikasi, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada
saat siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan siswa tenang dan
41
bersungguh-sungguh. (3) Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru,
terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena pada saat dibentuk kelompok siswa
yang tertib namun kurang disiplin. (4) Siswa mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena pada saat siswa mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi jelas namun kurang bersungguh-sungguh. (5) Siswa
membacakan hasil diskusinya, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena pada
saat siswa membacakan hasil diskuisnya tenang namun kurang percaya diri. (6) siswa
membuat kesimpulan yang disediakan guru dengan, terlaksana dengan kualifikasi
kurang (K) karena pada saat siswa menyimpulkan siswa kurang sistematis dan kurang
jelas.
d. Tahap Refleksi
1) Pertemuan I
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah diperoleh, maka diadakan refleksi
dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam penelitian siklus I pertemuan I ditemukan
hasil dari aspek guru dan aspek siswa sebagai berikut:
a) Pada saat kegiatan mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban dinilai cukup karena guru hanya mengemukakan 2
konsep/permasalahan yaitu pengertian teknologi produksi dan jenis-jenis
teknologi produksi sehingga hanya 12 siswa yang memperhatikan dan
menanggapi konsep/permasalahan tersebut dengan tenang dan bersungguhsungguh.
42
b) Pada saat kegiatan membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa dinilai
cukup karena guru hanya membentuk kelompok berdasarkan tempat duduk
siswa sehingga hanya 10 siswa yang tertib dan disiplin dalam melaksanakan
intruksi oleh guru.
c) Pada saat kegiatan mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dinilai kurang
karena guru hanya meminta mencatat alternatif jawaban hasil diskusi tersebut
sehingga hanya 5 siswa yang jelas dan bersungguh-sungguh dalam mencatat
atau mengerjakan LKS.
d) Pada saat kegiatan membacakan hasil diskusi dinilai kurang karena guru
hanya langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan guru sehingga
hanya 6 siswa yang tenang dan percaya diri dalam membacakan hasil
diskusinya.
e) Pada saat membuat kesimpulan dinilai kurang karena guru hanya menunjuk
siswa tertentu membuat kesimpulan sehingga hanya 4 siswa yang
menyimpulkan dengan sistematis dan jelas.
Berdasarkan analisis di atas, maka disimpulkan bahwa pembelajaran tentang
materi perkembangan teknologi produksi belum berhasil serta ada langkah-langkah
pelaksanaan model pembelajaran Mind Mapping yang kurang, sehingga dilanjutkan
pada pertemuan berikutnya. Peneliti dalam hal ini sebagai guru perlu melakukan
perbaikan pada pertemuan II. Oleh sebab itu, pelaksanaan tindakan perlu diulang
pada pertemuan II dengan memperhatikan temuan-temuan pada pertemuan I yaitu
43
tahap aktivitas pada aspek guru dan aspek siswa yang perlu diperbaiki yang
diuraikan sebagai berikut:
a) Guru sebaiknya mengemukakan 3 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban sehingga siswa memperhatikan dan menanggapi
konsep/permasalahan tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh.
b) Guru sebaiknya membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 siswa secara
heterogen sehingga siswa tertib dan disiplin dalam melaksanakan intruksi dari
guru.
c) Guru sebaiknya meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban
hasil diskusi dengan tenang dan bekerja sama sehingga siswa mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas dan bersungguh-sungguh.
d) Guru sebaiknya menglot kelompok tertentu untuk membaca hasil diskusinya,
sehingga siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya diri.
e) Guru sebaiknya meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas dau guru memberi bandingan sehingga siswa menyimpulkan
dengan sistematis dan jelas.
2) Pertemuan II
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah diperoleh, maka diadakan refleksi
dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam penelitian siklus I pertemuan II ditemukan
hasil dari aspek guru dan aspek siswa sebagai berikut:..
a) Pada saat kegiatan membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa dinilai
cukup karena guru hanya membentuk kelompok berdasarkan tempat duduk
44
siswa sehingga hanya 14 siswa yang tertib dan disiplin dalam melaksanakan
intruksi dari guru.
b) Pada saat kegiatan tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
dinilai cukup karena guru hanya meminta mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan bekerja sama sehingga hanya 11 siswa yang jelas dan
bersungguh-sungguh dalam mencatat atau mengerjakan LKS.
c) Pada saat kegiatan membacakan hasil diskusi dinilai cukup karena guru hanya
langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa sehingga hanya
9 siswa yang tenang dan percaya diri dalam membacakan hasil diskusinya.
d) Pada saat membuat kesimpulan dinilai kurang karena guru hanya menunjuk
siswa tertentu membuat kesimpulan sehingga hanya 6 siswa yang
menyimpulkan dengan sistematis dan jelas.
Berdasarkan analisis di atas, maka disimpulkan bahwa pembelajaran tentang
materi perkembangan teknologi produksi belum berhasil serta ada langkah-langkah
pelaksanaan model pembelajaran Mind Mapping yang kurang, sehingga dilanjutkan
pada pertemuan berikutnya. Peneliti dalam hal ini sebagai guru perlu melakukan
perbaikan pada pertemuan II. Oleh sebab itu, pelaksanaan tindakan perlu diulang
pada pertemuan II dengan memperhatikan temuan-temuan pada pertemuan I yaitu
tahap aktivitas pada aspek guru dan aspek siswa yang perlu diperbaiki. Adapun dari
aspek guru dan aspek siswa yang diuraikan sebagai berikut:
a) Guru sebaiknya membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 siswa secara
heterogen sehingga siswa dengan tertib dan disiplin.
45
b) Guru sebaiknya meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban
hasil diskusi dengan tenang dan bekerja sama sehingga siswa mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas dan bersungguh-sungguh.
c) Guru sebaiknya menglot kelompok tertentu untuk membaca hasil diskusinya,
sehingga siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri.
d) Guru sebaiknya meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas dau guru memberi bandingan sehingga siswa menyimpulkan
dengan sistematis dan jelas.
2. Paparan Data Tindakan Siklus II
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone dengan menerapkan Model Pembelajaran Mind
Mapping. Untuk siklus II pertemuan I diadakan pada hari Rabu, tanggal 08 April
2015 dan pertemuan II diadakan pada hari Rabu, tanggal 15 April 2015. Masingmasing
pertemuan disetiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan,
tahap observasi dan tahap refleksi, untuk setiap tahap tersebut akan dijelaskan sebagai
berikut:
a. Tahap Perencanaan
Perencanaan tindakan dilaksanakan sebelum pelaksanaan tindakan kelas.
adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu (1) peneliti bersama dengan guru wali kelas
IV menelaah silabus dan kurikulum khususnya mata pelajaran IPS, (2) membuat
46
rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP yang disusun sesuai dengan langkahlangkah
model pembelajaran Mind Mapping, (3) membuat lembar kerja siswa atau
LKS untuk memudahkan siswa melakukan kerja kelompok, (4) membuat alat bantu
belajar (media pembelajaran) yang diperlukan dalam rangka membantu siswa dalam
memahami materi pelajaran, (5) membuat soal-soal tes siklus dan evaluasi, (6)
membuat lembar observasi aspek guru dan aspek siswa, dan (7) merancang alat
penilaian sesuai dengan tes siklus yang telah dibuat.
Perencanaan pembelajaran ini dibagi atas tiga kegiatan, yakni kegiatan awal,
kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Pada pertemuan pertama dan kedua pada siklus I1
standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dibahas sama namun indikatornya
berbeda. Standar Kompetensi yang akan dibahas dalam peneliti ini yaitu 2. mengenal
sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi dilingkungan
kabupaten dan provinsi dengan kompetensi dasar yaitu 2.3 mengenal perkembangan
teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman penggunakannya.
Indikator dalam penelitian ini untuk pertemuan I yaitu 2.3.3 membandingkan
keunggulan dan kelemahan jenis-jenis alat teknologi komunikasi pada masa lalu dan
masa kini. Tujuan dalam penelitian ini adalah adalah (1) Melalui model pembelajaran
Mind Mapping siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi komunikasi, (2)
Melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menunjukkan cara
penggunaan alat teknologi komunikasi pada masa lalu dan pada masa kini, dan
Melalui model pembelajaran Mind Mapping (3) Melalui model pembelajaran Mind
Mapping siswa membandingkan keunggulan dan kelemahan jenis-jenis teknologi
47
komunikasi pada masa lalu dan masa kini. Indikator dalam penelitian ini untuk
pertemuan II yaitu 2.3.4 membandingkan jenis-jenis teknologi transportasi pada
masa lalu dan masa kini. Tujuan dalam penelitian ini (1) Melalui model pembelajaran
Mind Mapping siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi transportasi, (2)
Melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menyebutkan jenis-jenis
teknologi transportasi pada masa lalu dan masa kini, dan (3) Melalui model
pembelajaran Mind Mapping siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi
transportasi pada masa lalu dan masa kini.
Pada penelitian ini, peneliti selanjutnya akan bertindak sebagai guru dalam
proses pembelajaran. Agar semua kegiatan yang berlangsung selama pembelajaran
dapat diamati dengan baik, maka kegiatan pengamatan dibantu oleh guru kelas IV SD
Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Adapun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP selengkapnya pada pertemuan I
(lampiran 15 halaman 108) dan pertemuan II (lampiran 20 halaman 125).
b. Tahap Pelaksanaan
1) Pertemuan I
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II pertemuan I dengan materi yaitu
keunggulan dan kelemahan teknologi komunikasi melalui model pembelajaran Mind
Mapping di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue
Kabupaten Bone. Pelaksanaan dilakukan pada hari Rabu, 08 April 2015 mulai pukul
10.10-11.55 WITA. Yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IV SD Negeri 223
48
Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone yang berjumlah 22 orang
yang terdiri dari 13 laki-laki dan 9 perempuan. Pelaksanaan tindakan siklus I
pertemuan I direncanakan 3 x 35 menit yang dialokasikan untuk tiga kegiatan yaitu
kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir, kesemuanya ini sudah dikonsep pada
perencanaan pelaksanaan pembelajaran, ketiga kegiatan tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut:
a) Kegiatan Awal
Kegiatan awal merupakan kegiatan pertama dengan waktu 15 menit. Pada
kegiatan ini guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan siswa
menjawab dengan serentak. Guru mengajak siswa untuk berdoa dan ketua kelasnya
maju kedepan untuk memimpin doa dan semua siswa mengangkat kedua tangannya
secara bersamaan, setelah itu guru mengecek kehadiran siswa dan siswa mengangkat
tangan dan menjawab saat guru menyebut namanya. Selanjutnya mengadakan
apersepsi yaitu bertanya jawab tentang materi teknologi komunikasi yang akan
diajarkan dengan bertanya langsung kepada siswa untuk menggali pengetahuannya.
Setelah kegiatan awal selesai maka dilanjutkan kegiatan selanjutnya.
b) Kegiatan Inti
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, maka
kegiatan ini berlangsung selama 75 menit. Pada kegiatan inti ini guru melakukan
pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping yang terdiri
dari guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, kemudian guru
mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban,
49
sebelumnya guru mengingarkan siswa cara membuat Mind Mapping seperti yang
telah dipelajari sebelumnya kemudian guru menampilkan media berupa Mind
Mapping untuk diamati oleh siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Selanjutnya guru melakukan tanya jawab tentang keunggulan dan kelemahan
teknologi komunikasi berdasarkan pengamatannya pada media yang di pajang di
papan tulis. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan
semua siswa hadir dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok dibagi
secara berpasangan secara heterogen sehingga diperoleh 11 kelompok dan dibagikan
LKS. Guru meminta tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban
hasil diskusi dengan tenang dan bekerja sama dengan teman kelompoknya berupa
Mind Mapping dari LKS yang dikerjakan, setelah masing-masing kelompok selesai
mencatat alternatif jawaban. Guru langung memilih kelompok tertentu untuk
membacakan hasil diskusinya namun kelompok tersebut terlihat malu. Guru
menenangkan dan siswa tersebut langung membacakan hasil diskusinya, kemudian
guru mencatat di papan tulis dan mengelompokkannya. Selanjutnya dari data-data di
papan, guru diminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa lain secara
jelas dan guru memberi bandingan sesuai konsep dan selanjutnya guru memberikan
evaluasi dan siswa pun mengerjakan evaluasi tersebut secara individu.
c) Kegiatan Akhir
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, penyajian
maka kegiatan akhir berlangsung selama 15 menit yang terdiri dari guru memberikan
motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan kewajiban
50
sebagai agama islam. Guru mengajak siswa untuk berdoa secara bersama-sama dan
mengucapkan salam.
2) Pertemuan II
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II pertemuan II dengan materi yaitu
perkembangan teknologi transportasi melalui model pembelajaran Mind Mapping di
kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Pelaksanaan dilakukan pada hari Rabu, 15 April 2015 mulai pukul 10.10-11.55
WITA. Yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone yang berjumlah 22 orang yang terdiri dari 13
laki-laki dan 9 perempuan. Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan I direncanakan
3 x 35 menit yang dialokasikan untuk tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti
dan kegiatan akhir, kesemuanya ini sudah dikonsep pada perencanaan pelaksanaan
pembelajaran, ketiga kegiatan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Kegiatan Awal
Kegiatan awal merupakan kegiatan pertama dengan waktu 15 menit. Pada
kegiatan ini guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan siswa
menjawab dengan serentak. Guru kemudian mengajak siswa untuk berdoa dan ketua
kelasnya maju kedepan untuk memimpin doa dan semua siswa mengangkat kedua
tangannya secara bersamaan. Guru mengecek kehadiran siswa dan siswa mengangkat
tangan dan menjawab saat guru menyebut namanya. Selanjutnya mengadakan
apersepsi yaitu bertanya jawab tentang materi teknologi transportasi yang akan
51
diajarkan dengan bertanya langsung kepada siswa untuk menggali pengetahuannya.
Setelah kegiatan awal selesai maka dilanjutkan kegiatan selanjutnya.
b) Kegiatan Inti
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, maka
kegiatan ini berlangsung selama 75 menit. Pada kegiatan inti ini guru melakukan
pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping yang terdiri
dari guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, kemudian guru
mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban, namun
sebelumnya guru mengingarkan siswa cara membuat peta konsep seperti yang telah
dipelajari sebelumnya kemudian guru menampilkan media berupa Mind Mapping
untuk diamati oleh siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Selanjutnya
guru melakukan tanya jawab tentang teknologi transportasi berdasarkan
pengamatannya pada media yang di pajang di papan tulis. Setelah itu, guru
membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan semua siswa hadir
dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok dibagi secara berpasangan
secara heterogen sehingga diperoleh 11 kelompok dan dibagikan LKS. Setelah
pembentukan kelompok, guru meminta tiap kelompok menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi secara tenang dan bekerja sama berupa Mind Mapping
dari LKS yang dikerjakan, setelah mencatat alternatif jawaban, selanjutnya guru
menglot kelompok tertentu untuk membacakan hasil diskusinya, kemudian guru
mencatat di papan tulis dan mengelompokkannya. Selanjutnya dari data-data di
papan, guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa lain secara
52
jelas dan guru memberi bandingan sesuai konsep dan selanjutnya guru memberikan
evaluasi dan siswa mengerjakan secara individu.
c) Kegiatan Akhir
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, penyajian
maka kegiatan akhir berlangsung selama 15 menit yang terdiri dari guru memberikan
motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan kewajiban
sebagai agama islam. Guru mengajak siswa untuk berdoa secara bersama-sama dan
mengucapkan salam.
c. Tahap Observasi
1) Pertemuan I
Keberhasilan tindakan pertemuan II diamati selama proses pelaksanaan yang
ada pada tindakan selama proses pelaksanaan tindakan dan setelah tindakan. Fokus
pengamatan adalah perilaku guru dan siswa dengan menggunakan lembar obsevasi.
Adapun aspek yang diamati adalah aktivitas guru dan siswa dalam proses
pembelajaran yaitu dari 6 aktivitas inti yang di lakukan oleh guru. Aktifitas yang
terlaksana dengan kualifikasi baik (B). Selanjutnya pada kegiatan inti terdapat 6
indikator yang diharapkan (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru telah menyampaikan 3 kompetensi
yaitu yang ingin dicapai sehingga dipahami siswa (2) Guru mengemukakan
konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi
oleh siswa, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru mengemukakan 3
53
konsep/permasalahan mengenai teknologi komunikasi. (3) Guru membentuk
kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, terlaksana dengan kualifikasi baik (B)
karena guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa secara
heterogen. (4) Guru meminta tiap kelompok untuk menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang dibagikan, terlaksana dengan
kualifikasi baik (B) karena guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi dengan tenang dan bekerja sama. (5) Tiap kelompok (atau
diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C)
karena guru hanya langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa
untuk membacakan hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan
sesuai kebutuhan guru. (6) Dari data-data di papan, siswa diminta membuat
kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
dengan kualifikasi cukup (C) karena guru meminta siswa membuat kesimpulan dari
ide/pendapat siswa lain secara jelas.
Hasil observasi pada kegiatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan adalah (1) Siswa
memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru, terlaksana dengan kualifikasi
baik (B) karena pada saat siswa memperhatikan kompetensi siswa dengan tenang dan
tertib. (2) Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
mengenai teknologi produksi, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada saat
siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan siswa tenang dan
54
bersungguh-sungguh. (3) Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada saat dibentuk kelompok siswa
yang tertib dan disiplin. (4) Siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada saat siswa mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi jelas dan bersungguh-sungguh. (5) Siswa membacakan hasil
diskusinya, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena pada saat siswa
membacakan hasil diskuisnya tenang namun kurang percaya diri. (6) siswa membuat
kesimpulan yang disediakan guru dengan, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C)
karena pada saat siswa menyimpulkan siswa sistematis namun kurang jelas.
2) Pertemuan II
Keberhasilan tindakan pertemuan II diamati selama proses pelaksanaan yang
ada pada tindakan selama proses pelaksanaan tindakan dan setelah tindakan. Fokus
pengamatan adalah perilaku guru dan siswa dengan menggunakan lembar obsevasi.
Adapun aspek yang diamati adalah aktivitas guru dan siswa dalam proses
pembelajaran yaitu dari 6 aktivitas inti yang di lakukan oleh guru. Aktifitas yang
terlaksana dengan kualifikasi baik (B). Selanjutnya pada kegiatan inti terdapat 6
indikator yang diharapkan (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru telah menyampaikan 3 kompetensi
yaitu yang ingin dicapai sehingga dipahami siswa (2) Guru mengemukakan
konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi
oleh siswa, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru mengemukakan 3
konsep/permasalahan mengenai teknologi komunikasi. (3) Guru membentuk
55
kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, terlaksana dengan kualifikasi baik (B)
karena guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa secara
heterogen. (4) Guru meminta tiap kelompok untuk menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang dibagikan, terlaksana dengan
kualifikasi baik (B) karena guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi dengan tenang dan bekerja sama. (5) Tiap kelompok (atau
diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru, terlaksana dengan kualifikasi baik (B)
karena guru menglot perwakilan kelompok tertentu membaca hasil diskusinya, guru
mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. (6) Dari data-data
di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai
konsep yang disediakan guru dengan kualifikasi cukup (C) karena guru meminta
siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa lain secara jelas.
Hasil observasi pada kegiatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan adalah (1) Siswa
memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru, terlaksana dengan kualifikasi
baik (B) karena pada saat siswa memperhatikan kompetensi siswa dengan tenang dan
tertib. (2) Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
mengenai teknologi produksi, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada saat
siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan siswa tenang dan
bersungguh-sungguh. (3) Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada saat dibentuk kelompok siswa
56
yang tertib dan disiplin. (4) Siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi,
terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada saat siswa mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi jelas dan bersungguh-sungguh. (5) Siswa membacakan hasil
diskusinya, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena pada saat siswa
membacakan hasil diskuisnya tenang dan percaya diri. (6) siswa membuat
kesimpulan yang disediakan guru dengan, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C)
karena pada saat siswa menyimpulkan siswa sistematis namun kurang jelas.
d. Tahap Refleksi
1) Pertemuan I
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah diperoleh, maka diadakan refleksi
dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam penelitian siklus II pertemuan I ditemukan
hasil dari aspek guru sebagai berikut:
a) Pada saat kegiatan membacakan hasil diskusi dinilai cukup karena guru hanya
langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa sehingga hanya
12 siswa yang tenang dan percaya diri.
b) Pada saat membuat kesimpulan dinilai cukup karena guru hanya menunjuk
siswa tertentu membuat kesimpulan sehingga hanya 8 siswa yang membuat
kesimpulan dengan sistematis dan jelas.
Berdasarkan analisis di atas, maka disimpulkan bahwa pembelajaran materi
perkembangan teknologi komunikasi cukup berhasil serta masih ada langkahlangkah
pelaksanaan model pembelajaran Mind Mapping yang masih cukup,
57
sehingga dilanjutkan pada pertemuan berikutnya. Peneliti dalam hal ini sebagai guru
perlu melakukan perbaikan pada pertemuan II. Oleh sebab itu, pelaksanaan tindakan
perlu diulang pada pertemuan II dengan memperhatikan temuan-temuan pada
pertemuan 1 yaitu pada tahap aktivitas guru dan siswa yang perlu diperbaiki. Adapun
dari aspek guru yang diuraikan sebagai berikut:
a) Guru sebaiknya menglot kelompok tertentu untuk membaca hasil diskusinya,
sehingga siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya diri.
b) Guru sebaiknya meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas dau guru memberi bandingan sehingga siswa menyimpulkan
dengan sistematis dan jelas.
2) Pertemuan II
Hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran menunjukkan bahwa
sebagian besar siswa sudah memahami materi perkembangan teknologi. Hal tersebut
terbukti dari hasil tes siklus II yang menunjukkan bahwa, ketuntasan belajar pada
siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu minimal
70% siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas. rata-rata kelas mencapai 74,55.
Ketuntasan belajar 77,28% dan ketidaktuntasan 22,73%. (lampiran 25 halaman 142).
Dengan melihat keberhasilan yang telah dicapai serta hasil tes tindakan siklus II yang
telah mencapai indikator keberhasilan yang telah diterapkan, maka proses
pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping telah berhasil.
Ketidaktuntasan siswa pada siklus I Pertemuan I dan II dan Siklus II
pertemuan I disebabkan oleh masih adanya beberapa kelemahan guru dalam
58
menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Namun pada siklus II pertemuan II
hal ini tidak terulang lagi. Karena; 1) Guru telah.menglot kelompok tertentu untuk
membaca hasil diskusinya, sehingga siswa membacakan hasil diskusinya dengan
tenang dan percaya diri.
Berdasarkan analisis di atas, maka disimpulkan bahwa pembelajaran materi
selanjutnya sudah dapat dilanjutkan kembali karena materi perkembangan teknologi
sudah berhasil mencapai target yang ditentukan, sehingga siklus berikutnya tidak
perlu diadakan lagi. Adapun rekapitulasi nilai (lampiran 26 halaman 143).
B. Pembahasan
Pembelajaran IPS dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping
pada siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue
Kabupaten Bone dapat memotivasi siswa untuk cepat memahami materi pelajaran
dan membantu siswa dalam mengingat materi. Selain itu, siswa dapat berani
mengemukakan ide/pendapatnya dan juga menyenangkan. Sehingga memungkinkan
hasil belajarnya lebih baik. Hal ini sesuai pendapat Asan (warsono dan hariyanto,
125: 2013) mengemukakan bahwa:
Peta konsep merupakan perangkat yang efektif dalam membantu
pemahaman dan ingatan siswa mengenai bahan ajar. Selain itu, juga
terbukti pada peta konsep mampu meningkatkan konsep diri positif,
sikap positif, dan meningkatkan tanggung jawab pembelajaran.
Adapun penerapan model pembelajaran Mind Mapping terdiri dari 6 langkahlangkah
pembelajaran yaitu terdiri dari (1) guru menyampaikan kompetensi yang
ingin dicapai, selanjutnya (2) guru mengemukakan konsep/permasalahan yang
59
mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
perkembangan teknologi, setelah mengemukakan konsep tersebut, (3) guru
membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan pada siklus I dan
siklus II semua siswa hadir dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok
dibagi secara berpasangan sehingga diperoleh 11 kelompok dan juga agar dapat lebih
mudah mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam mengerjakan LKS. Hal ini sesuai
dengan pendapat Aris Shoimin (2014: 106) mengemukakan bahwa “Untuk
mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang”. Setelah
pembentukan kelompok, (4) tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi, setelah masing-masing kelompok selesai mencatat alternatif
jawaban selanjutnya, (5) tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca
hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru. Selanjutnya 6) dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau
guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru dan selanjutnya
evaluasi.
Berdasarkan temuan siklus I terungkap bahwa masih ditemukan sebagian
besar siswa yang belum secara aktif dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Begitu pula peneliti yang belum melaksanakan pembelajaran secara optimal.
Sedangkan berdasarkan pembelajaran tindakan siklus II peneliti sudah mampu
melaksanakan pembelajaran tindakan siklus II secara optimal, dimana keenam
tahapan pembelajaran tentang perkembangan teknologi dengan menggunakan model
pembelajaran Mind Mapping sudah mampu diaplikasikan dengan baik, sehingga
60
berdampak pada peningkatan pemahaman siswa dalam memahami materi, dimana
pada tindakan siklsu II ini pemahaman siswa dalam memahami materi, sudah sesuai
dengan yang diharapkan.
Model pembelajaran Mind Mapping ini dipandang cukup optimal dalam
membantu pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini terlihat dari hasil yang diperoleh
oleh siswa dari setiap tindakan menunjukan peningkatan. Hal ini terlihat dari hasil tes
siklus I dengan nilai rata-rata kelas mencapai 69,32 dan ketuntasan belajar 45,46%
sedangkan ketidaktuntasan 54,55%. (lampiran 14 halaman 107), mengalami
peningkatan pada siklus II yakni rata-rata kelas mencapai 74,55. Ketuntasan belajar
77,28% dan ketidaktuntasan 22,73%. Dari hasil tes (lampiran 25 halaman 142).
Keberhasilan tindakan dari siklus ke siklus, karena peneliti dapat
melaksnaakan rancangan pembelajaran dengan baik sesuai dengan model yang
digunakan, serta kesesuaian dan ketepatan model yang digunakan yaitu model
pembelajaran Mind Mapping dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam
perkembangan teknologi mengalami peningkatan signifikan. Hal ini menunjukan
bahwa penerapan model pembelajaran Mind Mapping merupakan salah satu model
yang sangat baik dalam meningkatkan hasil belajar terhadap mata pelajaran IPS pada
pokok bahasan perkembangan teknologi khususnya di sekolah dasar.
61
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah, hasil analisis dan pembahasan, maka hasil
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar IPS melalui model
pembelajaran Mind Mapping siswa SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan
Sibulue Kabupaten Bone meningkat. Hal ini terbukti adanya peningkatan hasil belajar
IPS dari kualifikasi cukup pada siklus I menjadi kualifikasi baik pada siklus II.
Pengggunaan model pembelajaran Mind Mapping dapat dijadikan sebagai model
pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan, dikemukakan beberapa saran
sebagai berikut:
1. Bagi guru sekolah dasar, agar mengunakan model pembelajaran Mind Mapping
sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
2. Kepada peneliti berikutnya agar lebih mengembangkan penelitian dengan
menggunakan model pembelajaran Mind Mapping pada mata pelajaran IPS.
3. Diharapkan kepada pembaca. Agar kiranya dapat menarik pengalaman melalui
tulisan skripsi ini.
61
62
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto & Cepi Safruddin Abdul Jafar. 2010. Evaluasi program Pendidikan.
Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. dkk. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Aqib. Zainal, 2014. Model-Model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual
(Inovatif). Bandung: Yrama Widya
Depdikas. Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). 2006. Mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial untuk tingkat SD/MI. Jakarta: Depdiknas.
Gunawan, Rudy. 2011. Pendidikan IPS; Filosofi, Konsep dan Aplikasi. Bandung:
Alfavela
Hasbullah. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung.
Remaja Rosda Karya
Purwanto. 2013. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Heny Retno.P & Yuliati Umi. 2008. Cerdas Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI Kelas
IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan Nasional
Shoimin, Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Sinring, Abdullah, dkk. 2008. Pedoman Penulisan Skripsi Program S-1 Fakultas
Ilmu Pendidikan UNM. Makassar: FIP UNM
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
dan R&D). Bandung: Alfabeta
Susanto, Ahmad. 2013. Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta:
Kharisma Putra Utama
Suyono & Hariyanto. 2012. Belajar Dan Pembelajaran; Teori dan Konsep Dasar.
Bandung: Remaja Rosdakarya offset
63
Trianto, 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.
Jakarta: Prestasi Pustaka
Warsono & Hariyanto, 2013. Pembelajaran Aktif; Teori Dan Asesmen. Bandung:
Remaja Rosdakarya Offset
64
LAMPIRAN
64
65
Lampiran 1
NILAI HASIL UJIAN TENGAH SEMESTER 1 TAHUN 2014 KELAS IV
SD NEGERI 223 SUMPANG MINANGAE KECAMATAN SIBULUE KABUPATEN BONE
No. Nama Siswa Nilai Keterangan
1. Asd 50 Tidak Tuntas
2. CA 60 Tidak Tuntas
3. FAS 55 Tidak Tuntas
4. Fad 55 Tidak Tuntas
5. Asr 60 Tidak Tuntas
6. Ali 60 Tidak Tuntas
7. Apr 55 Tidak Tuntas
8. Asw 65 Tidak Tuntas
9. AS 55 Tidak Tuntas
10. Dew 50 Tidak Tuntas
11. DFM 75 Tuntas
12. Int 60 Tidak Tuntas
13. Jul 70 Tuntas
14. MA 60 Tidak Tuntas
15. Maf 70 Tuntas
16. Man 75 Tuntas
17. MS 60 Tidak Tuntas
18. MAI 60 Tidak Tuntas
19. Nur 60 Tidak Tuntas
20. Ren 55 Tidak Tuntas
21. RSS 75 Tuntas
22. MAA 45 Tidak Tuntas
Jumlah 1330
RENDAH
Nilai Rata-rata 60,46
Persentase Ketuntasan Belajar Siswa 22,73%
Persentase Ketidaktuntasan Belajar Siswa 77,28%
Sumber Data : Nilai ulangan tengah semester 1 siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang
Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Keterangan :
Rata-rata kelas =
Persentase Ketuntasan Belajar siswa = X 100
Persentase Ketidaktuntasan Belajar siswa= X 100
66
67
Lampiran 3
Materi Ajar
Teknologi merupakan ilmu yang menggali berbagai ilmu terapan. Teknologi
juga sering dipakai untuk menyebut berbagai jenis peralatan yang mempermudah
hidup kita. Jadi teknologi dapat berwujud ilmu dapat pula berupa peralatan.
Teknologi diciptakan untuk mempermudah manusia melakukan suatu
kegiatan atau pekerjaan. Dengan teknologi pekerjaan yang dulunya membutuhkan
tenaga yang besar, sekarang bisa dilakukan dengan tenaga kecil. Dengan teknologi
pula pekerjaan yang dulunya membutuhkan waktu lama, sekarang hanya butuh waktu
yang sangat singkat. Teknologi banyak sekali jenisnya. Di antaranya sebagai berikut :
A. Teknologi Produksi
Teknologi produksi merupakan alat dan cara yang memudahkan manusia
untuk menghasilkan barang atau jasa. Masyarakat pada masa lalu sudah dapat
memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan mereka. Namun,
teknologi yang digunakannya masih sangat sederhana.
a. Jenis teknologi produksi masa lalu dan masa kini
Berikut ini akan mengenai jenis teknologi produksi berdasarkan jenis
kebutuhan pokok manusia yaitu:
1) Teknologi Produksi Makanan
Makanan pokoknya nasi tentu tiap hari makan nasi. Untuk dapat menikmati
sepiring nasi ternyata prosesnya cukup panjang. Nasi berasal dari beras, beras berasal
dari tanaman padi. Sebelum ditanami biasanya lahan digemburkan dulu. Pada masa
lalu penggemburan tanah dilakukan dengan dicangkul atau dibajak. Mencangkul
benar-benar menggunakan tenaga manusia sedangkan membajak sudah dibantu
tenaga sapi atau kerbau. Para petani di masa kini, untuk menggemburkan tanah sudah
dapat menggunakan alat bermesin. Dengan traktor kegiatan menggemburkan tanah
dapat lebih ringan, mudah dan cepat. Meskipun demikian saat ini masih ada petani
yang menggemburkan sawah dengan cangkul dan bajak.
Bajak Traktor
Ketika padi sudah dipanen, butir padi harus dipisahkan dari batangnya. Kulit
padi juga harus dipisahkan dengan isinya (beras). Untuk melakukan kedua proses ini
68
orang sekarang juga sudah menggunakan mesin. Berbeda dengan zaman dahulu yang
masih menggunakan tenaga manual. Untuk memisahkan padi dari batangnya, padi
dipukul-pukulkan pada sebatang kayu. Sedangkan untuk memisahkan kulit padi
dengan isinya (beras) menggunakan lesung dan alu. Padi ditumbuk hingga
mengelupas kulitnya. Seringkali berasnya juga ikut hancur Menjadi kecil-kecil,
Menumbuk padi dengan lesung banyak dilakukan oleh kaum perempuan.
Menumbuk Padi Dengan Lesung Mesin Menggiling Padi
2) Tekonologi Produksi Pakaian
Teknologi produksi pakaian Untuk memenuhi kebutuhan sandang, masyarakat
masa lalu menggunakan alat tenun yang terbuat dari kayu dengan rakitan yang sangat
sederhana. Untuk bahan pewarnanya biasanya digunakan bahan-bahan dari kulit
pohon atau daun tanaman. Mereka meraciknya secara sederhana. Pekerjaan ini
memerlukan tenaga yang cukup besar dan waktu yang lama. Produk yang
dihasilkannya pun tidak banyak. Masyarakat masa kini sudah dapat memenuhi
kebutuhan sandangnya dengan mudah. Alat-alat yang berteknologi modern sudah
banyak ditemukan. Pabrik tekstil dengan mesin-mesin modern dapat menghasilkan
kain dalam jumlah besar dan kualitas yang tinggi. Bahan baku pembuatan kain pun
juga lebih bervariasi, misalnya kapas, bulu biri-biri serta bahan sintetis (buatan).
Meskipun demikian, saat ini masih banyak orang yang menggunakan cara dan bahan
tradisional. Biasanya harganya justru lebih mahal.
Tenun Tangan Jahit tangan Mesin Tenun Mesin jahit
3). Teknologi produksi bahan bangunan
Selain bahan pangan dan bahan sandang, manusia juga memerlukan rumah
sebagai tempat tinggal. Segala perlengkapan rumah tangga seperti kursi, tempat tidur,
lemari merupakan kebutuhan hidup lainnya yang diperlukan. Kapak berfungsi untuk
memotong kayu, kelebihannya menghemat biaya dan kekurangannya menggunakan
tenaga sedangkan gergaji juga alat untuk mremotong kayu kelebihan capat dan
69
mudah dan kekurangannya menggunakan minyak sehingga mengeluarkan biaya dan
bahkan sekarang rumah terbuat dari semen, dimana dulu cara mencampur semen
dengan menggunakan skup dengan tenang manusia namun teknologi semakin
canggih ditemukanlah alat yang disebut mesin semen, hanya memerlukan waktu yang
tidak lama semen dengan air dan tanah sudah mencampur dengan menggunakan alat
tersebut.
Gergaji Mesin Kapak Mencampur seme Mesin Semen
B. Teknologi Komunikasi
Komunikasi merupakan kegiatan mengirim dan menerima pesan. Sejak zaman
dahulu orang sudah biasa mengadakan komunikasi dengan orang lain. Baik yang
berdekatan maupun yang berjauhan tempat tinggalnya. Menyampaikan pesan bisa
dengan bicara/lisan, tulisan dan bisa juga dengan isyarat. Mengirim pesan lewat surat
merupakan contoh komunikasi dengan tulisan. Contoh pesan dengan isyarat adalah
dengan menggunakan bendera, peluit, lampu ataupun asap.
1. Komunikasi Lisan
Komunikasi Lisan adalah komunikasi dengan mengucapkan kata-kata secara
lisan dan langsung kepada lawan bicaranya. Komunikasi lisan pada masa lalu
contohnya saling bertemu, untuk membicarakan sesuatu. Komunikasi lisan pada masa
kini contohnya menggunakan telpon/hp bermanfaat untuk menyampaikan pesan
suara. Televisi bermanfaat sebagai alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan
media visual/penglihatan Contoh lain radio, sehingga dapat berkomunikasi meskipun
letaknya berjauhan.
Ketika teknologi belum berkembang seperti sekarang, orang kesulitan
berkomunikasi secara lisan dengan orang yang letaknya jauh. Mereka haruslah
bertemu terlebih dahulu. Namun kini kita sangat mudah melakukan komunikasi lisan
meskipun letaknya berjauhan. Kita dapat berbicara secara langsung kepada orang
yang letaknya jauh melalui pesawat telepon. Kemudian dengan kemajuan teknologi
semakin banyak tercipta alat-alat komunikasi yang canggih seperti radio, televisi dan
internet.Bahkan sekarang dengan teknologi satelit, komunikasi jarak jauh dapat
dilakukan tanpa kabel. Yakni dengan alat yang dinamakan telepon seluler.
70
Saling bertemu Satelit Radio Telepon
2. Komunikasi Tertulis
Komunikasi Tertulis adalah komunikasi yang dilakukan melalui tulisan.
komunikasi tertulis pada masa lalu contohnya surat bermanfaat untuk menyampaikan
informasi tertulis. Sebelum ditemukan kertas, biasanya orang menulis surat pada
daun, surat diantar oleh seorang kurir dengan berjalan kaki atau menunggang kuda.
Komunikasi tertulis pada masa kini contohnya menggunakan faksimile merupakan
mesin cetak jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan telpon. Faksimile bermanfaat
untuk mengirim dokumentasi dengan hasil yang serupa dengan aslinya.. Dengan
faksimile surat dapat diterima salinannya secara langsung. Alat komunikasi tertulis
lainnya adalah koran, majalah dan buku yang disebut sebagai media cetak.
Komunikasi tertulis melalui surat dari dulu sampai sekarang masih dilakukan
orang. Sebelum ditemukan kertas, biasanya orang menulis surat pada daun, pelepah
pohon atau kulit batang. Surat diantar oleh seorang kurir (pengantar surat). Pada masa
lalu mereka mengantar surat dengan berjalan kaki atau menunggang kuda.
Masyarakat masa kini menulis di atas kertas dengan cara tulis tangan atau diketik.
Surat dapat kita kirim ke tujuan yang jauh tempat tinggalnya melalui kantor pos.
Cepat atau lambatnya pengiriman tergantung pada biaya atau perangko yang
diberikan. Dengan berkembangnya teknologi sekarang kita pun dapat mengirim surat
lewat faksimile. Faksimile merupakan mesin cetak/fotocopy jarak jauh dengan
memanfaatkan jaringa telepon. Dengan faksimile surat dapat diterima salinannya
secara langsung. Alat komunikasi tertulis lainnya adalah koran, majalah dan buku
yang disebut sebagai media cetak. Telepon genggam dan internet juga dapat
dimanfaatkan untuk mengirim pesan tertulis yang disebut dengan SMS (Short
Message Service) dan e-mail atau surat elektronik.
Surat Mesin Cetak Masa Kini HP Laptop
3. Komunikasi Melalui Isyarat
Komunikasi Melalui Isyarat adalah komunikasi dengan media sinjal.
komunikasi melalui isyarat pada masa lalu contohnya menggunakan kentongan yang
71
bermanfaat sebagai tanda jarak jauh. Contoh lainnya bedug, lonceng. Sedangkan
komunikasi melalui isyarat pada masa kini contohnya alarm, sirine dan lampu.
Komunikasi dengan isyarat tidak hanya dilakukan manusia di masa lalu. Masyarakat
masa lalu biasa menggunakan kentongan, bedug, lonceng ataupun asap. Masyarakat
masa kini juga masih menggunakan alat-alat tersebut. Namun penggunaanya kadang
ditambah dengan alat pengeras suara. Sekarang juga banyak digunakan sirine, alarm,
dan lampu sebagai alat komunikasi isyarat.
Beduk Kentongan Alarm Gempa Lampu jalan
Kelemahan alat komunikasi masa lalu yaitu prosesnya lambat dan
jangkauannya tidak jauh atau dekat sedangkan kelebihannya yaitu hemat biaya dan
tidak menimbulkan radiasi. Sedangkan Kelebihan alat komunikasi masa kini yaitu
prosesnya cepat dan jangkauannya luas sedangkan kelemahannya yaitu biaya cukup
mahal dan dapat menimbulkan radiasi.
C. Teknologi Transportasi.
Sebenarnya transportasi sama dengan pengangkutan. Mengangkut adalah
memindahkan barang atau orang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Alat
transportasi adalah alat yang digunakan untuk menganggut penumpang atau barang.
Sejak dahulu orang sudah mengenal alat angkutan walaupun sangat sederhana.
Mereka menggunakan tenaga hewan bahkan tenaga manusia sebagai alat transportasi.
Dengan berkembanganya ilmu pengetahuan teknologi transportasi sekarang telah
mengalami perubahan yang sangat pesat.
Teknologi Transportasi Masa Lalu Dan Masa Kini
Secara garis besar alat transportasi dapat kita kelompokkan menjadi tiga yaitu
transportasi darat, air dan udara.
1) Transportasi Darat
Masyarakat pada masa lalu menggunakan alat transportasi yang masih
sederhana. Sebelum ditemukan mesin, alat transportasi seperti pedati, delman, dan
kuda merupakan alat transportasi andalan. Teknologi transportasi tersebut masih
menggunakan tenaga hewan dan manusia. Kemampuan jelajahnya juga masih sangat
terbatas dan memerlukan waktu yang lama. Sekarang orang masih menggunakan alat
transportasi tersebut namun tidak menjadi alat utama. Seringkali kuda dan delman
72
digunakan sebagai sarana rekreasi saja. Sejak ditemukan mesin uap, berkembang pula
kendaraan bermesin lainnya. Alat transportasi bermesin seperti sepeda motor, mobil,
kereta api merupakan alat transportasi yang modern. Dengan alat transportasi
tersebut, jarak jauh dapat ditempuh dalam waktu yang singkat.
Pedati Kuda Mobil Kereta Api
2) Transportasi Air
Masyarakat pada masa lalu menggunakan alat transportasi air seperti perahu
dayung, rakit, dan perahu layar. Perahu dayung dan rakit digerakkan oleh kekuatan
tenaga manusia. Sedangkan perahu layar digerakkan oleh tenaga angin dan tenaga
manusia. Seiring dengan ditemukannya mesin bermotor, masyarakat kini
menggunakan perahu bermotor dan kapal sebagai alat transportasi air. Kapal-kapal
modern dapat mengangkut barang berton-ton serta dapat menempuh jarak yang
sangat jauh. Bahkan kini sebuah kapal besar dapat digunakan sebagai landasan
pesawat tempur. Kapal ini dinamakan kapal induk.
Kapal dayung Kapal Layar Kapal Laut Modern Kapal tangker
3) Transportasi Udara
Kamu tentu pernah melihat pesawat terbang, baik secara langsung maupun
lewat televisi. Pesawat terbang merupakan angkutan udara yang sangat canggih.
Perjalanan pesawat terbang lebih cepat dibandingkan dengan angkutan darat atau
angkutan laut. Sekarang terdapat berbagai jenis alat angkutan udara antara lain
helikopter, pesawat tempur serta pesawat penumpang. Bahkan kini manusia dapat
menjelajah luar angkasa dengan menggunakan pesawat luar angkasa.
Balon udara Helikopter Pesawat Penumpang Roket
73
Lampiran 4
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
(Siklus I Pertemuan I)
Satuan Pendidikan : SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : IV/II
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit
Hari/Tanggal : Rabu/25 Maret 2015
I. Standar Kompetensi
3 Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan
teknologi dilingkungan kabupaten dan provinsi
II. Kompetensi Dasar
2.3 Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan
transportasi serta pengalaman penggunakannya
III. Indikator
2.3.1 Membandingkan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan masa
kini
IV. Tujuan Pembelajaran
Melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping:
- Siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi produksi
- siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu
dan masa kini
- Siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu
dan masa kini
V. Materi Pokok
Perkembangan teknologi produksi
VI. Model Dan Metode Pembelajaran
a. Model Pembelajaran : Mind Mapping
b. Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Kerja kelompok, Penugasan
VII. Sumber / Media Pembelajaran
a. Sumber :
74
a) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP 2006
b) Buku Paket Cerdas Pengetahuan Sosial untuk SD/MI kelas IV oleh
Retno Heny Pujiati & Umi Yuliati Penerbit: Pusat Perbukuan
Depdiknas. Hal 163-183
b. Media : peta konsep tentang teknologi produksi
VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
No Langkah-langkah Pembelajaran Waktu
1 Kegiatan awal
1. Guru mengucapkan salam
2. Berdoa bersama
3. Guru mengabsen siswa
4. Apersepsi (guru melakukan tanya jawab tentang
materi yang akan diajarkan)
15 menit
2 Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang
mempunyai alternatif jawaban kemudian akan
ditanggapi oleh siswa
3. Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3
orang dan dibagikan LKS
4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang
dikerjakan
5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu)
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di
papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
6. Dari data-data di papan, siswa diminta membuat
kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai
konsep yang disediakan guru
7. Evaluasi
75 menit
3 Kegiatan Akhir
1. Gurru memberikan motivasi kepada siswa untuk
rajin belajar, membantu kedua orang tua dan
15 menit
75
kewajiban sebagai agama islam
2. Berdoa bersama
3. Mengucapkan salam
IX. Penilaian
1. Teknik Penilaian : Tes
2. Bentuk Penilaian : Essay (Tertulis)
3. Instrumen Penilaian : Terlampir
4. Kunci Jawaban : Terlampir
5. Pedoman Penskoran : Terlampir
X. Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Heny Retno. P & Yuliati Umi. 2008. Cerdas Pengetahuan Sosial Untuk
SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan
Nasional. Hal 163-183
Sibulue, 25 Maret 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
Peneliti
ARVIANA AGUS
NIM: 1147040618
Mengetahui,
Kepala SDN 223 Sumpang Minangae
WAHYU, S.Pd
NIP: 19651231 198411 1 011
76
Lampiran 5
Soal Evaluasi
(Siklus I Pertemuan I)
Nama : .................................
Kelas : .................................
Hari/Tanggal : .................................
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan pengertian dari teknologi produksi!
2. Sebutkan 3 jenis-jenis teknologi produksi!
3. Sebutkan 3 alat teknologi produksi pada masa lalu!
4. Sebutkan 4 alat teknologi produksi pada masa kini!
Kunci Jawaban
1. Teknologi produksi adalah alat dan cara yang memudahkan manusia untuk
melakukan suatu kegiatan menghasilkan barang dan jasa.
2. Teknologi produksi makanan, teknologi produksi pakaian dan teknologi produksi
tempat tinggal
3. Teknologi produksi pada masa lalu yaitu bajak, tenun tangan dan kapak
4. Teknologi produksi pada masa kini yaitu traktor, mesin tenun, gergaji mesin dan
penggiling padi
Pedoman Penskoran
Untuk soal nomor 1
Skor 15 jika siswa menulis dengan lengkap dan benar
Skor 10 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 2
Skor 25 jika siswa menuliskan 3 alat teknologi produksi masa lalu
Skor 20 jika siswa menuliskan 2 alat teknologi produksi masa lalu
Skor 15 jika siswa menuliskan 1 alat teknologi produksi masa lalu
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
77
Untuk soal nomor 3
Skor 25 jika siswa menuliskan 3 alat teknologi produksi masa lalu
Skor 20 jika siswa menuliskan 2 alat teknologi produksi masa lalu
Skor 15 jika siswa menuliskan 1 alat teknologi produksi masa lalu
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 4
Skor 35 jika siswa menuliskan 4 alat teknologi produksi masa kini
Skor 25 jika siswa menuliskan 3 alat teknologi produksi masa kini
Skor 20 jika siswa menuliskan 2 alat teknologi produksi masa kini
Skor 15 jika siswa menuliskan 1 alat teknologi produksi masa kini
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
78
Lampiran 6
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS)
(Siklus I Pertemuan I)
Kelas / Semester : IV / II
Hari / Tanggal : ................/.............................
Alokasi Waktu : 15 Menit
Nama Kelompok : ..............................................
1 ..............................................
2...............................................
Duduklah dengan teman kelompok kalian!
Buatlah peta konsep mengenai teknologi produksi (tempat tinggal, makanan, dan
pakaian)!
1. Tulis 1 gagasan utamanya di tengah halaman dan lingkupilah dengan
lingkaran, persegi, atau bentuk lain!
2. Tambahkan 2 cabang yang mengelilingi gagasan utama!
3. Gunakan 3 warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang!
4. Tuliskan 4 kata kunci pada tiap-tiap cabang!
5. Tambahkan 4 simbol pada tiap-tiap cabang tersebut!
Rambu-rambu jawaban:
Untuk topik teknologi produksi tempat tinggal
Masa
lalu
Teknologi
Produksi
Tempat
tinggal
Kapak
Gergaji
mesin
Masa
kini
Penggiling
semen
campur
semen
79
Untuk topik teknologi produksi makanan
Untuk topik teknologi produksi pakaian
Masa
lalu
Teknologi
Produksi
makanan
Bajak
Traktor
Masa
kini
Penggiling
Ditumbuk padi
Masa
lalu
Teknologi
Produksi
pakaian
Tenun
tangan Mesin
tenun
Masa
kini
Msin
Jahit Jahit
tangan
80
Nilai LKS
(Siklus I Pertemuan I)
No. Nama
Kelompok
Nomor Soal/Skor
1 2 3 4 5 Nilai
10 15 20 25 30
1.
Kelompok 1
- DFM
- RSS
10 15 20 25 5 75
2.
Kelompok 2
- Jul
- Man
10 15 20 15 20 80
3.
Kelompok 3
- Maf
- Int
10 15 20 15 20 80
4.
Kelompok 4
- Nur
- Ali
10 15 20 15 15 75
5.
Kelompok 5
- CA
- Asd
10 15 10 10 5 50
6.
Kelompok 6
- MAI
- Fad
10 15 20 10 15 70
7.
Kelompok 7
- Apr
- Asw
10 15 20 15 15 75
8.
Kelompok 8
- Ren
- MS
10 15 15 10 15 65
9.
Kelompok 9
- AS
- Asr
10 15 15 15 5 60
10.
Kelompok 10
- MA
- FAS
10 15 20 15 15 75
11.
Kelompok 11
- Dew
- MAA
10 15 5 10 15 55
Jumlah 760
Rata-Rata 69,10
81
Pedoman Penskoran
Untuk soal no 1
Skor 10 jika siswa menulis teknologi produksi
Skor 5 jika siswa menulis teknologi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 2
Skor 15 jika siswa menulis 2 cabang-cabang
Skor 10 jika siswa menulis 1 cabang-cabang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 3
Skor 20 jika siswa menggunakan 3 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 15 jika siswa menggunakan 2 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 10 jika siswa menggunakan 1 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 5 jika siswa hanya menggunakan pulpen atau pensil saja
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 4
Skor 25 jika siswa menulis 4 kata kunci
Skor 15 jika siswa menulis 3 kata kunci
Skor 10 jika siswa menulis 2 kata kunci
Skor 5 jika siswa menulis 1 kata kunci
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 5
Skor 30 jika siswa menambahkan 4 simbol
Skor 20 jika siswa menambahkan 3 simbol
Skor 15 jika siswa menambahkan 2 simbol
Skor 5 jika siswa menambahkan 1 simbol
Skor 0 jika siswa tidak menulis
82
Lampiran 7
HASIL OBSERVASI ASPEK GURU
(Siklus I Pertemuan I)
Materi Pokok : Teknologi Produksi
Petunjuk: : Amatilah kegiatan siswa pada saat proses pembelajaran. Berilah
tanda ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom
tidak jika siswa tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan
kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan
konsep/permasalahan yang
mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan
ditanggapi oleh siswa
3. Guru membentuk kelompok
yang beranggotakan 2-3
orang
4. Guru meminta tiap
kelompok mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
5. Guru meminta tiap
kelompok (atau diacak
kelompok tertentu) membaca
hasil diskusinya, guru
mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
6. Guru meminta siswa
membuat kesimpulan atau
Baik
Cukup
Cukup
Kurang
Kurang
Kurang
83
guru memberi bandingan
sesuai konsep yang
disediakan guru
Jumlah 1 2 3 0
Kurang
Persentase Indikator 17% 33% 50% 0%
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-7 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100 % = 17%
Indikator Cukup : × 100 % = 33%
Indikator Kurang : × 100 % = 50%
Sibulue, 25 Maret 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
84
RUBRIK PENILAIAN ASPEK GURU
A. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
B : Guru menyampaikan 3 kompetensi yang ingin dicapai
C : Guru menyampaikan 2 kompetensi yang ingin dicapai
K : Guru menyampaikan 1 kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
B : Guru mengemukakan 3 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi produksi, jenis-jenis teknologi produksi dan
membedakan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan
masa kini
C : Guru mengemukakan 2 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi produksi dan jenis-jenis teknologi produksi
K : Guru mengemukakan 1 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi produksi
3. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
B : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa secara
heterogen
C : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
tempat duduk siswa
K : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
kemauan siswa sendiri
4. Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan tenang dan bekerja sama
C : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan bekerja sama
K : Guru hanya meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
85
5. Guru meminta tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
B : Guru menglot perwakilan kelompok tertentu membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
C : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
K : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan guru
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
6. Dari data-data di papan, guru meminta siswa membuat kesimpulan atau guru
memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
B : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas dau guru memberi bandingan sesuai konsep
C : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas
K : Guru menunjuk siswa tertentu membuat kesimpulan
86
Lampiran 8
HASIL OBSERVASI ASPEK SISWA
(Siklus I Pertemuan I)
Materi Pokok : Teknologi Produksi
Petunjuk : Amatilah kegiatan guru pada saat proses pembelajaran. Berilah tanda
ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom tidak jika
guru tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Siswa Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Siswa memperhatikan
kompetensi yang
disampaikan oleh guru
2. Siswa memperhatikan
dan menanggapi
konsep/permasalahan
tersebut
3. Siswa membentuk
kelompok sesuai
intruksi dari guru
4. Siswa mencatat
alternatif jawaban
hasil diskusi
5. Siswa membacakan
hasil diskusinya
6. Siswa membuat
kesimpulan dari
konsep yang
disediakan guru
15
12
10
5
6
4
Baik
Cukup
Cukup
Kurang
Kurang
Kurang
Jumlah 1 2 3 0
Kurang
Persentase Indikator 17% 33% 50% 0%
87
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-7 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100 % = 17%
Indikator Cukup : × 100 % = 33%
Indikator Kurang : × 100 % = 50%
Watampone, 25 Maret 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
88
RUBRIK PENILAIAN ASPEK SISWA
A. Kegiatan inti
1. Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
B : 15-22 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
C : 8-14 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
K : 1-7 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan
tenang dan tertib
2. Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
B : 15-22 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
3. Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
B : 15-22 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
C : 8-14 membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib
dan disiplin
K : 1-7 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
4. Siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : 15-22 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas dan
bersungguh-sungguh
89
5. Siswa membacakan hasil diskusinya
B : 15-22 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan
percaya diri
C : 8-14 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
K : 1-7 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
6. Siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru
B : 15-22 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
C : 8-14 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
K : 1-7 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
90
Lampiran 9
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
(Siklus I Pertemuan II)
Satuan Pendidikan : SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : IV/II
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit
Hari/Tanggal : Rabu/01 April 2015
I. Standar Kompetensi
2 Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan
teknologi dilingkungan kabupaten dan provinsi
II. Kompetensi Dasar
2.3 Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan
transportasi serta pengalaman penggunakannya
III. Indikator
2.3.2 Membandingkan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa lalu dan
masa kini
IV. Tujuan Pembelajaran
Melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping:
- Siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi komunikasi
- siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa
lalu dan masa kini
- Siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa
lalu dan masa kini
V. Materi Pokok
Perkembangan teknologi komunikasi
VI. Model Dan Metode Pembelajaran
a. Model Pembelajaran : Mind Mapping
b. Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Kerja kelompok, Penugasan
VII. Sumber / Media Pembelajaran
a. Sumber :
91
1) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP 2006
2) Buku Paket Cerdas Pengetahuan Sosial untuk SD/MI kelas IV oleh
Retno Heny Pujiati & Umi Yuliati Penerbit: Pusat Perbukuan
Depdiknas. Hal 163-183
b. Media : peta konsep terkait teknologi komunikasi
VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
No Langkah-langkah Pembelajaran Waktu
1 Kegiatan awal
1. Guru mengucapkan salam
2. Berdoa bersama
3. Guru mengabsen siswa
4. Apersepsi (guru melakukan tanya jawab
tentang materi yang akan diajarkan)
15 menit
2 Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan
yang mempunyai alternatif jawaban kemudian
akan ditanggapi oleh siswa
3. Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3
orang dan dibagikan LKS
4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang
dikerjakan
5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu)
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di
papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
6. Dari data-data di papan, siswa diminta
membuat kesimpulan atau guru memberi
bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
7. Evaluasi
75 menit
3 Kegiatan Akhir
1. Gurru memberikan motivasi kepada siswa
untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua 15 menit
92
dan kewajiban sebagai agama islam
4. Berdoa bersama
2. Mengucapkan salam
IX. Penilaian
1. Teknik Penilaian : Tes
2. Bentuk Penilaian : Essay (Tertulis)
3. Instrumen Penilaian : Terlampir
4. Kunci Jawaban : Terlampir
5. Pedoman Penskoran : Terlampir
X. Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Heny Retno.P & Yuliati Umi. 2008. Cerdas Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI
Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan Nasional.
Hal 163-183
Watampone, 01 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
Peneliti
ARVIANA AGUS
NIM: 1147040618
Mengetahui,
Kepala SDN 223 Sumpang Minangae
WAHYU, S.Pd
NIP: 19651231 198411 1 011
93
Lampiran 10
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS)
(Siklus I Pertemuan II)
Kelas / Semester : IV / II
Hari / Tanggal : ................./............................
Alokasi Waktu : 15 Menit
Nama Kelompok : ..............................................
1 ..............................................
2...............................................
Duduklah dengan teman kelompok kalian!
Buatlah peta konsep mengenai teknologi komunikasi (lisan, tertulis dan melalui
isyarat)!
1. Tulis 1 gagasan utamanya di tengah halaman dan lingkupilah dengan
lingkaran, persegi, atau bentuk lain!
2. Tambahkan 2 cabang yang mengelilingi gagasan utama!
3. Gunakan 3 warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang!
4. Tuliskan 4 kata kunci pada tiap-tiap cabang!
5. Tambahkan 4 simbol pada tiap-tiap cabang tersebut!
Rambu-rambu jawaban:
Untuk topik teknologi komunikasi lisan
Masa
lalu
Teknologi
komunikasi
lisan
Bertemu
Telepon
Masa
kini
Radio
TV
94
Untuk topik teknologi komunikasi tertulis
Untuk topik teknologi komunikasi melalui isyarat
Masa
lalu
Teknologi
komunikasi
tertulis
Faksimile
Masa
kini
Surat
Masa
lalu
Teknologi
komunikasi
melalui
isyarat
Bedug
Lampu lalu
lintas
Masa
kini
Alarm
gempa
kentongan
Mengirim SMS
surat lewat
burung
95
Nilai LKS
(Siklus I pertemuan II)
No. Nama
Kelompok
Nomor Soal/Skor
1 2 3 4 5 Nilai
10 15 20 25 30
1.
Kelompok 1
- DFM
- RSS
10 15 20 15 15 75
2.
Kelompok 2
- Jul
- Man
10 15 20 25 15 85
3.
Kelompok 3
- Maf
- Int
10 15 20 20 15 80
4.
Kelompok 4
- Nur
- Ali
10 15 20 15 15 75
5.
Kelompok 5
- CA
- Asd
10 15 15 10 5 55
6.
Kelompok 6
- MAI
- Fad
10 15 20 15 15 75
7.
Kelompok 7
- Apr
- Asw
10 15 20 25 10 80
8.
Kelompok 8
- Ren
- MS
10 15 15 10 15 65
9.
Kelompok 9
- AS
- Asr
10 15 15 15 15 70
10.
Kelompok 10
- MA
- FAS
10 15 20 15 15 75
11.
Kelompok 11
- Dew
- MAA
10 15 10 10 15 60
Jumlah 795
Rata-Rata 72,28
96
Pedoman Penskoran
Untuk soal no 1
Skor 10 jika siswa menulis teknologi transportasi
Skor 5 jika siswa menulis teknologi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 2
Skor 15 jika siswa menulis 2 cabang-cabang
Skor 10 jika siswa menulis 1 cabang-cabang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 3
Skor 20 jika siswa menggunakan 3 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 15 jika siswa menggunakan 2 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 10 jika siswa menggunakan 1 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 5 jika siswa hanya menggunakan pulpen atau pensil saja
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 4
Skor 25 jika siswa menulis 4 kata kunci
Skor 15 jika siswa menulis 3 kata kunci
Skor 10 jika siswa menulis 2 kata kunci
Skor 5 jika siswa menulis 1 kata kunci
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 5
Skor 30 jika siswa menambahkan 4 simbol
Skor 20 jika siswa menambahkan 3 simbol
Skor 15 jika siswa menambahkan 2 simbol
Skor 5 jika siswa menambahkan 1 simbol
Skor 0 jika siswa tidak menulis
97
Lampiran 11
HASIL OBSERVASI ASPEK GURU
(Siklus I Pertemuan II)
Materi Pokok : Teknologi Komunikasi
Petunjuk: : Amatilah kegiatan siswa pada saat proses pembelajaran. Berilah
tanda ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom
tidak jika siswa tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan
kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan
konsep/permasalahan yang
mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan
ditanggapi oleh siswa
3. Guru membentuk kelompok
yang beranggotakan 2-3
orang
4. Guru meminta tiap
kelompok mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
5. Guru meminta tiap
kelompok (atau diacak
kelompok tertentu) membaca
hasil diskusinya, guru
mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
6. Guru meminta siswa
Baik
Baik
Cukup
Cukup
Cukup
Kurang
98
membuat kesimpulan atau
guru memberi bandingan
sesuai konsep yang
disediakan guru
Jumlah 2 3 1 0
Cukup
Persentase Indikator 33% 50% 17% 0%
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-7 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100 % = 33%
Indikator Cukup : × 100 % = 50%
Indikator Kurang : × 100 % = 17%
Watampone, 01 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
99
RUBRIK PENILAIAN ASPEK GURU
A. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
B : Guru menyampaikan 3 kompetensi yang ingin dicapai
C : Guru menyampaikan 2 kompetensi yang ingin dicapai
K : Guru menyampaikan 1 kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
B : Guru mengemukakan 3 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi komunikasi, jenis-jenis teknologi komunikasi
dan membedakan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa lalu
dan masa kini
C : Guru mengemukakan 2 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi komunikasi dan jenis-jenis teknologi
komunikasi
K : Guru mengemukakan 1 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi komunikasi
3. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
B : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa secara
heterogen
C : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
tempat duduk siswa
K : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
kemauan siswa sendiri
4. Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan tenang dan bekerja sama
C : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan bekerja sama
100
K : Guru hanya meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
5. Guru meminta tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
B : Guru menglot perwakilan kelompok tertentu membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
C : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
K : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan guru
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
6. Dari data-data di papan, guru meminta siswa membuat kesimpulan atau guru
memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
B : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas dau guru memberi bandingan sesuai konsep
C : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas
K : Guru menunjuk siswa tertentu membuat kesimpulan
101
Lampiran 12
HASIL OBSERVASI ASPEK SISWA
(Siklus I Pertemuan II)
Materi Pokok : Teknologi Komunikasi
Petunjuk : Amatilah kegiatan guru pada saat proses pembelajaran. Berilah tanda
ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom tidak jika
guru tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Siswa Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Siswa memperhatikan
kompetensi yang
disampaikan oleh guru
2. Siswa memperhatikan
dan menanggapi
konsep/permasalahan
tersebut
3. Siswa membentuk
kelompok sesuai
intruksi dari guru
4. Siswa mencatat
alternatif jawaban hasil
diskusi
5. Siswa membacakan
hasil diskusinya
6. Siswa membuat
kesimpulan dari
konsep yang
disediakan guru
17
15
14
11
9
6
Baik
Baik
Cukup
Cukup
Cukup
Kurang
Jumlah 2 3 1 0
Cukup
Persentase Indikator 33% 50% 17% 0%
102
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-7 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100 % = 33%
Indikator Cukup : × 100 % = 50%
Indikator Kurang : × 100 % = 17%
Watampone, 01 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
103
RUBRIK PENILAIAN ASPEK SISWA
A. Kegiatan inti
1. Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
B : 15-22 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
C : 8-14 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
K : 1-7 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan
tenang dan tertib
2. Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
B : 15-22 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
3. Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
B : 15-22 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
C : 8-14 membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib
dan disiplin
K : 1-7 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
4. Siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : 15-22 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas dan
bersungguh-sungguh
104
5. Siswa membacakan hasil diskusinya
B : 15-22 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan
percaya diri
C : 8-14 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
K : 1-7 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
6. Siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru
B : 15-22 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
C : 8-14 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
K : 1-7 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
105
Lampiran 13
Tes Siklus I
Nama : .................................
Kelas : .................................
Waktu : 15 Menit
Petunjuk : a. Tulislah nama, dan kelas pada tempat yang tersedia !
b. Jawablah pertanyaan ini dengan benar!
1. Jelaskan pengertian teknologi produksi? (10)
2. Jelaskan pengertian teknologi komunikasi? (10)
3. Sebutkan 3 jenis teknologi produksi! (15)
4. Sebutkan 3 jenis teknologi komunikasi! (15)
5. Sebutkan 4 alat teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini! (25)
6. Sebutkan 4 alat teknologi komunikasi pada masa kini dan masa lalu! (25)
Kunci jawaban
1. Teknologi produksi adalah alat dan cara yang memudahkan manusia untuk
melakukan suatu kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa
2. Teknologi komunikasi adalah alat dan cara yang memudahkan manusia untuk
melakukan suatu kegiatan mengirim dan menerima pesan
3. Teknologi produksi makanan, teknologi produksi pakaian dan teknologi produksi
tempat tinggal
4. Teknologi komunikasi lisan, teknologi komunikasi tertulis dan teknologi
komunikasi melalui isyarat
5. Teknologi produksi pada masa lalu: bajak, tenun tangan, lesung, kapak, dan
menumbuk padi. Sedangkan teknologi produksi pada masa kini: traktor, mesin
penggiling padi, mesin tenun, dan gergaji mesin
6. Teknologi komunikasi pada masa lalu : bertemu, kentongan, surat dan bedug.
Sedangkan teknologi komunikasi pada masa kini : telpon, faksimile dan alarm
Pendoman Penskoran
Untuk soal nomor 1
Skor 10 jika siswa menulis dengan benar dan lengkap
Skor 5 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 0 jika siswa tidak menulis
106
Untuk soal nomor 2
Skor 10 jika siswa menulis dengan benar dan lengkap
Skor 5 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 3
Skor 15 jika siswa menuliskan 3 jenis teknologi produksi
Skor 10 jika siswa menuliskan 2 jenis teknologi produksi
Skor 5 jika siswa menuliskan 1 jenis teknologi produksi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 4
Skor 15 jika siswa menuliskan 3 jenis teknologi komunikasi
Skor 10 jika siswa menuliskan 2 jenis teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menuliskan 1 jenis teknologi komunikasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 5
Skor 25 jika siswa menuliskan 4 masing-masing alat teknologi produksi
Skor 20 jika siswa menjawab 3 masing-masing alat teknologi produksi
Skor 15 jika siswa menjawab 2 masing-masing alat teknologi produksi
Skor 10 jika siswa menjawab 1 masing-masing alat teknologi produksi
Skor 5 jika siswa menjawab namun salah
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 6
Skor 25 jika siswa menuliskan 4 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 20 jika siswa menjawab 3 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 15 jika siswa menjawab 2 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 10 jika siswa menjawab 1 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menjawab namun salah
Skor 0 jika siswa tidak menulis
107
Lampiran 14
Perolehan Tes Siklus I
No Nama Siswa
Nomor Soal/Skor
Jumlah
1 2 3 4 5 6 Skor Keterangan
10 10 15 15 25 25
1 Asd 5 5 5 15 25 5 60 Tidak Tuntas
2 CA 5 10 5 15 5 25 65 Tidak Tuntas
3 FAS 5 10 15 15 15 15 75 Tuntas
4 Fad 10 10 5 5 15 15 60 Tidak Tuntas
5 Asr 10 5 5 15 15 15 65 Tidak Tuntas
6 Ali 10 5 5 5 25 15 65 Tidak Tuntas
7 Apr 5 10 5 15 15 15 65 Tidak Tuntas
8 Asw 5 10 15 15 25 15 85 Tuntas
9 AS 5 5 15 5 25 5 60 Tidak Tuntas
10 Dew 10 10 15 15 5 5 60 Tidak Tuntas
11 DFM 10 10 15 5 10 25 75 Tuntas
12 Int 10 10 15 15 10 10 70 Tuntas
13 Jul 5 10 15 15 15 15 75 Tuntas
14 MA 10 5 5 15 25 15 75 Tuntas
15 Maf 10 10 15 15 10 25 85 Tuntas
16 Man 10 10 5 15 25 25 90 Tuntas
17 MS 5 10 15 5 15 15 65 Tidak Tuntas
18 MAI 10 10 5 5 15 15 60 Tidak Tuntas
19 Nur 10 10 15 5 15 15 70 Tuntas
20 Ren 10 10 15 5 15 5 60 Tidak Tuntas
21 RSS 10 10 15 15 5 25 80 Tuntas
22 MAA 10 10 5 5 15 15 60 Tidak Tuntas
Jumlah 1525
Rata-rata 69,32 CUKUP
Persentase Ketuntasan 45,46%
Persentase Ketidaktuntasan 54,55%
108
Lampiran 15
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
(Siklus II Pertemuan I)
Satuan Pendidikan : SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : IV/II
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit
Hari/Tanggal : Rabu/08 April 2015
I. Standar Kompetensi
2 Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi
dilingkungan kabupaten dan provinsi
II. Kompetensi Dasar
2.3 Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan
transportasi serta pengalaman penggunakannya.
III. Indikator
2.3.3 Membandingkan keunggulan dan kelemahan jenis-jenis alat teknologi
komunikasi pada masa lalu dan masa kini
IV. Tujuan Pembelajaran
Melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping:
- Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi komunikasi
- Siswa dapat menunjukkan cara penggunaan alat teknologi komunikasi
pada masa lalu dan pada masa kini
- Siswa membedakan keunggulan dan kelemahan jenis-jenis teknologi
komunikasi pada masa lalu dan masa kini
V. Materi Pokok
Perkembangan teknologi komunikasi
VI. Model Dan Metode Pembelajaran
a. Model Pembelajaran : Mind Mapping
b. Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Kerja kelompok, Penugasan.
VII. Sumber / Media Pembelajaran
a. Sumber :
109
1) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP 2006
2) Buku Paket Cerdas Pengetahuan Sosial untuk SD/MI kelas IV oleh
Retno Heny Pujiati & Umi Yuliati Penerbit: Pusat Perbukuan
Depdiknas. Hal 163-183
b. Media : peta konsep terkait teknologi komunikasi
VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
No Langkah-langkah Pembelajaran Waktu
1 Kegiatan awal
1. Guru mengucapkan salam
2. Berdoa bersama
3. Guru mengabsen siswa
4. Apersepsi (guru melakukan tanya jawab
tentang materi yang akan diajarkan)
15 menit
2 Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan
yang mempunyai alternatif jawaban kemudian
akan ditanggapi oleh siswa
3. Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3
orang dan dibagikan LKS
4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang
dibagikan
5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu)
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di
papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
6. Dari data-data di papan, siswa diminta
membuat kesimpulan atau guru memberi
bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
7. Evaluasi
75 menit
3 Kegiatan Akhir
1. Gurru memberikan motivasi kepada siswa
untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua 15 menit
110
dan kewajiban sebagai agama islam
2. Berdoa bersama
3. Mengucapkan salam
IX. Penilaian
1. Teknik Penilaian : Tes
2. Bentuk Penilaian : Essay (Tertulis)
3. Instrumen Penilaian : Terlampir
4. Kunci Jawaban : Terlampir
5. Pedoman Penskoran : Terlampir
X. Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Heny Retno.P & Yuliati Umi. 2008. Cerdas Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI
Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan Nasional.
Hal 163-183
Watampone, 08 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
Peneliti
ARVIANA AGUS
NIM: 1147040618
Mengetahui,
Kepala SDN 223 Sumpang Minangae
WAHYU, S.Pd
NIP: 19651231 198411 1 011
111
Lampiran 16
Soal Evaluasi
(Siklus II pertemuan I)
Nama : .................................
Kelas : .................................
Hari/Tanggal : .................................
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Sebutkan 3 contoh alat teknologi komunikasi
2. Jelaskan cara menggunakan telepon!
3. Sebutkan 3 keunggulan alat teknologi komunikasi pada masa lalu!
4. Sebutkan 3 kelemahan alat teknologi komunikasi pada masa lalu!
Kunci Jawaban
1. Contoh alat teknologi komunikasi yaitu telepon, bedug, surat
2. Cara menggunakan telepon yaitu tekan kode wilayah dan nomor tujuan yang
ingin ditelpon, tunggu sampai angkat, kemudian sudah dapat berkomunikasi
3. Keunggulan alat teknologi komunikasi pada masa lalu yaitu hemat biaya dan
tidak beradiasi, cepat sampai tujuan
4. Kelemahan alat teknologi komunikasi pada masa lalu yaitu lambat dan biayanya
mahal, jangkaunya dekat
Pedoman Penkoran
Untuk soal nomor 1
Skor 15 jika siswa menulis 3 alat teknologi komunikasi
Skor 10 jika siswa menulis 2 alat teknologi komunikasi
Skor 15 jika siswa menulis 1 alat teknologi komunikasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 2
Skor 25 jika siswa menulis dengan lengkap dan benar
Skor 20 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 15 jika siswa menulis namun kurang benar
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
112
Untuk soal nomor 3
Skor 30 jika siswa menulis 3 keunggulan alat teknologi komunikasi
Skor 20 jika siswa menulis 2 keunggulan alat teknologi komunikasi
Skor 15 jika siswa menulis 1 keunggulan alat teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 4
Skor 30 jika siswa menulis 3 Kelemahan alat teknologi komunikasi
Skor 20 jika siswa menulis 2 Kelemahan alat teknologi komunikasi
Skor 15 jika siswa menulis 1 Kelemahan alat teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
113
Lampiran 17
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS)
(Siklus II Pertemuan I)
Kelas / Semester : IV / II
Hari / Tanggal : ................./.............................
Alokasi Waktu : 15 Menit
Nama Kelompok : ...............................................
1 ..............................................
2...............................................
Duduklah dengan teman kelompok kalian!
Buatlah peta konsep mengenai keunggulan dan kelemahan teknologi produksi
(tinggal tinggal, makanan, dan pakaian)!
1. Tulis 1 gagasan utamanya di tengah halaman dan lingkupilah dengan
lingkaran, persegi, atau bentuk lain!
2. Tambahkan 4 cabang yang mengelilingi gagasan utama!
3. Gunakan 3 warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang!
4. Tuliskan 2 kata kunci pada tiap-tiap cabang!
5. Tambahkan 2 simbol pada tiap-tiap cabang tersebut!
Rambu-rambu jawaban:
untuk topik teknologi komunikasi lisan
Keunggulan
masa lalu
Teknologi
komunikasi
lisan
Saling
tatap muka
-Prosesnya cepat
-Jangkauan luas
Keunggulan
Masa kini
-Radiasi
-mahal
Kelemahan
Kelemahan Masa kini
lama masa lalu
114
Untuk topik teknologi komunikasi tertulis
Untuk topik teknologi komunikasi melalui isyarat
Murah
Sebagai
tanda
Keunggulan
masa lalu
Teknologi
komunikasi
tertulis
Bisa dibaca
kembali
-Prosesnya cepat
-Jangkauan luas
Keunggulan
Masa kini
-Radiasi
-Mahal
Kelemahan
Masa kini
Kelemahan
masa lalu
Lama
Keunggulan
masa lalu
Teknologi
komunikasi
melalui isyarat
Keunggulan
Masa kini
-Radiasi
-Mahal
Kelemahan
Masa kini
Kelemahan
masa lalu
Suaranya
kecil
115
Nilai LKS
(Siklus II Pertemuan I)
No. Nama
Kelompok
Nomor Soal/Skor
1 2 3 4 5 Nilai
10 15 20 25 30
1.
Kelompok 1
- DFM
- Asd
10 15 20 15 20 80
2.
Kelompok 2
- Jul
- MS
10 15 20 25 15 85
3.
Kelompok 3
- MA
- FAS
10 15 20 15 15 75
4.
Kelompok 4
- Man
- Ren
10 15 20 25 20 90
5.
Kelompok 5
- MAI
- Asr
10 15 20 15 15 75
6.
Kelompok 6
- Asw
- Fad
10 15 20 15 15 75
7.
Kelompok 7
- RSS
- Apr
10 15 20 15 20 80
8.
Kelompok 8
- Nur
- Ali
10 15 20 15 15 75
9.
Kelompok 9
- Int
- AS
10 15 20 10 15 70
10.
Kelompok 10
- MAA
- CA
10 15 20 10 15 70
11.
Kelompok 11
- Maf
- Dew
10 15 20 25 15 85
Jumlah 860
Rata-Rata 78,19
116
Pedoman Penskoran
Untuk soal no 1
Skor 10 jika siswa menulis teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menulis teknologi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 2
Skor 15 jika siswa menulis 3-4 cabang-cabang
Skor 10 jika siswa menulis 1-2 cabang-cabang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 3
Skor 20 jika siswa menggunakan 3 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 15 jika siswa menggunakan 2 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 10 jika siswa menggunakan 1 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 5 jika siswa hanya menggunakan pulpen atau pensil saja
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 4
Skor 25 jika siswa menulis 4 kata kunci
Skor 15 jika siswa menulis 3 kata kunci
Skor 10 jika siswa menulis 2 kata kunci
Skor 5 jika siswa menulis 1 kata kunci
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 5
Skor 30 jika siswa menambahkan 4 simbol
Skor 20 jika siswa menambahkan 3 simbol
Skor 15 jika siswa menambahkan 2 simbol
Skor 5 jika siswa menambahkan 1 simbol
Skor 0 jika siswa tidak menulis
117
Lampiran 18
HASIL OBSERVASI ASPEK GURU
(Siklus II Pertemuan I)
Materi Pokok : Teknologi Komunikasi
Petunjuk : Amatilah kegiatan siswa pada saat proses pembelajaran. Berilah
tanda ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom
tidak jika siswa tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan
kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan
konsep/permasalahan yang
mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan
ditanggapi oleh siswa
3. Guru membentuk kelompok
yang beranggotakan 2-3
orang
4. Guru meminta tiap
kelompok mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
5. Guru meminta tiap
kelompok (atau diacak
kelompok tertentu) membaca
hasil diskusinya, guru
mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
6. Guru meminta siswa
membuat kesimpulan atau
Baik
Baik
Baik
Baik
Cukup
Cukup
118
guru memberi bandingan
sesuai konsep yang
disediakan guru
Jumlah 4 2 0 0
Baik
Persentase Indikator 67% 33% 0% 0%
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-7 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100 % = 67%
Indikator Cukup : × 100 % = 33%
Indikator Kurang : × 100 % = 0%
Watampone, 08 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
119
RUBRIK PENILAIAN ASPEK GURU
A. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
B : Guru menyampaikan 3 kompetensi yang ingin dicapai
C : Guru menyampaikan 2 kompetensi yang ingin dicapai
K : Guru menyampaikan 1 kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
B : Guru mengemukakan 3 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
jenis-jenis teknologi komunikasi, cara penggunaan teknologi
komunikasi dan perbedaan keunggulan dan kelemahan teknologi
komunikasi
C : Guru mengemukakan 2 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
jenis-jenis teknologi komunikasi dan cara penggunaan teknologi
komunikasi
K : Guru mengemukakan 1 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
jenis-jenis teknologi komunikasi
3. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
B : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa secara
heterogen
C : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
tempat duduk siswa
K : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
kemauan siswa sendiri
4. Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan tenang dan bekerja sama
C : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan bekerja sama
120
K : Guru hanya meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
5. Guru meminta tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
B : Guru menglot perwakilan kelompok tertentu membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
C : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
K : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan guru
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
6. Dari data-data di papan, guru meminta siswa membuat kesimpulan atau guru
memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
B : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas dau guru memberi bandingan sesuai konsep
C : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas
K : Guru menunjuk siswa tertentu membuat kesimpulan
121
Lampiran 19
HASIL OBSERVASI ASPEK SISWA
(Siklus II Pertemuan I)
Materi Pokok : Teknologi Komunikasi
Petunjuk : Amatilah kegiatan guru pada saat proses pembelajaran. Berilah tanda
ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom tidak jika
guru tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Siswa Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Siswa memperhatikan
kompetensi yang
disampaikan oleh
guru
2. Siswa memperhatikan
dan menanggapi
konsep/permasalahan
tersebut
3. Siswa membentuk
kelompok sesuai
intruksi dari guru
4. Siswa mencatat
alternatif jawaban
hasil diskusi
5. Siswa membacakan
hasil diskusinya
6. Siswa membuat
kesimpulan dari
konsep yang
disediakan guru
19
18
20
16
12
8
Baik
Baik
Baik
Baik
Cukup
Cukup
Jumlah 4 2 0 0
Kurang
Persentase Indikator 67% 33% 0% 0%
122
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-7 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100 % = 67%
Indikator Cukup : × 100 % = 33%
Indikator Kurang : × 100 % = 0%
Watampone, 08 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
123
RUBRIK PENILAIAN ASPEK SISWA
A. Kegiatan inti
1. Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
B : 15-22 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
C : 8-14 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
K : 1-7 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan
tenang dan tertib
2. Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
B : 15-22 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
3. Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
B : 15-22 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
C : 8-14 membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib
dan disiplin
K : 1-7 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
4. Siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : 15-22 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas dan
bersungguh-sungguh
124
5. Siswa membacakan hasil diskusinya
B : 15-22 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan
percaya diri
C : 8-14 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
K : 1-7 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
6. Siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru
B : 15-22 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
C : 8-14 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
K : 1-7 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
125
Lampiran 20
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
(Siklus II Pertemuan II)
Satuan Pendidikan : SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : IV/II
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit
Hari/Tanggal : Rabu/15 April 2015
I. Standar Kompetensi
2 Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan
teknologi dilingkungan kabupaten dan provinsi
II. Kompetensi Dasar
2.3 Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan
transportasi serta pengalaman penggunakannya.
III. Indikator
2.3.4 Membandingkan jenis-jenis teknologi transportasi pada masa lalu dan
masa kini
IV. Tujuan Pembelajaran
Melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping:
- Siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi transportasi
- siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi transportasi pada masa
lalu dan masa kini
- Siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi transportasi pada masa
lalu dan masa kini
V. Materi Pokok
Perkembangan teknologi transportasi
VI. Model Dan Metode Pembelajaran
a. Model Pembelajaran : Mind Mapping
b. Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Kerja kelompok, Penugasan.
VII. Sumber / Media Pembelajaran
a. Sumber :
126
1) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP 2006
2) Buku Paket Cerdas Pengetahuan Sosial untuk SD/MI kelas IV oleh
Retno Heny Pujiati & Umi Yuliati Penerbit: Pusat Perbukuan
Depdiknas. Hal 163-183
b. Media : Peta konsep terkait teknologi transportasi
VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
No Langkah-langkah Pembelajaran Waktu
1 Kegiatan awal
1. Guru mengucapkan salam
2. Berrdoa bersama
3. Guru mengabsen siswa
4. Apersepsi (guru melakukan tanya jawab
tentang materi yang akan diajarkan)
15 menit
2 Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan
yang mempunyai alternatif jawaban kemudian
akan ditanggapi oleh siswa
3. Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3
orang dan dibagikan LKS
4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat
alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang
dikerjakan
5. Tiap kelompok (diacak kelompok tertentu)
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di
papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
6. Dari data-data di papan, siswa diminta
membuat kesimpulan atau guru memberi
bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
7. Evaluasi
75 menit
3 Kegiatan Akhir
1. Gurru memberikan motivasi kepada siswa
untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua 15 menit
127
dan kewajiban sebagai agama islam
2. Berdoa bersama
3. Mengucapkan salam
IX. Penilaian :
1) Teknik Penilaian : Tes
2) Bentuk Penilaian : Essay (Tertulis)
3) Instrumen Penilaian : Terlampir
4) Kunci Jawaban : Terlampir
5) Pedoman Penskoran : Terlampir
X. Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Heny Retno.P & Yuliati Umi. 2008. Cerdas Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI
Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan Nasional.
Hal 163-183
Watampone, 15 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
Peneliti
ARVIANA AGUS
NIM: 1147040618
Mengetahui,
Kepala SDN 223 Sumpang Minangae
WAHYU, S.Pd
NIP: 19651231 198411 1 011
128
Lampiran 21
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS)
(Siklus II Pertemuan II)
Kelas / Semester : IV / II
Hari / Tanggal : ................/..............................
Alokasi Waktu : 15 Menit
Nama Kelompok : ...............................................
1 ..............................................
2...............................................
Duduklah dengan teman kelompok kalian!
Buatlah peta konsep mengenai teknologi transportasi (darat, laut dan udara)
1. Tulis 1 gagasan utamanya di tengah halaman dan lingkupilah dengan
lingkaran, persegi, atau bentuk lain!
2. Tambahkan 2 cabang yang mengelilingi gagasan utama!
3. Gunakan 3 warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang!
4. Tuliskan 3 kata kunci pada tiap-tiap cabang!
5. Tambahkan 3 simbol pada tiap-tiap cabang tersebut!
Rambu-rambu jawaban:
Untuk topik teknologi transportasi darat
Masa
lalu
Teknologi
Transportasi
darat
Pedati Mobil
Masa
kini
Kereta
Delman listrik
Motor Kuda
129
Untuk topik teknologi transportasi udara
Untuk topik teknologi teknologi transportasi laut
Masa
lalu
Teknologi
Transportasi
darat
Masa
kini
helikoptee
listrik
Roket
Balon
udara pesawat
Masa
lalu
Teknologi
Transportasi
laut
Rakit Kapal feri
Masa
kini
Kapal laut
modern
Kapal
dayung
Kapal
tangker
Kapal
layar
130
Nilai LKS
(Siklus II Pertemuan II
No. Nama
Kelompok
Nomor Soal/Skor
1 2 3 4 5 Nilai
10 15 20 25 30
1.
Kelompok 1
- DFM
- Asd
10 15 20 20 15 80
2.
Kelompok 2
- Jul
- MS
10 15 20 25 15 85
3.
Kelompok 3
- MA
- FAS
10 15 20 15 15 75
4.
Kelompok 4
- Man
- Ren
10 15 20 20 20 90
5.
Kelompok 5
- MAI
- Asr
10 15 20 20 15 80
6.
Kelompok 6
- Asw
- Fad
10 15 20 25 10 80
7.
Kelompok 7
- RSS
- Apr
10 15 20 25 15 85
8.
Kelompok 8
- Nur
- Ali
10 15 20 10 15 75
9.
Kelompok 9
- Int
- AS
10 15 15 20 15 75
10.
Kelompok 10
- MAA
- CA
10 10 10 20 15 75
11.
Kelompok 11
- Maf
- Dew
10 15 20 25 20 90
Jumlah 890
Rata-Rata 80,91
131
Pedoman Penskoran
Untuk soal no 1
Skor 10 jika siswa menulis teknologi transportasi
Skor 5 jika siswa menulis teknologi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 2
Skor 15 jika siswa menulis 2 cabang-cabang
Skor 10 jika siswa menulis 1 cabang-cabang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 3
Skor 20 jika siswa menggunakan 3 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 15 jika siswa menggunakan 2 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 10 jika siswa menggunakan 1 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 5 jika siswa hanya menggunakan pulpen atau pensil saja
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 4
Skor 25 jika siswa menulis 5-6 kata kunci
Skor 20 jika siswa menulis 4 kata kunci
Skor 15 jika siswa menulis 3 kata kunci
Skor 10 jika siswa menulis 2 kata kunci
Skor 5 jika siswa menulis 1 kata kunci
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 5
Skor 30 jika siswa menambahkan 6 simbol
Skor 25 jika siswa menambahkan 5 simbol
Skor 20 jika siswa menambahkan 4 simbol
Skor 15 jika siswa menambahkan 3 simbol
Skor 10 jika siswa menambahkan 2 simbol
Skor 5 jika siswa menambahkan 1 simbol
Skor 0 jika siswa tidak menulis
132
Lampiran 22
HASIL OBSERVASI ASPEK GURU
(Siklus II Pertemuan II)
Materi Pokok : Teknologi Transportasi
Petunjuk : Amatilah kegiatan siswa pada saat proses pembelajaran. Berilah
tanda ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom
tidak jika siswa tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan
kompetensi yang ingin
dicapai
2. Guru mengemukakan
konsep/permasalahan yang
mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan
ditanggapi oleh siswa
3. Guru membentuk kelompok
yang beranggotakan 2-3
orang
4. Guru meminta tiap
kelompok mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
5. Guru meminta tiap
kelompok (atau diacak
kelompok tertentu) membaca
hasil diskusinya, guru
mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
6. Guru meminta siswa
membuat kesimpulan atau
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Cukup
133
guru memberi bandingan
sesuai konsep yang disediakan
guru
Jumlah 5 1 0 0
Baik
Persentase Indikator 83% 17% 0% 0%
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-8 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100% = 83%
Indikator Cukup : × 100% = 17%
Indikator Kurang : × 100% = 0%
Watampone, 15 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
134
RUBRIK PENILAIAN ASPEK GURU
A. Kegiatan Inti
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
B : Guru menyampaikan 3 kompetensi yang ingin dicapai
C : Guru menyampaikan 2 kompetensi yang ingin dicapai
K : Guru menyampaikan 1 kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif
jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
B : Guru mengemukakan 3 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi produksi, jenis-jenis teknologi produksi dan
membedakan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan
masa kini
C : Guru mengemukakan 2 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi produksi dan jenis-jenis teknologi produksi
K : Guru mengemukakan 1 konsep/permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa mengenai
pengertian teknologi produksi
3. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
B : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa secara
heterogen
C : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
tempat duduk siswa
K : Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa berdasarkan
kemauan siswa sendiri
4. Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan tenang dan bekerja sama
C : Guru meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif jawaban hasil
diskusi dengan bekerja sama
K : Guru hanya meminta tiap kelompok untuk mencatat alternatif
jawaban hasil diskusi
135
5. Guru meminta tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru
B : Guru menglot perwakilan kelompok tertentu membaca hasil
diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai
kebutuhan guru
C : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan siswa
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
K : Guru langsung memilih perwakilan tertentu sesuai keinginan guru
membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
6. Dari data-data di papan, guru meminta siswa membuat kesimpulan atau guru
memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
B : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas dau guru memberi bandingan sesuai konsep
C : Guru meminta siswa membuat kesimpulan dari ide/pendapat siswa
lain secara jelas
K : Guru menunjuk siswa tertentu membuat kesimpulan
136
Lampiran 23
HASIL OBSERVASI ASPEK SISWA
(Siklus II Pertemuan II)
Materi Pokok : Teknologi Transportasi
Petunjuk : Amatilah kegiatan guru pada saat proses pembelajaran. Berilah tanda
ceklist () pada kolom ya jika kegiatan tersebut dilakukan, dan pada kolom tidak jika
guru tidak melakukan kegiatan tersebut!
No Aspek yang diamati
Penilaian
Ya Tidak Siswa Keterangan
B C K
1. Kegiatan Inti
1. Siswa memperhatikan
kompetensi yang
disampaikan oleh
guru
2. Siswa memperhatikan
dan menanggapi
konsep/permasalahan
tersebut
3. Siswa membentuk
kelompok sesuai
intruksi dari guru
4. Siswa mencatat
alternatif jawaban
hasil diskusi
5. Siswa membacakan
hasil diskusinya
6. Siswa membuat
kesimpulan dari
konsep yang
disediakan guru
20
19
21
18
16
10
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Cukup
Jumlah 5 1 0 0
Kurang
Persentase Indikator 83% 17% 0% 0%
137
Keterangan:
B = Baik = 15-22 Siswa
C = Cukup = 8-14 Siswa
K = Kurang = 1-7 Siswa
Persentase Indikator = X 100%
Indikator Baik : × 100% = 83%
Indikator Cukup : × 100% = 17%
Indikator Kurang : × 100% = 0%
Watampone, 15 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
138
RUBRIK PENILAIAN ASPEK SISWA
A. Kegiatan inti
1. Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
B : 15-22 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
C : 8-14 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
dengan tenang dan tertib
K : 1-7 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan
tenang dan tertib
2. Siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan tersebut
B : 15-22 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa memperhatikan dan menanggapi konsep/permasalahan
tersebut dengan tenang dan bersungguh-sungguh
3. Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
B : 15-22 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
C : 8-14 membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib
dan disiplin
K : 1-7 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan
tertib dan disiplin
4. Siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
B : 15-22 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
C : 8-14 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas
dan bersungguh-sungguh
K : 1-7 siswa mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dengan jelas dan
bersungguh-sungguh
139
5. Siswa membacakan hasil diskusinya
B : 15-22 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan
percaya diri
C : 8-14 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
K : 1-7 siswa membacakan hasil diskusinya dengan tenang dan percaya
diri
6. Siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru
B : 15-22 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
C : 8-14 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
K : 1-7 siswa membuat kesimpulan dari yang disediakan guru dengan
sistematis dan jelas
140
Lampiran 24
Tes Siklus II
Nama : .................................
Kelas : ...............
Waktu : 15 Menit
Petunjuk : a. Tulislah nama, dan kelas pada tempat yang tersedia !
b. Jawablah pertanyaan ini dengan benar!
1. Sebutkan 4 contoh alat teknologi komunikasi yang kamu ketahui! (10)
2. Jelaskan yang dimaksud dengan teknologi transpotasi! (10)
3. Jelaskan cara menggunakan telpon! (15)
4. Sebutkan 3 jenis teknologi transportasi! (15)
5. Sebutkan 2 keunggulan dan kelemahan alat teknologi komunikasi pada masa lalu
dan masa kini! (25)
6. Sebutkan 4 alat teknologi transportasi pada masa lalu dan masa kini! (25)
Rambu-rambu jawaban
1. Telpon, faksimile, surat, kentongan
2. Teknologi transportasi adalah alat dan cara yang memudahkan manusia untuk
melakukan suatu kegiatan memindahkan barang atau manusia dari suatu tempat
ke tempat lain
3. Cara menggunakan telepon yaitu menekan tombol kode wilayah dan nomor yang
dituju maka sambungan akan langsung dapat dilakukan. Bila telah selesai maka
telepon dapat ditutup dan diletakkan pada tempatnya
4. Teknologi transportasi darat, teknologi transportasi udara dan teknologi
transportasi air
5. Kelemahan alat komunikasi masa lalu yaitu prosesnya lambat dan jangkauannya
tidak jauh atau dekat sedangkan keunggulannya yaitu hemat biaya dan tidak
menimbulkan radiasi. Sedangkan keunggulanya alat komunikasi masa kini yaitu
prosesnya cepat dan jangkauannya luas sedangkan kelemahannya yaitu biaya
cukup mahal dan dapat menimbulkan radiasi
6. Teknologi transportasi pada masa lalu : kuda, delman, pedati, perahu layar,
perahu rakit, perahu dayung dan balon udara
141
Teknologi transportasi pada masa kini : mobil, motor, kereta api, pesawat
penumpang, kapal laut modern, helikopter dan kapal feri
Pendoman Penskoran
Untuk soal nomor 1
Skor 10 jika siswa menulis 4 alat komunikasi
Skor 5 jika siswa menulis 2 alat komunikasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 2
Skor 10 jika siswa menulis dengan benar dan lengkap
Skor 5 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 3
Skor 15 jika siswa menulis dengan benar dan lengkap
Skor 10 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 5 jika siswa menulis namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 4
Skor 15 jika siswa menuliskan 3 jenis teknologi transportasi
Skor 10 jika siswa menuliskan 2 jenis teknologi transportasi
Skor 5 jika siswa menuliskan 1 jenis teknologi transportasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 5
Skor 25 jika siswa menuliskan 4 kelemahan dan kelebihan alat komunikasi
Skor 20 jika siswa menjawab 3 kelemahan dan kelebihan alat komunikasi
Skor 15 jika siswa menjawab 2 kelemahan dan kelebihan alat komunikasi
Skor 10 jika siswa menjawab 1 kelemahan dan kelebihan alat komunikasi
Skor 5 jika siswa menjawab namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 6
Skor 25 jika siswa menuliskan 4 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 20 jika siswa menjawab 3 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 15 jika siswa menjawab 2 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 10 jika siswa menjawab 1 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menjawab namun kurang tepat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
142
Lampiran 25
Perolehan Tes Siklus II
No Nama Siswa
Nomor Soal/Skor
Jumlah
Skor 1 2 3 4 5 6 Keterangan
10 10 15 15 25 25
1 Asd 10 5 5 10 15 15 60 Tidak Tuntas
2 CA 10 10 5 10 15 15 65 Tidak Tuntas
3 FAS 10 10 15 15 15 15 80 Tuntas
4 Fad 10 10 15 5 15 15 70 Tuntas
5 Asr 10 5 15 15 15 15 75 Tuntas
6 Ali 10 5 15 15 15 15 75 Tuntas
7 Apr 10 5 5 15 25 15 75 Tuntas
8 Asw 10 5 15 15 25 15 85 Tuntas
9 AS 10 10 15 15 10 5 65 Tidak Tuntas
10 Dew 10 10 15 5 15 10 65 Tidak Tuntas
11 DFM 10 10 15 15 15 15 80 Tuntas
12 Int 10 10 5 15 10 25 75 Tuntas
13 Jul 10 10 5 15 10 25 75 Tuntas
14 MA 10 10 15 5 25 15 80 Tuntas
15 Maf 10 10 5 15 25 25 90 Tuntas
16 Man 10 10 5 15 25 25 90 Tuntas
17 MS 10 10 5 5 25 15 70 Tuntas
18 MAI 10 10 5 5 25 15 70 Tuntas
19 Nur 5 10 15 15 15 15 75 Tuntas
20 Ren 10 5 5 15 25 15 75 Tuntas
21 RSS 10 10 15 15 10 25 85 Tuntas
22 MAA 5 10 5 10 15 15 60 Tidak Tuntas
Jumlah 1640
Rata-rata 74,55 BAIK
Persentase Ketuntasan 77,28%
Persentase Ketidaktuntasan 22,73%
143
Lampiran 26
Rekapitulasi Nilai
No. Nama Siswa Data Awal
Perolehan Nilai
Siklus I Siklus II
1 Asd 50 60 60
2 CA 60 65 65
3 FAS 55 75 80
4 Fad 55 60 70
5 Asr 60 65 75
6 Ali 60 65 75
7 Apr 55 65 75
8 Asw 65 85 85
9 AS 55 60 65
10 Dew 50 60 65
11 DFM 75 75 80
12 Int 60 70 75
13 Jul 70 75 75
14 MA 60 75 80
15 Maf 70 85 90
16 Man 75 90 90
17 MS 60 65 70
18 MAI 60 60 70
19 Nur 60 70 75
20 Ren 55 60 75
21 RSS 75 80 85
22 MAS 45 60 60
Jumlah 1330 1525 1640
Nilai Rata-Rata 60,46 69,32 74,55
Ketuntasan Belajar 22,73% 45,46% 77,28%
Ketidaktuntasan Belajar 77,28% 54,55% 22,73%
144
Lampiran 27
DOKUMENTASI HASIL PENELITIAN
`
LOKASI PENELITIAN
145
PERENCANAAN
Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas IV
Menganalisis Silabus Dan Kurikulum Membuat RPP
Membuat Media Pembelajaran Merancang Tes Siklus
146
REFLEKSI
Peneliti bersama guru kelas IV dan Kepala Sekolah Merefleksi Setiap Siklus
147
FOTO-FOTO PELAKSANAAN
1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2) Mengemukakan konsep dan siswa memberi tanggapan
148
3) Membentuk kelompok
4) Tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
149
5) Tiap kelompok (diacak kelompok tertentu) membacakan alternatif jawaban,
guru mencatat di papan dan mengelompokkan
6) Siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan
150
Lampiran 28
151
152
153
154
Lampiran 29
RIWAYAT HIDUP
ARVIANA AGUS di lahirkan di Watampone Kecamatan Tanete
Riattang Barat Kabupaten Bone pada tanggal 11 Februari 1993.
Putri ketiga dari 5 bersaudara pasangan ibu Idawati.L dan bapak
M.Agustan. Pendidikan Sekolah Dasar ditempuh di SD 25
Mattirowalie Kabupaten Bone diselesaikan tahun 2005. Pendidikan Sekolah
Menengah Pertama tamat di SMP Negeri 2 Watampone di selesaikan tahun 2008 dan
pendidikan sekolah lanjutan atas di SMA Negeri 1 Awangpone Kabupaten Bone di
selesaikan tahun 2011. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di
Kampus Universitas Negeri Makassar.(UNM) Program Studi Guru Sekolah Dasar S1
(PGSD) sampai sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar