Rabu, 27 April 2016

cerpen monyet dan pedagang topi



MONYET DAN PEDAGANG TOPI

 


P
ada suatu waktu, seorang penjual tapi berjalan melintasi hutan. Meski berjalan di tengah hutan, namun cuaca saat itu tetap dirasa sangat panas.
Karena kepanasan ditambah kelelahan berjalan. Ia memutuskan beristirahat di bawah sebuah pohon besar.
Sebelum merabahkan diri, ia meletakkan keranjang berisi topi topi dagangan di samping.
Pedangan tersebut vebar-benar kelelahan sehingga tidak terasa terlelap beberapa jam. Begiru terbangun, dia mendengar suatu ribut di sekitarnya.
Namanya pedagangan. Hal pertama yangdisadarinya adalah keselamatan barang dagangannya yang ternyata memang sudah tidak ada di tempatnya semula. Sambil mencari tahu keberadaan tapi dagangannya, dia melihat yang ribut-ribut di atas pohon.betapa terkejutnya dia melihat pohon besar tempatnya berteduh dan sempat terlelah itu penuhdengan monyet dan semua monyet itu mengenakan topinya.
Pedangan topi itu mulai berpikir keras bagaimana caranya bisa mendapatkan kembali dagangannya itu.
Sambil berpikir panjang, dia mulai pusing dan menggatuk kepalanya. Monyet-monyet yang ada di atas pohon rupanya meniru tingkah laku pedagang itu.
Saat dia melepas topi dan mengipaskannya ke wajahnya, monyet-monyet di pohon itu pun melakukan hal sama.
Aha,.! Ia pun mendapatkan ide...! lalu ia membuang topinya ke tanah, dan monyet-monyet itu juga membuang topi-topi di tangan mereka ke tanah. Segera saja si penjual itu mengumpulkan dan mendapatkan kembali semua topinya. Ia pun melanjutkan perjalanannya.

Lima puluh tahun kemudian cucu dari penjual topi itu juga menjadi seoang penjual topi dan telah mendengar certa tentang monyet-monyet itu dari kakeknya.
Suatu hari, persis seperti kakeknya, ia melintas hutan yang sama. Udara sangat panas. Ia beristirahat di bawah pohon yang sama dan meletakkan kerangjang berisi topi dagangan di sampingnya. Sekali lagi, ketika terbangun ia menyadari kalau monyet-monyet telah mengambil semua topi-topinya. Ia pun teringat certita kakeknya.
Ia mulai menggaruk-garuk kepala dan menyet-monyet itu menirukannya. Ia melepas topinya dan mengipaskan ke wajahnya, monyet-monyet pun menirukannya.
Sekarang ia merasa yakin akan ide kakeknya. Kemudian ia melempar topinya ke tanah. Tapi kali ini ia yang terkejut, karena monyet-monyet itu tidak menirukanya dan tetap memegangi topi itu erat-erat.
Seekor monyet turun dari pohon, mengambil topi yang dilemparkan oleh cucu pedagang topi itu, lalu cucu pedagang itu. Lalu menepuk bahnya sambil berkata “emangnya elo aja yang punya kakek.. hahaaa”-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar